Pelatih Curacao Mundur Jelang Piala Dunia 2026, Ada Konflik Internal?
Pelatih Curacao Fred Rutten mundur jelang Piala Dunia 2026. Dick Advocaat disebut berpeluang kembali menangani tim.
Huawei Matebook 16s - Huawei
Harianjogja.com, JOGJA—CEO Nvidia, Jensen Huang, memperingatkan potensi ancaman serius terhadap dominasi Amerika Serikat di bidang kecerdasan buatan (AI) dari perkembangan teknologi China.
Dalam wawancara di Dwarkesh Podcast, Huang menyoroti kemunculan model AI dari China, khususnya DeepSeek, yang disebut tengah mengembangkan sistem berbasis chip buatan dalam negeri.
Model terbaru DeepSeek dikabarkan akan berjalan menggunakan chip Ascend milik Huawei, bukan lagi chip dari Nvidia yang selama ini mendominasi pasar global. Meski masih ada indikasi penggunaan arsitektur Nvidia seperti Blackwell, Huang menilai pergeseran ini tetap berisiko bagi posisi Amerika Serikat.
“Hari ketika DeepSeek pertama kali berjalan di atas teknologi Huawei, itu akan menjadi hasil yang buruk bagi negara kami,” ujarnya, dikutip dari Gizmochina.
Menurut Huang, jika ekosistem AI global mulai dioptimalkan untuk perangkat keras non-AS, maka ketergantungan dunia terhadap teknologi Amerika akan berkurang. Kondisi ini berpotensi mengubah peta kekuatan industri AI global secara signifikan.
Selama ini, banyak sistem AI bergantung pada chip Nvidia yang dikenal unggul dalam pemrosesan komputasi tinggi. Namun, China mengambil pendekatan berbeda dengan mengombinasikan banyak chip sekaligus serta meningkatkan efisiensi perangkat lunak.
Strategi tersebut juga didukung oleh teknik seperti Mixture of Experts, yang memungkinkan penggunaan sumber daya komputasi secara lebih efisien. Ditambah dengan jumlah talenta AI yang besar serta biaya energi yang relatif lebih rendah, China dinilai mampu tetap kompetitif.
Huang juga menyoroti pentingnya kebijakan pemerintah AS dalam menjaga daya saing industri teknologi domestik. Ia menyarankan adanya regulasi yang lebih seimbang agar perusahaan seperti Nvidia tetap mampu bersaing di pasar global.
Persaingan antara AS dan China di sektor AI saat ini semakin intens, terutama di tengah kebijakan pembatasan ekspor teknologi yang terus berubah. Dinamika ini berpotensi memengaruhi arah perkembangan industri teknologi dunia.
Bagi konsumen, persaingan ini bisa berdampak pada harga, inovasi, hingga ketersediaan produk berbasis AI di masa depan. Jika China berhasil mengembangkan ekosistem AI mandiri, industri global akan memasuki babak baru yang lebih kompetitif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pelatih Curacao Fred Rutten mundur jelang Piala Dunia 2026. Dick Advocaat disebut berpeluang kembali menangani tim.
Daftar lengkap lokasi pemadaman listrik sementara di Yogyakarta, Sleman, Sedayu, dan Gunungkidul pada Rabu, 13 Mei 2026. Cek jadwal pemeliharaan jaringan PLN di
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya Rabu 13 Mei 2026 berdasarkan data resmi KAI Access.
Update prakiraan cuaca Jogja dan sekitarnya untuk Rabu, 13 Mei 2026. Cek daftar wilayah yang berpotensi hujan ringan serta pantauan suhu udara di seluruh DIY.
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Amerika Serikat disebut telah menghabiskan Rp507 triliun untuk operasi militer melawan Iran sejak konflik pecah Februari 2026.