20 Tahun Gempa Jogja 2006 Jadi Pelajaran Penting bagi BNPB
BNPB menilai pengalaman penanganan gempa Jogja 2006 penting untuk membangun resiliensi berkelanjutan dan ketahanan masyarakat.
Ilustrasi Whatsapp
Harianjogja.com, JAKARTA—WhatsApp tengah menyiapkan sesuatu yang menarik dalam pembaruannya yang akan datang, yakni fitur baru menjanjikan perubahan cara pengguna menangani obrolan grup; filter obrolan.
Filter ini disetel untuk memberdayakan pengguna, memberi mereka kendali yang belum pernah ada sebelumnya atas percakapan mereka. Hasilnya, fitur ini dapat menyederhanakan pengelolaan dan prioritas pesan pengguna.
Filter baru ini seperti dilansir dari Gizchina Minggu (10/9/2023), membantu pengguna memisahkan grup dengan obrolan individual. Selain itu, mereka telah mengucapkan selamat tinggal pada filter “Pribadi” dan memilih untuk mengganti namanya menjadi “Kontak”.
Perubahan ini menghilangkan kebingungan antara obrolan individu dan grup karena “Pribadi” dulunya mencakup grup dan komunitas. Dengan filter “Kontak”, yang terpenting adalah percakapan individual. Tak ketinggalan, mereka mengucapkan selamat tinggal pada filter “Bisnis”.
BACA JUGA: 21 Kapanewon Berstatus Awas Kekeringan Meteorologis, Ini Daftarnya
Tapi apa ini penting? Tentu saja. Dengan kemampuan memfilter grup, pengguna akan dengan mudah mengorganisir percakapan. Kita semua tergabung dalam berbagai group chat atau obrolan grup pekerjaan, keluarga, teman, hobi, apa saja. Dan saat ini seluruhnya masih bercampur dengan percakapan individual.
Dengan filter ini, pengguna dapat dengan cepat mengakses dan mengatur percakapan grup, mengetahui bahwa filter tersebut secara eksklusif menampung obrolan grup. Ini adalah cara WhatsApp mendengarkan masukan dan permintaan pengguna, sehingga mempermudah pengelolaan obrolan grup yang sudah lama dinantikan.
Filter “Grup” yang ditunggu-tunggu masih dalam tahap pengembangan, namun, filter ini akan segera hadir pada pembaruan mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BNPB menilai pengalaman penanganan gempa Jogja 2006 penting untuk membangun resiliensi berkelanjutan dan ketahanan masyarakat.
Gelombang tinggi di Kulonprogo merobohkan tiga warung di Pantai Trisik dan membuat air laut masuk ke dua rumah warga.
Gempa M 7,4 mengguncang Kolombia dan menewaskan 111 orang. Presiden Abelardo de la Espriella memimpin langsung penanganan bencana.
Stafsus Menhan Lenis Kogoya meminta TPNPB menghentikan kekerasan terhadap warga sipil Papua serta tidak mengganggu peringatan HUT ke-81 RI.
film berdurasi 1 jam 38 menit tersebut memberikan gambaran visual mengenai dampak penyalahgunaan narkoba sekaligus upaya pencegahannya.
Enam tangki air bersih disalurkan Gerindra untuk warga Karangtengah, Imogiri, Bantul, yang kembali menghadapi krisis air saat musim kemarau.