Es Teh Sebaiknya Diminum Tawar, Ini Penjelasan Manfaatnya
Teh es tawar bukan sekadar minuman segar, tapi punya manfaat untuk jantung, gula darah, hingga fungsi otak.
Generasi Z - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Generasi Z dan milenial kini tidak hanya menilai pekerjaan dari sisi gaji semata. Survei global Deloitte terhadap lebih dari 23.000 responden di 44 negara menemukan tiga hal utama yang dicari dua generasi ini, yakni keamanan finansial, arti atau makna dalam pekerjaan, serta kesejahteraan hidup (well-being).
Michele Parmelee, Deloitte Global Deputy CEO, menegaskan generasi muda semakin serius menuntut keseimbangan dalam dunia kerja.
“Gen Z dan milenial sedang berfokus pada pertumbuhan, baik dalam arti finansial maupun pribadi. Mereka ingin memiliki keamanan finansial, pekerjaan yang bermakna, dan kesejahteraan. Itu bukan lagi pilihan tambahan, melainkan kebutuhan utama,” ujarnya dikutip dari rilis resmi Deloitte, Mei 2025.
Hampir 9 dari 10 responden menilai pekerjaan bermakna menjadi kunci kepuasan kerja dan kesehatan mental. Mereka menekankan bahwa keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan lebih penting dibanding sekadar upah tinggi.
Selain itu, mayoritas Gen Z dan milenial percaya teknologi kecerdasan buatan generatif (GenAI) akan memengaruhi cara mereka bekerja dalam waktu dekat.
BACA JUGA: Satelit Nusantara 5 Terbesar di Asia, Resmi Mengudara
GenAI dinilai berpotensi meringankan beban kerja dan memberi waktu lebih untuk aktivitas yang bermakna, meski muncul kekhawatiran soal hilangnya pekerjaan akibat otomatisasi.
Hasil serupa ditunjukkan survei Ernst & Young (EY) yang melibatkan 10.000 responden Gen Z berusia 18–34 tahun. Andy Baldwin, EY Global Managing Partner, mengatakan generasi muda menolak standar lama yang mengukur kedewasaan hanya dari karier atau harta.
“Prioritas utama Gen Z jelas: hubungan yang sehat, kesehatan fisik dan mental, serta stabilitas finansial. Generasi ini mendefinisikan ulang arti kedewasaan dengan menolak standar lama yang hanya menilai dari harta atau karier semata,” katanya.
Sementara laporan Investopedia menegaskan mayoritas Gen Z lebih memilih keseimbangan hidup dan ketenangan pikiran dibanding mengejar penghasilan besar. Seorang analis Investopedia bahkan menyebut, “Banyak Gen Z rela kehilangan beberapa digit rupiah di slip gaji demi mendapatkan jam tidur yang lebih panjang. Itu jelas berbeda dengan generasi sebelumnya yang menganggap lembur sebagai tanda loyalitas.”
Temuan ini memberi sinyal kepada perusahaan agar tidak hanya berfokus pada kompensasi finansial. Perusahaan dituntut menghadirkan lingkungan kerja yang sehat, fleksibel, serta mendukung kesehatan mental karyawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Deloitte Global 2025 Gen Z and Millennial Survey (Deloitte.com), EY The First Global Generation: Adulthood Reimagined, Investopedia
Teh es tawar bukan sekadar minuman segar, tapi punya manfaat untuk jantung, gula darah, hingga fungsi otak.
Pembongkaran SDN Nglarang untuk proyek Tol Jogja-Solo rampung. Lahan kini 100% bebas, proyek masuk tahap penimbunan dan pengecoran.
Wali Kota Solo Respati Ardi prioritaskan guru dan nakes dalam rekrutmen CASN. Pemkot kejar solusi kekurangan tenaga pendidikan.
Perubahan tampak pada pembaruan Grand Vitara, yaitu penyematan Electronic Parking Brake yang menggantikan sistem tuas rem parkir mekanis pada keluaran sebelumny
Menkeu Purbaya dan Menteri ESDM Bahlil bahas strategi peningkatan PNBP, swasembada energi, dan listrik desa. Ini target dan datanya.
Merokok meningkatkan risiko kanker mulut secara signifikan. Ketahui penyebab, dampak, dan cara menurunkannya menurut dokter.