Kejagung Tetapkan 4 Tersangka Baru Korupsi IUP PT QSS
Kejagung menetapkan empat tersangka baru kasus korupsi IUP PT QSS terkait dugaan ekspor bauksit ilegal di Kalimantan Barat.
Siswa SMA Progresif Sidoarjo Firdhea Rahma Cahyani (dua kiri) menjelaskan hasil karya energi listrik dari bahan limbah makanan pada kegiatan Progresif Science and Innovation Exhibition (PSIE) di sekolah setempat, Sabtu (25/5/2024). – Antara/Umarul
Harianjogja.com, SIDOARJO—Sisa bahan makanan yang difermentasi bisa diubah menjadi energi listrik. Hal ini berhasil diciptakan oleh Siswa SMA Progresif Bumi Shalawat (SMASIF) Sidoarjo, Jawa Timur.
Salah satu siswa Firdhea Rahma Cahyani kelas XI ICP 1 SMASIF saat dikonfirmasi di Sidoarjo, Sabtu mengatakan ide pembuatan energi listrik dengan menggunakan sisa makanan tersebut dari banyaknya siswa makanan yang dibuang di tempat sampah.
"Dari situ kemudian bersama teman-teman melakukan penelitian dan berhasil menciptakan energi listrik tersebut," katanya di sela kegiatan Progresif Science and Innovation Exhibition (PSIE) di sekolah setempat.
Ia menjelaskan, proses pembuatan sederhana yaitu sisa makanan tersebut difermentasi dengan menggunakan bakteri baik, dan selanjutnya dimasukkan ke dalam wadah.
"Setelah itu dikombinasikan dengan bahan penyeimbang dan ada di dalam laboratorium. Dari prototipe tersebut kemudian tercipta energi listrik dengan harapan bisa menjadi energi baru terbarukan," katanya.
Ia mengatakan, sisa makanan yang sudah tidak menghasilkan energi listrik nantinya bisa digunakan sebagai kompos, menyusul hasil limbah akhir sisa makanan tersebut sudah tidak berbau dan ramah lingkungan.
“Hasil karya kami yang berhasil meraih medali perak dalam ajang IPITEX 2024 di Bangkok Thailand. Acara tersebut merupakan kompetensi ilmiah yang dihelat oleh National Research Council of Thailand dengan kategori Protection of the Environment/ Energy/ Water/ Power and Electricity/ Green Technology," tuturnya.
BACA JUGA: Festival Kuliner Mataraman, Penyajian Ribuan Porsi Mi Lethek Pecahkan Rekor Muri
Kepala SMASIF Misbahul Munir sangat mendukung adanya acara ini karena para siswa ditanamkan nilai-nilai entrepreneur yang sangat berguna bagi mereka ketika menghadapi masa depannya nanti.
"Itu keunggulan SMA Progresif Bumi Shalawat, di sini mereka disiapkan untuk menjawab semua tantangan yang ada. Para guru juga rela membimbing dari hulu sampai hilirnya. Dari tahap awal sampai akhir. Sehingga apa saja tantangannya, mereka siap," kata dia.
Misbahul Munir menambahkan, tahun depan, PSIE akan mengusung konsep baru yang lebih inovatif dan meriah serta jenis-jenis produk baru yang dihasilkan para siswa.
"Tentunya kami akan terus berinovasi supaya hasil karya siswa ini bisa berguna bagi masyarakat," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kejagung menetapkan empat tersangka baru kasus korupsi IUP PT QSS terkait dugaan ekspor bauksit ilegal di Kalimantan Barat.
Mahasiswa UGM dan UIN adu inovasi mengubah eks tambang timah Belitung menjadi desa wisata berkelanjutan berbasis lingkungan dan ekonomi kreatif.
Rupiah melemah hingga Rp17.800 per dolar AS. DPR menilai kondisi ini dipicu sentimen, bukan krisis seperti 1998. Ini penjelasannya.
Program MBG menjangkau 62,4 juta penerima di Indonesia. Siswa mendominasi, total 8,3 miliar porsi telah disalurkan sejak 2025.
BTN telah menyalurkan 6 juta KPR untuk desil 3. Simak strategi KPR subsidi, BSPS, hingga digitalisasi untuk menjangkau masyarakat unbanked.
Megawati Soekarnoputri bersama keluarga melakukan pertemuan dan santap malam dengan Raja Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan Hamengku Buwono X