Serangan Udara Myanmar Tewaskan 50 Orang, PBB Minta Kekerasan Dihentikan
Sekjen PBB Antonio Guterres mengecam serangan udara di Rakhine, Myanmar, yang dilaporkan menewaskan 50 orang dan melukai hampir 60 lainnya.
Ilustrasi Whatsapp
Harianjogja.com, JAKARTA—WhatsApp tengah menyiapkan sesuatu yang menarik dalam pembaruannya yang akan datang, yakni fitur baru menjanjikan perubahan cara pengguna menangani obrolan grup; filter obrolan.
Filter ini disetel untuk memberdayakan pengguna, memberi mereka kendali yang belum pernah ada sebelumnya atas percakapan mereka. Hasilnya, fitur ini dapat menyederhanakan pengelolaan dan prioritas pesan pengguna.
Filter baru ini seperti dilansir dari Gizchina Minggu (10/9/2023), membantu pengguna memisahkan grup dengan obrolan individual. Selain itu, mereka telah mengucapkan selamat tinggal pada filter “Pribadi” dan memilih untuk mengganti namanya menjadi “Kontak”.
Perubahan ini menghilangkan kebingungan antara obrolan individu dan grup karena “Pribadi” dulunya mencakup grup dan komunitas. Dengan filter “Kontak”, yang terpenting adalah percakapan individual. Tak ketinggalan, mereka mengucapkan selamat tinggal pada filter “Bisnis”.
BACA JUGA: 21 Kapanewon Berstatus Awas Kekeringan Meteorologis, Ini Daftarnya
Tapi apa ini penting? Tentu saja. Dengan kemampuan memfilter grup, pengguna akan dengan mudah mengorganisir percakapan. Kita semua tergabung dalam berbagai group chat atau obrolan grup pekerjaan, keluarga, teman, hobi, apa saja. Dan saat ini seluruhnya masih bercampur dengan percakapan individual.
Dengan filter ini, pengguna dapat dengan cepat mengakses dan mengatur percakapan grup, mengetahui bahwa filter tersebut secara eksklusif menampung obrolan grup. Ini adalah cara WhatsApp mendengarkan masukan dan permintaan pengguna, sehingga mempermudah pengelolaan obrolan grup yang sudah lama dinantikan.
Filter “Grup” yang ditunggu-tunggu masih dalam tahap pengembangan, namun, filter ini akan segera hadir pada pembaruan mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sekjen PBB Antonio Guterres mengecam serangan udara di Rakhine, Myanmar, yang dilaporkan menewaskan 50 orang dan melukai hampir 60 lainnya.
Empat atlet Indonesia lolos final speed panjat tebing di Nagoya. FPTI membidik medali dan berharap podium dikuasai wakil Indonesia.
DPRD Jogja meminta Rippar 2026–2045 tak hanya mengejar jumlah wisatawan, tetapi juga lama tinggal, belanja, tenaga kerja, dan lingkungan.
Remaja 17 tahun di Berbah, Sleman, dibacok celurit saat pulang memancing. Polisi menangkap dua pelaku yang diduga salah sasaran.
Raja Maroko Mohammed VI menunjuk Fatima Ezzahra El Mansouri sebagai perdana menteri perempuan pertama dalam sejarah negara tersebut.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta agar budaya antikorupsi selalu melekat dalam diri Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan kerjanya.