Kata BP Batam Soal Nvidia dan Firmus Bangun Pusat AI Raksasa
Batam siap jadi pusat AI global! Nvidia, Firmus, DayOne bangun pabrik chip 170.000 GPU senilai Rp400 triliun. Dampak ekonomi dan lapangan kerja menggeliat!
BYD.ist
Harianjogja.com, JAKARTA—Pabrikan otomotif BYD dikabarkan telah mengajukan rencana penarikan kembali (recall) kepada otoritas China. Hal ini dilakukan untuk mengatasi potensi masalah keselamatan pada dua seri kendaraan berbeda yang totalnya mencapai 115.783 unit. Lalu bagaimana dampaknya dengan unit mobil BYD di Indonesia?
Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan memastikan bahwa seratus ribu lebih kendaraan yang ditarik itu tidak ada satu pun yang dijual di pasar Indonesia. "Kami memastikan bahwa model dan tipe pada program tersebut bukan merupakan model yang dijual di Indonesia," kata Luther melalui keterangannya di Jakarta, Sabtu (18/10/2025)
Penarikan tersebut, menurut Luther, dilakukan untuk menghindari potensi kejadian yang tidak diinginkan serta bagian dari komitmen mereka terhadap keselamatan dan menjaga kualitas dan kepercayaan pelanggan.
Dilaporkan Carnewschina, Jumat (17/10) waktu setempat, penarikan kembali ini dimulai setelah investigasi kerusakan oleh China State Administration for Market Regulation (SAMR) yang bertujuan untuk memperbaiki berbagai masalah, mulai dari malfungsi pengontrol motor penggerak hingga kekurangan segel baterai.
Penarikan pertama menargetkan sebanyak 44.535 unit kendaraan seri Tang 2015 yang diproduksi antara 28 Maret 2015 dan 28 Juli 2017.
Masalah itu bermula dari masalah desain dan pemilihan komponen pada pengontrol motor penggerak, yang dapat menyebabkan fungsi pelepasan muatan aktif yang tidak normal selama penggunaan. Dalam kasus ekstrem, hal ini dapat mengakibatkan papan sirkuit terbakar dan kegagalan mode penggerak listrik murni kendaraan, sehingga menimbulkan risiko keselamatan.
Diler resmi BYD dikabarkan akan memperbarui perangkat lunak untuk kendaraan yang terdampak, serta mengubah metode pelepasan muatan menjadi pelepasan muatan motor untuk menghilangkan bahaya keselamatan.
Selanjutnya, penarikan kedua menargetkan 71.248 unit kendaraan listrik murni Yuan Pro yang diproduksi antara 6 Februari 2021 dan 5 Agustus 2022.
Penarikan BYD itu mengatasi cacat produksi di mana paking segel baterai mungkin tidak terpasang dengan benar, yang mengakibatkan penurunan kinerja segel. Mengarungi air dengan kecepatan tinggi dalam waktu lama dapat mengakibatkan masuknya air ke dalam baterai, sehingga merusak insulasinya.
Dalam skenario ekstrem, hal ini dapat menyebabkan penurunan daya baterai dan menimbulkan bahaya keselamatan. Untuk mengatasi hal ini, diler resmi BYD akan menggunakan segel khusus untuk memperkuat casing baterai kendaraan yang terdampak agar fungsi kedap airnya pulih dan menghilangkan risiko keselamatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Batam siap jadi pusat AI global! Nvidia, Firmus, DayOne bangun pabrik chip 170.000 GPU senilai Rp400 triliun. Dampak ekonomi dan lapangan kerja menggeliat!
Gempa Venezuela memicu lebih dari 500 gempa susulan. Korban tewas mencapai 1.450 orang, ribuan dirawat, dan 12.000 warga mengungsi.
Ratusan petani muda Magelang mengikuti pelatihan pertanian modern Bayer SATRIA untuk meningkatkan produktivitas, teknologi, dan akses pasar.
Sensus Ekonomi 2026 di Gunungkidul melibatkan 1.039 petugas hingga 31 Agustus. BPS mengajak warga berpartisipasi memberikan data yang akurat.
Harga emas Pegadaian hari ini, Selasa 30 Juni 2026, turun untuk Antam, UBS, dan Galeri 24. Simak daftar harga lengkap seluruh ukuran.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Selasa 30 Juni 2026 lengkap beserta rute menuju Kota Jogja dan Sleman. Tarif perjalanan mulai Rp80.000.