5 Cara Menghemat Air saat Kemarau agar Persediaan Tetap Aman
Simak lima tips menghemat air saat musim kemarau, mulai memanfaatkan air bekas hingga memeriksa kebocoran saluran air di rumah.
Pemaparan data terkait kejahatan digital dan sistem keamanan jaringan komputer. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Perkembangan teknologi dengan bermunculannya berbagai jenis platform ternyata diikuti dengan banyaknya serangan siber atau kejahatan digital. Butuh cara khusus untuk melakukan antisipasi serta penanganan kasus kejahatan digital melalui investigasi yang cepat dan akurat.
Peneliti dari Konsentrasi Forensika Digital Program Studi Informatika Program Magister FTI UII Muhamad Maulana secara khusus mengupayakan penanganan kasus kejahatan digital lewat sistem yang ia ciptakan. Ia menilai salah satu tantangan terbesar setiap negara adalah menghadapi penanganan bukti digital, membutuhkan pendekatan yang prosedural dan ilmiah. Forensik jaringan merupakan sub-bidang dari digital forensik yang menangani bukti digital pada sistem jaringan komputer.
"Salah satu isu utama dalam penanganan bukti digital pada sistem jaringan adalah besarnya volume dan data tidak teratur. Hal ini dapat memperlambat dan menghambat proses investigasi. Oleh karena itu, ada kebutuhan untuk teknologi yang dapat mempercepat dan mempermudah proses investigasi," kata Maulana dalam rilisnya.
Ia memanfaatkan peran machine learning dapat membantu meningkatkan efisiensi investigasi, khususnya dalam menangani data tangkapan pada sistem jaringan komputer. Penelitiannya fokus pada klasifikasi jenis serangan yang terjadi pada sistem jaringan dengan menggunakan data tangkapan dari insiden yang relevan.
"Dengan menerapkan machine learning, khususnya algoritma Support Vector Machine [SVM] dengan kernel rbf, diharapkan proses investigasi dapat lebih cepat dan akurat," ujarnya.
Pilihan SVM dengan kernel rbf didasarkan pada akurasi klasifikasinya yang tinggi dan kemampuan untuk mengatasi dataset yang terpisah secara linear dengan banyak fitur. "Ini bisa menjadi rekomendasi bagi para praktisi forensik jaringan tentang cara terbaik untuk mengklasifikasikan serangan yang terjadi pada sistem jaringan," ujarnya.
Manajer Akademik Keilmuan Program Studi Informatika Program Magister FTI UII Ahmad Luthfi menambahkan penggunaan machine learning dalam investigasi memiliki peran pada saat analisis data, algoritma yang digunakan dapat meningkatkan kualitas, waktu proses dan keakuratan proses analisis data. Proses analisis semi-otomatis dengan memanfaatkan beberapa framework ekstraksi data. Hal yang menjadi pembeda pada analisis konvensional, semi-otomatis dan machine learning terletak pada proses dan hasilnya.
"Investigator perlu memahami alat bantu seperti wireshark yang digunakan dalam analisis file .pcapng secara konvensional, sebagai contoh untuk menampilkan data investigator perlu mengetahui perintah pada aplikasi untuk membantu dalam pencarian data tersebut dan tetap perlu memeriksanya pada setiap frame," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Simak lima tips menghemat air saat musim kemarau, mulai memanfaatkan air bekas hingga memeriksa kebocoran saluran air di rumah.
KPK mendalami dugaan pemberian uang dari PT Blueray Cargo kepada oknum Ditjen Bea Cukai dengan memeriksa Iskandar HP Sitorus sebagai saksi.
Pengangguran DIY naik menjadi 70.560 orang pada Mei 2026. BPS dan Disnakertrans mengungkap penyebab serta strategi menekan TPT.
Sebanyak 25.640 siswa di Gunungkidul menjadi sasaran BIAS 2026 dengan vaksin MR, TD, dan HPV. Target cakupan imunisasi mencapai 95%.Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL
Pelaku pencurian HP yang viral di Kasihan, Bantul, berhasil ditangkap polisi setelah rekaman CCTV dan informasi warga mengungkap identitasnya.
Pemkab Banyumas mengkaji pengadaan motor listrik untuk kepala desa dan penilik sekolah demi efisiensi operasional serta mendukung kendaraan ramah lingkungan.