Destry Damayanti Dipilih Jadi Gubernur BI, Usung Visi 3I+1S
Komisi XI DPR menetapkan Destry Damayanti sebagai Gubernur BI 2026-2031. Ia membawa visi 3I+1S untuk arah kebijakan bank sentral.
Badai Matahari - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Matahari telah mencapai periode maksimum Matahari (solar maximum), yang diperkirakan akan berlangsung hingga tahun depan, menurut para peneliti dari tiga lembaga ilmu atmosfer, termasuk Lembaga Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), Badan Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional (NOAA), serta Panel Prediksi Siklus Matahari, dalam sebuah telekonferensi.
Setiap 11 tahun, Matahari beralih antara aktivitas magnetik rendah dan tinggi. Selama puncak aktivitas ini, kutub magnetik Matahari berbalik, dan Matahari bertransisi dari kondisi tenang ke keadaan aktif dan penuh badai, menurut pernyataan NASA yang dipublikasikan pada Selasa (15/10).
"Selama periode maksimum Matahari, jumlah bintik Matahari, dan dengan demikian jumlah aktivitas Matahari, meningkat," kata Jamie Favors, Direktur Program Cuaca Antariksa di Markas Besar NASA di Washington.
"Peningkatan aktivitas ini memberikan kesempatan menarik untuk mempelajari bintang terdekat kita, tetapi juga membawa dampak nyata bagi Bumi dan seluruh tata surya kita," tambahnya.
Aktivitas Matahari sangat mempengaruhi kondisi di luar angkasa yang dikenal sebagai cuaca antariksa. Aktivitas Matahari dapat memengaruhi satelit dan astronot di luar angkasa, serta sistem komunikasi dan navigasi, seperti radio, GPS, dan jaringan listrik di Bumi.
"Pengumuman ini tidak berarti bahwa ini adalah puncak aktivitas Matahari. Kita akan melihat siklus Matahari ini," kata Elsayed Talaat, Direktur Operasi Cuaca Antariksa di NOAA.
Dia menambahkan, "Meskipun Matahari telah mencapai periode maksimum, kepastian di bulan apa, di mana aktivitas Matahari akan memuncak belum dapat diidentifikasi selama beberapa bulan atau bahkan tahun mendatang."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Komisi XI DPR menetapkan Destry Damayanti sebagai Gubernur BI 2026-2031. Ia membawa visi 3I+1S untuk arah kebijakan bank sentral.
Kekeringan DIY 2026 disebut mirip kondisi 2023. BPBD mencatat 5,047 juta liter air telah disalurkan ke empat kabupaten.
DPUPKP Kota Jogja memperbaiki trotoar secara bertahap dan memastikan guiding block dipasang di lokasi yang memungkinkan bagi pejalan kaki.
RUU Perampasan Aset ditargetkan disahkan paling lambat 15 Desember 2026. Simak progres dan tahapan pembahasannya di DPR.
BMKG memperingatkan DIY berpotensi mengalami kekeringan hingga akhir 2026 akibat El Nino sangat kuat dan curah hujan yang minim.
Sri Sultan Hamengku Buwono X mempersilakan masyarakat berdemo asal tertib dan tidak merusak. Ia juga mengingatkan soal pemberitahuan ke polisi.