IHSG Diprediksi Menguat, Menkeu Purbaya: Tinggal Tunggu Waktu
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa optimistis IHSG akan rebound pekan depan didukung fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai tetap kuat.
Ilustrasi Mercedes Benz./Bisnis Indonesia-Dwi Prasetya
Harianjogja.com, JAKARTA -Penjualan mobil Mercedes-Benz mengalami penurunan pada kuartal kedua tahun 2025 menjadi pengingat akan dampak yang ditimbulkan oleh langkah Presiden Trump.
Laman Carscoops, Rabu, melaporkan, penjualan Mercedes turun sembilan persen secara keseluruhan dalam tiga bulan hingga akhir Juni dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024.
Penjualan kendaraan penumpang pada kuartal dua ini 453.700 unit, dibandingkan dengan 496.700 pada periode sebelumnya. Kebijakan tarif AS bukan satu-satunya alasan penurunan tersebut, tetapi tentu saja ada andilnya, dan mereka melakukannya dua kali lipat.
Penjualan mobil dan SUV Mercedes di AS merosot 12 persen menjadi 74.600 selama periode di mana impor mobil dari Eropa terpukul oleh tarif impor yang lebih tinggi.
Meskipun Mercedes membangun model-model utama seperti GLE dan GLS di pabrik Alabama, AS, Mercedes memasok lebih banyak model termasuk E-Class, S-Class, dan GLC dari Eropa.
Dan meskipun asal AS mereka menyelamatkan GLE dan GLS dari dampak langsung kebijakan tarif Trump, mereka terkena dampak secara tidak langsung.
BACA JUGA: Ini Dia Mobil Terlaris Sepanjang Januari-Juni 2025, Toyota dan Daihatsu Masih Memimpin
Karena ketika Trump mengumumkan tarif atas barang-barang dari China, negara Asia tersebut membalasnya dengan mengumumkan tarifnya sendiri atas barang-barang dari AS. Akibatnya, penjualan Mercedes di China merosot sebesar 19 persen menjadi 140.400 di kuartal dua 2025.
Namun, penjualan Mercedes akan tetap turun di China bahkan jika tindakan provokatif Trump tidak merusak keharmonisan perdagangan antara China, AS, dan Eropa.
Pada kuartal satu, sebelum tarif diberlakukan, merek ini melaporkan bahwa penjualan di Tiongkok turun 10 persen.
Mercedes juga mengungkapkan bahwa penjualan mobil listriknya mengalami penurunan yang mengkhawatirkan tahun ini.
Pengiriman mobil bertenaga baterai turun 24 persen pada kuartal dua (menjadi 35.000) dan 19 persen dalam enam bulan pertama tahun 2025 (menjadi 75.700).
Namun, produsen mobil tersebut mencoba untuk menunjukkan nada optimis dengan mengklaim bahwa pesanan untuk CLA baru, yang memiliki opsi EV, “mendapatkan momentum” dan mengingatkan bahwa lebih banyak varian mobil tersebut, ditambah GLC listrik baru, akan tiba akhir tahun ini.
Hal ini juga menyoroti pertumbuhan yang kuat dalam hibrida plug-in (PHEV), yang penjualannya meningkat 34 persen secara global, membantu mobil listrik mencapai 40 persen dari semua model Mercedes yang terjual di Eropa dan 21 persen di seluruh dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa optimistis IHSG akan rebound pekan depan didukung fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai tetap kuat.
Normalisasi sungai di Jogja terhambat pemangkasan anggaran. BBWSO dan Pemkot andalkan kolaborasi untuk tangani Kali Code.
Skuad Inggris untuk Piala Dunia 2026 resmi dirilis. Phil Foden dan Cole Palmer tak masuk, ini daftar lengkap 26 pemain pilihan Tuchel.
Pemadaman listrik massal di Sumatera picu keluhan warga. PLN akui gangguan sistem, namun pelanggan soroti minimnya respons.
DPRD DIY ungkap persoalan serius perfilman Jogja, dari perizinan hingga perlindungan pekerja. Raperda disiapkan untuk menata industri.
Kemenko PMK dan TWC perkuat 10 sekolah di Sesar Opak lewat program SPAB. Momentum 20 tahun Gempa Jogja dorong budaya sadar bencana.