WeatherNext 3 Meluncur, AI Google Bikin Prediksi Cuaca Lebih Detail
Google DeepMind merilis WeatherNext 3, AI prediksi cuaca global yang menghasilkan prakiraan setiap jam dengan resolusi hingga 5 km.
Model berpose di samping Hyundai Santa Fe belum lama ini./Solopos-Sunaryo Haryo Bayu
Harianjogja.com, JOGJA—Hyundai Motor Company mengumumkan penarikan kembali (recall) terhadap sejumlah model Tucson dan Santa Fe produksi 2025. Recall ini dilakukan karena ditemukan masalah pada baut batang piston (connecting rod) yang dinilai kurang dikencangkan dengan benar saat proses perakitan.
BACA JUGA: Mangga Kaya Senyawa Bioaktif
Autoevolution melaporkan, torsi rendah pada baut connecting rod dapat menyebabkan ketukan tidak normal yang berisiko mengakibatkan hilangnya daya gerak secara tiba-tiba. Batang penghubung yang rusak bisa menusuk blok mesin, menyebabkan kebocoran oli yang dapat terbakar apabila kontak dengan manifold buang atau komponen ruang mesin yang panas.
Hyundai Motor America mengidentifikasi masalah serius ini yang memengaruhi 29 crossover produksi untuk pasar Amerika Serikat. Model-model ini berasal dari pabrik Hyundai Motor Manufacturing Alabama.
Jika oli mesin hilang dalam jumlah besar akibat masalah tersebut, lampu peringatan mesin dan tekanan oli akan menyala. Hyundai Motor America mencantumkan tiga nomor komponen untuk tiga versi mesin yang terkait dengan Tucson dan Santa Fe.
Penarikan ini mencakup kendaraan produksi Hyundai Motor Manufacturing Alabama, yaitu Hyundai Tucson (model 2025 & 2026) produksi antara 5 Februari 2025 hingga 7 Agustus 2025, serta Hyundai Santa Fe (model 2025 & 2026) produksi antara 18 Februari 2025 hingga 8 Agustus 2025.
Dealer resmi akan melakukan perbaikan secara gratis, namun prosesnya memerlukan waktu karena surat pemberitahuan kepada pelanggan akan dikirim paling lambat 24 Oktober 2025.
Pada Juli 2025, Hyudai Tucson menjadi model terlaris Hyundai di pasar AS dengan 129.716 unit terjual sepanjang tahun ini. Sedangkan Santa Fe juga mencatat penjualan yang cukup baik, mencapai 79.206 unit antara Januari hingga Juli 2025.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Google DeepMind merilis WeatherNext 3, AI prediksi cuaca global yang menghasilkan prakiraan setiap jam dengan resolusi hingga 5 km.
BMKG memantau sebaran abu vulkanik Anak Krakatau hingga 50.000 kaki yang berdampak pada empat bandara dan keselamatan penerbangan.
Bandara YIA membatalkan 9 penerbangan dan menunda 1 penerbangan akibat dampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.
Abu vulkanik Anak Krakatau menyebar hingga Pekalongan, Pariaman, dan Padang Panjang. Tiga bandara menghentikan operasi sementara.
Marc Klok membidik kemenangan Persib Bandung atas PSM Makassar pada laga perdana BRI Super League 2026/2027 di GBLA.
Abu vulkanik Anak Krakatau terpantau hingga 50.000 kaki dan menyebar ke Jabodetabek, Banten, Lampung, Bengkulu hingga Sumatra Selatan.