Seragam Baru Jukir Solo Dikritik, Wali Kota Singgung QRIS
Wali Kota Solo Respati Ardi tanggapi kritik lomba seragam jukir. Seragam baru akan dilengkapi QRIS untuk dorong parkir cashless.
TikTok - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Platform media sosial Tik Tok menjadi wadah utama bagi para kaum incel menyebarkan ujaran kebencian khususnya bagi para kaum wanita. Kaum incel sendiri memilik makna yang beragam, yang sebagian besar mengarah pada kondisi pria yang kesulitan mendapatkan pasangan, meski sangat mengingingkannya.
Mereka merasa sangat eksklusif dan tidak cocok dengan perempuan era saat ini. Melansir laman Independent.co.uk, Minggu (15/10/2023) studi yang dilakukan oleh peneliti dari Universitas Portsmouth menemukan bahwa kaum incel yang “menonjol” di situs berbagi video Tik Tok kerap menyebarkan video yang memojokkan kaum perempuan.
Studi tersebut menjelaskan, merebaknya sejumlah kelompok incel di Tik Tok didorong oleh kebijakan moderasi yang dinilai belum kebal terhadap pengaruh incel. Di mana, studi ini juga menyebutkan bahwa ideologi incel disebarkan melalui berbagai gaya termasuk melalui penggunaan daya tarik pseudo-ilmiah. “Studi kami menunjukkan bahwa ideologi incel juga hadir, dipopulerkan, dan berkembang pesat di TikTok.” katanya.
Adapun, ujaran kebencian yang kerap disebarkan kaum incel untuk para wanita umumnya disajikan menggunakan grafik, survei, dan informasi palsu dan disalahtafsirkan yang sering kali didasarkan pada psikologi evolusioner dan determinisme biologis untuk mengungkap sifat sebenarnya dari perempuan.
Metode lainnya mencakup daya tarik emosional yang menggunakan media internet viral yang digunakan kembali, termasuk klip TV dan meme, yang menggambarkan penghinaan dan penderitaan laki-laki yang tidak menarik di tangan perempuan untuk menggambarkan laki-laki sebagai korban dan membangkitkan empati.
Adapun, studi tersebut menunjukkan bahwa bahasa yang digunakan cukup lembut dan implisit untuk menghindari moderasi konten, namun cukup berbahaya untuk meluruskan keyakinan yang penuh kebencian seraya dikaitkan dengan seksisme yang lebih luas dan misogini struktural.
Masih mengacu pada studi yang sama, Profesor kejahatan dunia maya dan gender di Universitas Portsmouth, Lisa Sugiura mengatakan bahwa pendekatan yang diambil kaum incel dilakukan secara halus tersebut bertujuan untuk menjangkau khalayak yang lebih luas, termasuk mereka yang mungkin tidak terbiasa dengan seluk-beluk ideologi incel.
BACA JUGA : TikTok Shop Tutup, Transaksi Ditenggat hingga 5 November 2023
“Hal-hal tersebut menghadirkan tantangan bagi pembuat kebijakan dan bahaya nyata bagi perempuan. Seiring dengan semakin populernya TikTok, masih banyak yang harus dilakukan untuk memahami pertumbuhan aktivitas incel di platform ini.” tulis dalam laporan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Wali Kota Solo Respati Ardi tanggapi kritik lomba seragam jukir. Seragam baru akan dilengkapi QRIS untuk dorong parkir cashless.
Hari Jadi Sleman ke-110 berlangsung meriah. Sri Sultan HB X tekankan refleksi dan pelestarian budaya di tengah modernisasi.
Persija menang 3-0 atas Semen Padang di laga terakhir Super League 2026. Gustavo Almeida cetak dua gol, Macan Kemayoran finis ketiga.
Empat mahasiswa Indonesia raih penghargaan di EuroMUN 2026 di Belanda, bukti kualitas generasi muda di level global.
Mahasiswa UGM dan UIN adu inovasi mengubah eks tambang timah Belitung menjadi desa wisata berkelanjutan berbasis lingkungan dan ekonomi kreatif.
Rupiah melemah hingga Rp17.800 per dolar AS. DPR menilai kondisi ini dipicu sentimen, bukan krisis seperti 1998. Ini penjelasannya.