Harga Minyak Dunia Melambung, Mobil Listrik Jadi Primadona Baru
Konflik Timur Tengah picu kenaikan harga minyak, dorong penjualan mobil listrik (BEV) naik 4 kali lipat sementara pasar LCGC kian tertekan.
Ilustrasi Grand Max./Daihatsu
Harianjogja.com, JAKARTA—ADM catat penjualan tertinggi November 2025, 12.750 unit, dipimpin Gran Max Series dan LCGC, menunjukkan pertumbuhan positif di segmen kendaraan niaga dan LCGC.
Gran Max Series menyumbang 55% dari total penjualan, didorong Gran Max Pick Up 4.468 unit dan Mini Bus 2.519 unit. LCGC Sigra dan Ayla membukukan 3.394 unit, mencerminkan tingginya permintaan mobil hemat energi dan harga kompetitif.
SUV Terios membukukan 1.327 unit, naik 14% dari bulan sebelumnya. ADM menekankan nilai tambah kendaraan termasuk efisiensi bahan bakar, biaya kepemilikan rendah, perawatan mudah, serta nilai jual kembali stabil, sehingga menjadi pilihan jangka panjang bagi konsumen.
Marketing and Corporate Communication Director ADM Sri Agung Handayani mengatakan, penjualan ritel Daihatsu sebesar 12.750 unit pada November 2025, atau naik sekitar 5% (month-to-month/MtM) dibandingkan Oktober sebanyak 12.196 unit.
Alhasil, menurutnya realisasi penjualan pada bulan ini sekaligus menjadi capaian ritel tertinggi Daihatsu sepanjang semester II/2025.
"Kami mengucapkan terima kasih atas respons positif dari pelanggan Daihatsu khususnya segmen commercial low, LCGC, dan SUV," ujar Sri Agung dalam keterangannya, dikutip Minggu (7/12/2025).
Pada segmen commercial low, Gran Max Pick Up membukukan penjualan 4.468 unit, sementara Gran Max Mini Bus mencapai 2.519 unit. Secara total, lini Gran Max Series berkontribusi sekitar 55% terhadap penjualan Daihatsu, naik 2% dibandingkan bulan sebelumnya.
Di segmen LCGC, Sigra dan Ayla mencatat penjualan kombinasi sebesar 3.394 unit, atau sekitar 27% dari total penjualan. Kinerja segmen ini tumbuh 9% dibandingkan bulan sebelumnya.
Tak hanya itu, segmen SUV medium juga menguat, ditopang model Terios yang membukukan 1.327 unit, setara kontribusi 10% dari total penjualan. Angka itu mencerminkan kenaikan 14% secara bulanan (MtM).
"Capaian ini juga menjadi langkah penting kami dalam menuju 17 tahun berturut-turut di posisi nomor dua penjualan otomotif Indonesia," jelasnya.
Dia mengatakan, selain menawarkan beragam program penjualan, Daihatsu menegaskan nilai tambah bagi konsumen melalui sejumlah faktor yang membuat produknya tetap menjadi pilihan sekaligus aset investasi.
Pertimbangan tersebut mencakup efisiensi bahan bakar yang optimal, harga yang kompetitif, biaya kepemilikan jangka panjang yang ekonomis, kemudahan perawatan berkat jaringan layanan purnajual yang luas, serta nilai jual kembali yang terjaga stabil meski telah digunakan bertahun-tahun.
Alhasil, sepanjang Januari-November 2025, total penjualan ritel alias dari dealer ke konsumen Daihatsu tercatat sebanyak 125.280 unit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Konflik Timur Tengah picu kenaikan harga minyak, dorong penjualan mobil listrik (BEV) naik 4 kali lipat sementara pasar LCGC kian tertekan.
Sebanyak 20% SD Negeri di Sleman belum memenuhi kuota rombel SPMB 2026. Disdik memperkuat pendidikan agama dan mengkaji opsi regrouping sekolah.
Refleksi Yogya Kembali mengajak masyarakat meneladani nilai perjuangan untuk memperkuat ketahanan keluarga dan generasi muda DIY.
Harga sawi sempat anjlok hingga Rp500 per kg. KWT Sehati Magelang mengolahnya menjadi keripik Kraukk! bernilai jual lebih tinggi.
Disdikpora Kota Jogja memperkuat pembinaan Pemuda Pelopor dan program YES BOSS untuk mencetak generasi muda inovatif dan berdaya saing.
Ekonom UMY menilai antrean Pertalite usai kenaikan harga Pertamax menunjukkan setiap masyarakat memiliki nilai ekonomi waktu yang berbeda.