Tech3 dan KTM Perpanjang Kerja Sama Jelang MotoGP 2027
Tech3 resmi perpanjang kontrak jangka panjang dengan KTM demi hadapi regulasi baru MotoGP 2027. Tetap dapat pasokan motor spesifikasi pabrikan.
Ilustrasi mobil listrik
Harianjogja.com, JOGJA—Norwegia mencetak rekor dunia baru setelah pangsa pasar mobil listrik berbasis baterai sepanjang 2025 menembus 95,9 persen, menandai surutnya era bensin.
Mengutip data dari Reuters, pergeseran konsumsi otomotif di Norwegia menunjukkan angka yang drastis. Dari total 179.550 unit mobil baru yang terdaftar, kendaraan konvensional (bensin dan diesel) kini hanya menyumbang 1,3 persen.
Bahkan, teknologi hibrida yang sebelumnya menjadi jembatan transisi pun mulai ditinggalkan. Gabungan pangsa pasar bensin, diesel, dan hibrida kini hanya menyisakan 4,1 persen, menandakan bahwa konsumen Norwegia telah sepenuhnya beralih ke teknologi listrik murni.
Tesla kembali mengukuhkan posisinya sebagai penguasa pasar di Norwegia dengan raihan 19,1 persen pangsa pasar. Meski persaingan semakin ketat, merek-merek mapan lainnya terus mengekor di belakang:
Merek premium seperti Audi, Mercedes-Benz, serta pabrikan seperti Skoda dan Ford tetap mempertahankan eksistensi mereka di tengah pasar yang sangat terspesialisasi ini.
Keberhasilan ini bukan tanpa alasan. Ketua Asosiasi Kendaraan Listrik Norwegia, Christina Bu, mengungkapkan bahwa pemerintah menggunakan strategi "tekanan biaya" pada kendaraan fosil.
"Kebijakan ini menjaga daya saing mobil listrik sekaligus mempercepat transisi menuju transportasi rendah emisi," ujar Christina Bu.
Meskipun insentif langsung untuk EV mulai dikurangi, pemerintah Norwegia justru meningkatkan biaya kepemilikan dan pajak bagi mobil berbahan bakar bensin, sehingga mobil listrik tetap menjadi pilihan paling rasional secara ekonomi.
Tren di Norwegia menjadi anomali menarik bagi industri global. Saat permintaan kendaraan listrik di wilayah Uni Eropa lainnya melambat—bahkan memicu wacana penundaan larangan mesin pembakaran internal (Internal Combustion Engine) tahun 2035—Norwegia justru melaju kencang tanpa hambatan berarti.
Menariknya, lonjakan penjualan di akhir 2025 juga dipicu oleh faktor kebijakan pajak mendatang. Pemerintah Norwegia mengumumkan pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) hingga US$5.000 (sekitar Rp83,5 juta) per kendaraan yang akan berlaku efektif pada 1 Januari 2026. Kondisi ini menciptakan momentum "panic buying" di mana konsumen dan produsen bergegas menyelesaikan transaksi sebelum regulasi pajak baru mempermahal harga kendaraan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tech3 resmi perpanjang kontrak jangka panjang dengan KTM demi hadapi regulasi baru MotoGP 2027. Tetap dapat pasokan motor spesifikasi pabrikan.
Cuaca panas bisa memengaruhi baterai mobil listrik. Simak 6 cara menjaga baterai EV tetap awet dan efisien saat suhu ekstrem.
Pemkab Kulon Progo berkomitmen selalu proaktif dalam penyelesaian terkait kepentingan masyarakat tersebut dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-kehatian
Alex Rins mengaku syok melihat kecelakaan horor Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026 hingga jantungnya seperti berhenti berdetak.
Jennifer Coppen dan Justin Hubner mengumumkan rencana pernikahan di Bali pada Juni 2026 dengan tiga konsep adat berbeda.
Ketimpangan antara jumlah advokat profesional dan masyarakat pencari keadilan di Indonesia masih menjadi isu sistem peradilan.