Main HP Setelah Pukul 22.00, Tidur Remaja Bisa Berkurang
Studi terhadap 425 remaja menemukan penggunaan HP setelah pukul 22.00 berkaitan dengan waktu tidur lebih larut dan durasi tidur lebih pendek.
Ilustrasi mobil listrik
Harianjogja.com, JOGJA—Norwegia mencetak rekor dunia baru setelah pangsa pasar mobil listrik berbasis baterai sepanjang 2025 menembus 95,9 persen, menandai surutnya era bensin.
Mengutip data dari Reuters, pergeseran konsumsi otomotif di Norwegia menunjukkan angka yang drastis. Dari total 179.550 unit mobil baru yang terdaftar, kendaraan konvensional (bensin dan diesel) kini hanya menyumbang 1,3 persen.
Bahkan, teknologi hibrida yang sebelumnya menjadi jembatan transisi pun mulai ditinggalkan. Gabungan pangsa pasar bensin, diesel, dan hibrida kini hanya menyisakan 4,1 persen, menandakan bahwa konsumen Norwegia telah sepenuhnya beralih ke teknologi listrik murni.
Tesla kembali mengukuhkan posisinya sebagai penguasa pasar di Norwegia dengan raihan 19,1 persen pangsa pasar. Meski persaingan semakin ketat, merek-merek mapan lainnya terus mengekor di belakang:
Merek premium seperti Audi, Mercedes-Benz, serta pabrikan seperti Skoda dan Ford tetap mempertahankan eksistensi mereka di tengah pasar yang sangat terspesialisasi ini.
Keberhasilan ini bukan tanpa alasan. Ketua Asosiasi Kendaraan Listrik Norwegia, Christina Bu, mengungkapkan bahwa pemerintah menggunakan strategi "tekanan biaya" pada kendaraan fosil.
"Kebijakan ini menjaga daya saing mobil listrik sekaligus mempercepat transisi menuju transportasi rendah emisi," ujar Christina Bu.
Meskipun insentif langsung untuk EV mulai dikurangi, pemerintah Norwegia justru meningkatkan biaya kepemilikan dan pajak bagi mobil berbahan bakar bensin, sehingga mobil listrik tetap menjadi pilihan paling rasional secara ekonomi.
Tren di Norwegia menjadi anomali menarik bagi industri global. Saat permintaan kendaraan listrik di wilayah Uni Eropa lainnya melambat—bahkan memicu wacana penundaan larangan mesin pembakaran internal (Internal Combustion Engine) tahun 2035—Norwegia justru melaju kencang tanpa hambatan berarti.
Menariknya, lonjakan penjualan di akhir 2025 juga dipicu oleh faktor kebijakan pajak mendatang. Pemerintah Norwegia mengumumkan pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) hingga US$5.000 (sekitar Rp83,5 juta) per kendaraan yang akan berlaku efektif pada 1 Januari 2026. Kondisi ini menciptakan momentum "panic buying" di mana konsumen dan produsen bergegas menyelesaikan transaksi sebelum regulasi pajak baru mempermahal harga kendaraan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Studi terhadap 425 remaja menemukan penggunaan HP setelah pukul 22.00 berkaitan dengan waktu tidur lebih larut dan durasi tidur lebih pendek.
Cari HP murah layar 120Hz di bawah Rp2 juta? Simak spesifikasi itel A200, POCO C71, dan Infinix SMART 20 sebelum membeli.
David Alonso mengkritik Dani Holgado jelang Moto2 Australia 2026 setelah insiden Mandalika. Holgado mengaku tetap menghormati rekan setimnya.
Bedah buku Ragam Wisata di Jogja dan UMKM membahas potensi pariwisata, dampak viralitas terhadap usaha, serta pentingnya literasi digital dan budaya membaca
Sunderland ditahan Lech Poznań 1-1 di Liga Europa. Gol cepat Timur Tutierov dibalas Leo Bengtsson pada menit ke-70.
Bayer Leverkusen menang 2-0 atas OFI Crete di Liga Europa. Jonas Hofmann mencetak dua gol dan membawa timnya meraih sembilan poin.