YouTube Bawa AI ke Semua Tahap Bikin Video, Ini Fitur Barunya
YouTube menambah fitur AI untuk kreator, mulai dari mencari ide, mengedit video, membuat thumbnail, hingga menguji tiga versi konten.
Ilustrasi baterai Lithium/Fedex.com
Harianjogja.com, JOGJA—Perusahaan teknologi China Betavolt memperkenalkan baterai nuklir mini BV100 yang mampu menghasilkan listrik hingga 50 tahun tanpa pengisian ulang.
Teknologi tersebut memanfaatkan proses peluruhan radioaktif untuk menghasilkan arus listrik yang stabil dan berkelanjutan.
Cara Kerja Baterai Nuklir
Betavolt BV100 menggunakan isotop nikel-63 sebagai sumber energi utama. Isotop ini secara alami mengalami peluruhan radioaktif yang melepaskan partikel elektron.
Energi yang dilepaskan kemudian ditangkap oleh lapisan semikonduktor berlian yang sangat tipis. Lapisan ini berfungsi mengubah partikel tersebut menjadi energi listrik yang dapat dimanfaatkan.
Dalam proses peluruhan tersebut, nikel-63 secara perlahan berubah menjadi tembaga yang stabil. Karena proses ini berlangsung secara alami dan konstan, baterai dapat menghasilkan energi dalam waktu yang sangat lama tanpa memerlukan pengisian ulang.
Baterai mini ini memiliki ukuran sekitar 15 x 15 x 5 milimeter. Selain itu, perangkat tersebut diklaim mampu beroperasi pada suhu ekstrem, mulai dari minus 60 hingga 120 derajat Celsius tanpa risiko meledak atau terbakar.
Belum Cocok untuk Smartphone
Meski disebut memiliki kepadatan energi hingga 10 kali lebih tinggi dibandingkan baterai konvensional, Betavolt BV100 saat ini belum dapat digunakan untuk perangkat dengan kebutuhan daya besar seperti smartphone.
Baterai tersebut saat ini hanya mampu menghasilkan daya sekitar 100 mikrowatt.
Sebagai perbandingan, smartphone yang digunakan untuk aktivitas intensif seperti panggilan video dapat membutuhkan daya hingga sekitar 40.000 miliwatt.
Ilmuwan material dari University of Florida, Juan Claudio Nino, menyebut teknologi ini lebih cocok digunakan untuk perangkat dengan konsumsi energi rendah.
Perangkat seperti sensor nirkabel, sistem Internet of Things (IoT), maupun perangkat medis berukuran kecil dinilai lebih ideal menggunakan baterai jenis ini karena membutuhkan sumber daya yang stabil dalam jangka panjang.
Tantangan Pengembangan dan Keamanan
Betavolt kini berupaya mengembangkan generasi baterai berikutnya dengan target menghasilkan daya hingga 1 watt.
Jika pengembangan tersebut berhasil, perangkat elektronik yang tidak perlu diisi ulang selama puluhan tahun berpotensi menjadi kenyataan.
Namun, penggunaan bahan radioaktif dalam perangkat konsumen tetap menimbulkan tantangan besar, terutama terkait aspek keamanan radiasi.
Penggunaan teknologi ini memerlukan sistem pelindung radiasi yang sangat ketat untuk memastikan tidak terjadi kebocoran yang berpotensi membahayakan pengguna.
Seusai riset lanjutan mengenai keamanan serta peningkatan kapasitas daya, teknologi baterai nuklir seperti Betavolt BV100 diperkirakan dapat mengubah cara manusia menggunakan perangkat elektronik di masa depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
YouTube menambah fitur AI untuk kreator, mulai dari mencari ide, mengedit video, membuat thumbnail, hingga menguji tiga versi konten.
Jadwal KA Bandara YIA Minggu 27 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta waktu tempuhnya.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 27 September 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal dari Jogja dan Kutoarjo selengkapnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 27 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 27 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
DPRD Gunungkidul menegaskan Perubahan APBD 2026 harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar besarnya anggaran.