Prabowo Pimpin Rapat DEN 2026, Bahas Stok BBM dan Target E50
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat DEN 2026 untuk mengamankan stok BBM nasional, mengejar target E50, dan membahas RUU Migas.
Ponsel pintar, aplikasi ponsel ilustrasi - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Diperkirakan sebanyak 11 juta perangkat berbasis android terkena malware necro yang sulit dideteksi.
Malware ini berisiko merusak sistem dan membuat kinerja ponsel pintar Android menjadi lemot.
Diketahui, Android menjadi salah satu perangkat lunak primadona. Sejumlah merek ternama seperti Samsung, Xiaomi, Vivo, Oppo dan lain sebagainya masih menggunakan Android untuk beroperasi.
Malware Necro dirancang untuk menghasilkan pendapatan bagi penyerang dengan menjalankan proses di latar belakang ponsel. Pengguna akan merasakan penurunan kinerja, sementara itu malware Necro dirancang untuk tidak terdeteksi.
“Singkatnya, malware tersebut membuka dan mengeklik iklan untuk menghasilkan pendapatan iklan, tetapi melakukannya melalui jendela yang tidak terlihat,” tulis Kaspersky dalam laporannya, dikutip Senin (30/9/2024).
Peneliti keamanan di Kaspersky SecureList mengungkapkan malware Necro telah ditemukan di lebih dari 11 juta smartphone Android.
Terdapat sejumlah fitur yang terinfeksi virus ini seperti Wuta Camera dan Max Browser.
Digital Trends melaporkan mod WhatsApp dari sumber tidak resmi juga membawa malware, serta mod Spotify yang disebut Spotify Plus. Laporan tersebut juga menyinggung sejumlah mod yang terinfeksi untuk gim seperti Minecraft dan Melon Sandbox.
Dalam wawancara dengan Fox, Google menyatakan bahwa semua aplikasi terinfeksi yang diketahui telah dihapus dan sebagian besar pengguna seharusnya dilindungi oleh Google Play Protect, antivirus bawaan pada sebagian besar perangkat Android.
BACA JUGA: Bawaslu Sebut Masyarakat Harus Tahu Boleh Nyoblos Kotak Kosong di Pilkada
Jika Anda khawatir perangkat Anda mungkin telah terinfeksi malware Necro atau perangkat lunak berbahaya lainnya, gunakan pemindai antivirus yang andal. Ada beberapa program antivirus berbeda yang tersedia untuk perangkat Android, dan kami memiliki panduan praktis tentang cara menghapus malware dan virus dari ponsel Android.
Virus malware menjadi salah satu ancaman nyata di dunia siber saat ini. Bahkan virus tersebut disebut juga digunakan untuk mencuri data dan sen
Arkansas, negara bagian Amerika Serikat (AS) menggugat pemilik aplikasi belanja online asal China, Temu, lantaran dinilai memiliki kekuatan untuk mencuri data konsumen AS dan secara fungsional merupakan perangkat lunak berbahaya dan jahat, atau yang dikenal sebagai malware.
Jaksa Agung Tim Griffin menyampaikan, Temu dan perusahaan induknya PDD Holdings Inc. telah terlibat dalam praktik perdagangan yang menipu, dengan kebijakan pengumpulan data yang diterapkan perusahaan tersebut.
BACA JUGA: Bawaslu Sebut Masyarakat Harus Tahu Boleh Nyoblos Kotak Kosong di Pilkada
“Meskipun dikenal sebagai platform e-commerce, Temu pada dasarnya adalah malware dan spyware,” kata Griffin.
Griffin menyebut, aplikasi itu sengaja dirancang untuk mendapatkan akses tanpa batas ke sistem operasi ponsel pengguna. Temu juga disebut mengabaikan pengaturan privasi data pada perangkat pengguna, dan memonetisasi pengumpulan data yang tidak sah.
Untuk mendukung tuduhan tersebut, Griffin juga mengarah pada Google yang untuk sementara waktu menangguhkan aplikasi Pinduoduo milik PDD setelah versi yang tidak ada di Play Store ditemukan mengandung malware, dan Apple untuk sementara waktu menarik Temu dari App Store iOS karena gagal mengikuti aturan privasi wajib pada data pelacakan.
Kendati begitu, dokumen tersebut tidak memberikan bukti langsung adanya mata-mata. Sebaliknya, laporan ini mengutip komentar dari kelompok pihak ketiga, termasuk perusahaan short-selling, yang khawatir dengan banyaknya data yang diduga dapat dikumpulkan Temu dari ponsel pengguna.
“Singkatnya, Temu tidak hanya mencari serangkaian data sensitif yang sangat banyak, jauh melampaui apa yang diperlukan atau bahkan dapat dibenarkan untuk aplikasi belanja, tetapi juga melakukannya dengan cara yang sengaja dirahasiakan dan sengaja dirancang untuk menghindari deteksi,” data gugatan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat DEN 2026 untuk mengamankan stok BBM nasional, mengejar target E50, dan membahas RUU Migas.
Pesawat F-2000 Italia terkena serangan di Pangkalan Udara Ta'if, Arab Saudi, saat serangkaian serangan terjadi di kawasan tersebut.
Kemenkeu menyatakan dana angsuran pertama KDKMP sebesar Rp40 triliun sudah disiapkan, tetapi masih menunggu tagihan Himbara.
Kekeringan melanda 17 kapanewon di Gunungkidul. Sebanyak 2.811 tangki atau 14,05 juta liter air bersih telah disalurkan.
DKP Bantul mengungkap kendala UMKM olahan ikan menembus pasar ekspor, mulai kapasitas produksi hingga rantai pasok.
Dispar Kulonprogo mempertemukan 30 pengelola desa wisata dengan 30 buyer Jateng-DIY melalui business matching paket wisata.