Messi Digaji Rp462 Miliar di MLS, Son Heung-min Kalah Jauh
Lionel Messi menjadi pemain bergaji tertinggi MLS 2026 dengan pendapatan Rp462 miliar per tahun, jauh meninggalkan Son Heung-min.
Ilustrasi Artificial Intelligence - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Terobosan baru dalam teknologi kecerdasan buatan (AI) datang dari Australia. Para peneliti mengembangkan chip nanofotonik yang memanfaatkan cahaya untuk melakukan proses komputasi berkecepatan sangat tinggi sekaligus lebih hemat energi.
Teknologi ini diyakini mampu menjadi solusi terhadap tingginya konsumsi listrik pada pusat data AI di seluruh dunia yang terus meningkat seiring pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan.
Laporan Xinhua menyebutkan bahwa prototipe chip tersebut saat ini dikembangkan di Sydney Nano Hub, Universitas Sydney. Berbeda dengan chip komputer konvensional yang menggunakan elektron dan arus listrik, teknologi baru ini memanfaatkan foton atau partikel cahaya sebagai medium utama pemrosesan data.
Komputasi Super Cepat dan Hemat Energi
Penelitian mengenai teknologi ini telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Nature Communications. Studi tersebut menjelaskan bahwa chip nanofotonik berpotensi menjadi fondasi bagi pengembangan perangkat keras AI yang jauh lebih efisien dari sisi konsumsi energi.
Pada chip ini, proses komputasi dilakukan menggunakan cahaya yang dapat merambat tanpa mengalami resistansi listrik seperti yang terjadi pada aliran elektron dalam chip konvensional.
Prototipe tersebut mampu melakukan perhitungan dalam skala waktu pikodetik, atau sepertriliun detik. Waktu ini setara dengan durasi yang dibutuhkan cahaya untuk melintasi nanostruktur di dalam chip tersebut.
Meniru Cara Kerja Otak Manusia
Para peneliti menjelaskan bahwa rangkaian nanostruktur dalam chip dirancang untuk membentuk jaringan saraf buatan yang meniru cara kerja neuron pada otak manusia.
Struktur tersebut memungkinkan chip melakukan proses pengenalan pola dan perhitungan kompleks yang menjadi dasar dari teknologi kecerdasan buatan modern.
Dengan memanfaatkan cahaya sebagai media komputasi, teknologi ini mampu memproses informasi jauh lebih cepat dibandingkan chip berbasis listrik yang digunakan saat ini.
Potensi Kurangi Konsumsi Energi Pusat Data
Inovasi chip nanofotonik ini dinilai membuka peluang besar bagi pengembangan sistem AI yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Saat ini, pusat data AI global membutuhkan energi dalam jumlah sangat besar untuk menjalankan model komputasi yang semakin kompleks. Kehadiran chip berbasis foton berpotensi mengurangi beban konsumsi listrik sekaligus meningkatkan kecepatan pemrosesan data dalam sistem kecerdasan buatan.
Jika teknologi ini berhasil dikembangkan secara komersial, chip nanofotonik dapat menjadi generasi baru perangkat keras AI yang lebih cepat, efisien, dan berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lionel Messi menjadi pemain bergaji tertinggi MLS 2026 dengan pendapatan Rp462 miliar per tahun, jauh meninggalkan Son Heung-min.
KPK buru keterangan Heri Black usai rumahnya digeledah terkait kasus korupsi Bea Cukai. Sempat mangkir, perannya kini disorot.
Penemuan jasad Pariman terkubur di dapur rumah di Boyolali gegerkan warga. Polisi masih selidiki penyebab kematian.
Kulonprogo gabungkan OPD akibat kekurangan ASN. Sebanyak 345 PNS pensiun, rekrutmen minim, birokrasi dirampingkan.
Dosen UNISA Jogja jadi dosen tamu di UKM Malaysia, kupas kesehatan mental, otak, hingga isu bunuh diri lintas disiplin.
Indonesia jadi target baru sindikat judi online dan scam internasional. 320 WNA ditangkap di Jakarta, DPR minta pengawasan diperketat.