Kapan Harus Ganti Mobil Lama? Ini Indikator yang Perlu Diperhatikan

Jumali
Jumali Senin, 10 Agustus 2026 10:37 WIB
Kapan Harus Ganti Mobil Lama? Ini Indikator yang Perlu Diperhatikan

Ilustrasi mobil. - Harian Jogja/Ist

Harianjogja.com, JOGJA—Banyak pemilik kendaraan memilih mempertahankan mobil lama karena alasan kenyamanan, nilai sentimental, atau karena merasa kendaraan tersebut masih layak digunakan. Namun seiring bertambahnya usia kendaraan, biaya perawatan dan risiko kerusakan biasanya ikut meningkat.

Pada kondisi tertentu, mempertahankan mobil lama justru bisa menjadi keputusan yang lebih mahal dibandingkan menggantinya dengan kendaraan yang lebih baru. Selain faktor biaya, aspek keselamatan dan kebutuhan hidup yang berubah juga perlu menjadi pertimbangan.

Dikutip dari SlashGear, Senin (10/8/2026), ada sejumlah tanda yang dapat menjadi indikator bahwa mobil lama sudah waktunya diganti.

1. Biaya Perbaikan Terlalu Besar

Salah satu indikator utama adalah ketika biaya perbaikan mulai mendekati nilai kendaraan itu sendiri.

Lembaga American Automobile Association (AAA) menyarankan pemilik kendaraan mempertimbangkan penggantian mobil apabila biaya perbaikan mencapai sekitar 50% dari harga pasar kendaraan.

Sebagai ilustrasi, jika mobil Anda saat ini bernilai Rp150 juta dan membutuhkan biaya perbaikan hingga Rp75 juta, maka keputusan memperbaiki kendaraan perlu dipertimbangkan kembali secara matang.

Perhitungan tersebut juga sebaiknya mencakup biaya derek, kendaraan pengganti, hingga kemungkinan munculnya kerusakan lain setelah perbaikan dilakukan.

2. Terlalu Sering Masuk Bengkel

Mobil yang berulang kali mengalami gangguan dalam waktu berdekatan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Selain menyita waktu, kondisi ini juga meningkatkan risiko mogok di perjalanan, terutama saat melakukan perjalanan jauh atau melintasi daerah yang jauh dari fasilitas bengkel.

Jika kendaraan lebih sering berada di bengkel dibandingkan digunakan untuk aktivitas harian, itu bisa menjadi sinyal bahwa biaya kepemilikannya sudah tidak lagi efisien.

3. Faktor Keselamatan Mulai Menurun

Keselamatan menjadi pertimbangan yang tidak boleh diabaikan.

Mobil keluaran terbaru umumnya telah dilengkapi teknologi keselamatan yang lebih canggih, seperti sistem pengereman modern, kontrol stabilitas, hingga berbagai fitur bantuan pengemudi.

Sebaliknya, kendaraan lama yang mulai mengalami masalah pada mesin, suspensi, sistem kemudi, roda, atau ban berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan.

Mesin yang tiba-tiba mati saat berkendara, terutama di jalan tol atau saat kecepatan tinggi, dapat membahayakan pengemudi maupun pengguna jalan lainnya.

4. Kebutuhan Hidup Sudah Berubah

Perubahan gaya hidup juga sering menjadi alasan kuat untuk mengganti kendaraan.

Seseorang yang sebelumnya lajang mungkin merasa cukup dengan mobil berukuran kecil. Namun setelah berkeluarga, kebutuhan ruang kabin dan kapasitas bagasi biasanya meningkat.

Begitu pula ketika berpindah tempat tinggal. Mobil yang cocok digunakan di perkotaan belum tentu ideal untuk wilayah pedesaan atau daerah dengan kondisi jalan yang lebih berat.

Bagi pengguna mobil listrik, ketersediaan stasiun pengisian daya juga perlu dipertimbangkan jika berpindah ke wilayah dengan infrastruktur yang masih terbatas.

5. Biaya Operasional Mendekati Mobil Baru

Banyak pemilik kendaraan menganggap mobil yang sudah lunas berarti tidak lagi membebani keuangan. Padahal, pengeluaran rutin tetap harus disiapkan.

Biaya bahan bakar, servis berkala, asuransi, penggantian komponen, hingga perbaikan mendadak dapat terus meningkat seiring bertambahnya usia kendaraan.

AAA merekomendasikan pemilik kendaraan menyiapkan dana sekitar US$100 atau setara Rp1,8 juta per bulan untuk kebutuhan perawatan dan perbaikan.

Jika total biaya operasional bulanan sudah mendekati cicilan kendaraan baru yang lebih efisien dan lebih aman, maka mengganti mobil bisa menjadi pilihan yang lebih rasional.

Hitung Total Biaya Sebelum Memutuskan

Sebelum mengambil keputusan, pemilik kendaraan sebaiknya menghitung seluruh biaya kepemilikan (total cost of ownership), mulai dari bahan bakar, perawatan rutin, perbaikan, asuransi, hingga potensi biaya tak terduga.

Dengan perhitungan yang matang, keputusan untuk mempertahankan atau mengganti kendaraan dapat dilakukan secara lebih objektif dan sesuai kebutuhan.

Pada akhirnya, mobil bukan hanya soal usia kendaraan, tetapi juga tentang efisiensi biaya, kenyamanan, serta tingkat keselamatan yang mampu diberikan kepada penggunanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online