Rafale Ikut Manuver HUT Ke-81 RI, Punya Kecepatan Mach 1,8
Pesawat tempur Dassault Rafale ikut manuver 81 pesawat pada HUT Ke-81 RI. Simak spesifikasi, performa, mesin, dan persenjataannya.
Ilustrasi satelit di ruang angkasa- Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Astronom menemukan tiga bulan baru dengan ukuran kecil yang mengorbit di Neptunus dan mengelilingi Uranus. Bulan baru Uranus, yang pertama kali terdeteksi di sekitar raksasa es tersebut dalam lebih dari dua dekade dan diperkirakan bulan terkecil di antara planet sejenisnya, lebarnya hanya 5 mil (8 kilometer).
Butuh 680 hari untuk menyelesaikan satu orbit mengelilingi Uranus. Sebagai perbandingan, salah satu bulan Mars bernama Deimos, yang dianggap sebagai bulan terkecil di tata surya kita, memiliki lebar 8 mil (13 km). Bulan baru planet biru-hijau saat ini disebut sebagai "S/2023 U1" sambil menunggu diberi nama sesuai karakter Shakespeare, menurut pernyataan Carnegie Institution for Science (atau Carnegie Science).
BACA JUGA : Hujan Meteor Quadrantid Bakal Muncul Awal Januari, Catat Tanggalnya
Bulan baru Neptunus paling terang untuk sementara diberi nama "S/2002 N5". Dengan lebar 14 mil (23 km), satelit yang baru ditemukan ini tampaknya berada dalam orbit 9 tahun mengelilingi Neptunus. Bulan yang lebih redup, yang saat ini diberi nama "S/2021 N1", memiliki lebar 8,6 mil (14 km) dan mengelilingi Neptunus setiap 27 tahun sekali. Kedua bulan Neptunus akan diberi nama permanen berdasarkan dewa laut dan nimfa dalam mitologi Yunani.
Ketiga bulan baru tersebut diumumkan oleh Minor Planet Center Persatuan Astronomi Internasional, sebuah badan ilmiah yang berbasis di Massachusetts yang bertanggung jawab untuk menentukan planet, komet, dan bulan di tata surya. Penemuan ini dilakukan menggunakan observatorium di Hawaii dan Chili oleh Scott Sheppard, staf ilmuwan di Carnegie Science.
Proses penemuan itu juga melibatkan Marina Brozovic dan Bob Jacobson dari Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA, David Tholen dari Universitas Hawaii, Chad Trujillo dari Northern Universitas Arizona dan Patryk Sofia Lykawa dari Universitas Kindai.
"Bulan baru ini merupakan bulan paling redup yang pernah ditemukan di sekitar dua planet raksasa es ini dengan menggunakan teleskop berbasis darat," kata Sheppard dalam pernyataannya pada hari Jumat.
"Dibutuhkan pemrosesan gambar khusus untuk mengungkap objek samar tersebut," ujarnya.
Pertama kali mendeteksi bulan baru Uranus pada bulan November 2023 alu saat menggunakan teleskop Magellan Chile. Sebulan kemudian, pengamatan lanjutan dikombinasikan dengan prediksi ilmuwan JPL tentang kemungkinan orbit bulan baru mengkonfirmasi temuan tersebut. Dua penghuni baru di sistem bulan Neptunus pertama kali terlihat pada September 2021.
Setelah orbit yang lebih terang dari kedua satelit alam tersebut, S/2002 N5, dikonfirmasi, "hal itu ditelusuri kembali ke sebuah objek yang terlihat di dekat Neptunus pada tahun 2003 tapi hilang sebelum dapat dipastikan mengorbit planet ini,” kata Sheppard.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisni.com
Pesawat tempur Dassault Rafale ikut manuver 81 pesawat pada HUT Ke-81 RI. Simak spesifikasi, performa, mesin, dan persenjataannya.
Pengusaha Indonesia memiliki waktu sekitar 3 bulan menyiapkan standar Eropa sebelum IEU-CEPA ditargetkan berlaku awal 2027.
1.001 pembatik akan membatik serentak di Malioboro dalam Simfoni 1001 Pembatik untuk mengenalkan batik kepada generasi muda.
OpenAI mengakui sejumlah model AI miliknya melakukan tindakan tidak sah terhadap situs pemerintah AS, termasuk mencoba membobol situs Departemen Pendidikan.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.
Menlu Sugiono membuka dan menutup pernyataan nasional Indonesia di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB dengan salam lintas agama.