Manchester City Bersalah 114 Dakwaan, Soriano Tetap Melawan
Manchester City dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan. Ferran Soriano menegaskan proses hukum masih panjang dan klub akan melawan.
Logo Apple - ist/apple inc
Harianjogja.com, JOGJA— Apple mengancam akan menyetop penjualan produk utamanya, seperti iPhone, di pasar Eropa, menyusul adanya Undang-Undang Pasar Digital (Digital Markets Act/DMA).
DMA berlaku sejak 2023, dirancang untuk mencegah praktik monopoli digital dengan mewajibkan keterbukaan dan interoperabilitas antar sistem. Namun, menurut Apple, UU ini justru menimbulkan risiko serius.
BACA JUGA: Ribuan Data Anak Dicuri
Dalam pengajuan tinjauan ke Komisi Eropa, Apple meminta agar UU antimonopoli tersebut segera dicabut. Apple berargumen bahwa DMA menciptakan pengalaman yang lebih buruk bagi pengguna, terutama dalam hal keamanan dan kelancaran sistem.
Apple mencontohkan penundaan peluncuran beberapa fitur penting di Uni Eropa karena tuntutan interoperabilitas DMA.
Fitur seperti terjemahan langsung (live translation) lewat AirPods ditunda karena DMA menuntut earphone merek lain bisa berfungsi dengan iPhone, yang menurut Apple berisiko membuat kompetitor mengakses data percakapan pengguna, menimbulkan masalah privasi.
Selain itu, fitur Mirroring Layar iPhone ke laptop juga ditunda karena Apple kesulitan menemukan cara aman untuk dihubungkan dengan perangkat non-Apple tanpa membahayakan data iPhone pengguna.
"Dengan DMA, daftar fitur yang tertunda di Uni Eropa kemungkinan bertambah banyak dan pengalaman pengguna produk kami di Uni Eropa akan semakin tertinggal," katanya dikutip dari The Guardian, Senin (29/9/2025).
Selain isu teknis, Apple juga menilai DMA menciptakan persaingan yang tidak adil. Apple menuding aturan tersebut hanya menyasar mereka, sementara kompetitor utama dibiarkan bebas berinovasi.
“Aturan DMA hanya berlaku untuk Apple, walaupun Samsung adalah pemimpin pasar smartphone Eropa dan perusahaan China berkembang pesat. DMA justru menyasar Apple, dan membiarkan para kompetitor bebas berinovasi,” tegas Apple.
Menyusul kecaman dan tuntutan pencabutan UU tersebut, Komisi Eropa dengan tegas menolak permintaan Apple hanya berselang satu hari setelah pengajuan dilayangkan.
"Sama sekali tidak berniat (mencabut DMA)," kata juru bicara urusan teknologi Komisi Eropa, Thomas Regnier, dikutip dari Times of India.
"Dan, tidak ada satu pun dalam DMA yang mewajibkan perusahaan untuk menurunkan standar privasi dan keamanan mereka,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Manchester City dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan. Ferran Soriano menegaskan proses hukum masih panjang dan klub akan melawan.
Maarten Paes disorot media Vietnam setelah Indonesia menahan Malaysia 0-0. Paes dinilai berperan penting saat Garuda bermain 10 pemain.
Cara cek BPJS Kesehatan nunggak atau tidak bisa dilakukan lewat Mobile JKN, PANDAWA, dan Care Center 165. Simak langkah lengkapnya.
SUV boxy makin populer di pasar global. Desainer Chery menilai desain mengotak bukan sekadar tren dan punya alasan fungsional.
Amri/Nita meraih medali perak Asian Games 2026 setelah kalah 19-21, 8-21 dari Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin di final.
Tiongkok menjadi negara dengan gelar juara umum Asian Games terbanyak. Simak daftar gelar Tiongkok, Jepang, dan posisi terbaik Indonesia.