Pemain Jerman Patungan Bantu Suporter ke Stadion Piala Dunia 2026
Pemain Timnas Jerman membantu biaya transportasi suporter menuju Stadion MetLife saat laga Jerman vs Ekuador di Piala Dunia 2026.
Ilustrasi bumi./JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA—Para ilmuwan di China baru-baru ini menemukan fakta jika inti bumi bergetar setiap 8,5 tahun, pada sumbu rotasinya.
Pergeseran ini kemungkinan besar disebabkan oleh ketidakselarasan kecil antara inti dalam dan mantel bumi—lapisan di bawah kerak bumi, menurut studi baru para peneliti.
Mulai sekitar 1.800 mil (2.896 km) di bawah permukaan, inti bumi terbagi menjadi batas luar cair yang berputar-putar dan lapisan dalam yang sebagian besar padat.
Wilayah ini ikut bertanggung jawab atas sejumlah dinamika geofisika planet kita, mulai dari lamanya setiap hari hingga medan magnet bumi yang membantu melindungi umat manusia dari sinar berbahaya yang dipancarkan matahari.
Kemiringan inti dalam yang baru ditemukan ini pada akhirnya dapat menyebabkan perubahan bentuk dan gerakan inti cair, yang mengarah pada potensi pergeseran medan magnet bumi, menurut penelitian yang diterbitkan pada 8 Desember di jurnal Nature Communications.
Untuk lebih memahami cara kerja inti bumi, para peneliti geofisika, yang dipimpin oleh Hao Ding dari Universitas Wuhan, pada 2019 menganalisis pergerakan sumbu rotasi bumi relatif terhadap keraknya, yang dikenal sebagai rotasi kutub.
Mereka mendeteksi sedikit penyimpangan dalam gerakan kutub yang terjadi kira-kira setiap 8,5 tahun, yang menunjukkan potensi adanya “goyangan inti dalam,” mirip dengan goyangan gasing yang berputar.
Dalam studi terbaru mereka, Ding dan rekan penulisnya lebih jauh mengkonfirmasi siklus ini dengan mengukur pergeseran kecil panjang hari di seluruh dunia yang dikendalikan oleh pergerakan periodik sumbu rotasi bumi dan membandingkannya dengan variasi gerakan kutub yang mereka lakukan sebelumnya. diidentifikasi.
"Data mereka menunjukkan bahwa goyangan ini kemungkinan besar disebabkan oleh kemiringan 0,17 derajat antara inti dalam bumi dan mantel yang bertentangan dengan teori rotasi bumi tradisional yang mengasumsikan bahwa sumbu rotasi inti dalam bumi dan sumbu rotasi bumi. mantelnya bertepatan," kata Ding, dilansir dari Live Science.
BACA JUGA: Penguatan IPTEK Jadi Kunci Daya Saing
Kemiringan ini mungkin menunjukkan bahwa belahan bumi barat laut dari inti dalam mungkin sedikit lebih padat dibandingkan lapisan lainnya, dan terdapat juga perbedaan kepadatan antara inti dalam dan luar bumi, menurut penelitian.
"Studi baru ini membantu melihat perbedaan komposisi antara logam di inti padat bagian dalam dan bagian luar yang cair serta memperkirakan arah dan kecepatan goyangan inti bagian dalam,” kata John Vidale, seorang profesor ilmu bumi di Universitas Southern California.
Tim peneliti mengesampingkan pengaruh atmosfer, samudera, dan hidrologi yang mungkin menyebabkan penyimpangan gerakan kutub selain goyangan inti dalam.
Namun, sulit untuk memastikan bahwa sumber-sumber ini tidak berperan karena diperlukan banyak ahli untuk menyusun analisis yang dilakukan dalam penelitian ini,” menurut Vidale.
Ke depan, penemuan ini dapat membantu para peneliti memahami dinamika inti bumi dan proses yang berdampak pada umat manusia, mulai dari gempa bumi hingga perubahan medan magnet.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Pemain Timnas Jerman membantu biaya transportasi suporter menuju Stadion MetLife saat laga Jerman vs Ekuador di Piala Dunia 2026.
Prabowo mengusulkan Destry Damayanti sebagai calon Gubernur BI dan Aida Budiman sebagai Deputi Senior. DPR segera gelar fit and proper test.
Imigrasi menolak 9.394 paspor sepanjang Januari-Juli 2026 karena terindikasi TPPO dan pekerja migran ilegal.
Dua perkara pelanggaran miras dan minuman oplosan di Bantul diputus dengan total denda Rp16 juta. Barang bukti turut dimusnahkan.
Harga oli Pertamina Lubricants naik rata-rata 17% sejak Juni 2026 akibat kenaikan biaya produksi dan tekanan nilai tukar.
Anak gajah Yuna mati di PLG Saree Aceh diduga terinfeksi EEHV. BKSDA Aceh melakukan deteksi dini terhadap gajah anakan lainnya.