Kenapa Tiket Pesawat Domestik Bisa Lebih Mahal dari Luar Negeri? Ini Penjelasannya
Kenapa tiket pesawat domestik bisa lebih mahal dari luar negeri? Ini faktor avtur, pajak, persaingan, kapasitas, dan jarak penerbangan.
Foto ilustrasi gerhana bulan total. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Keindahan fenomena langit selalu menjadi momen yang dinantikan oleh masyarakat di seluruh dunia. Tahun 2026 diprediksi menjadi periode emas bagi para pecinta astronomi, terutama pada bulan April mendatang.
Memasuki bulan April, angkasa mulai bersiap menyuguhkan berbagai atraksi alam semesta yang menakjubkan. Hal yang paling menarik adalah beberapa fenomena tersebut dapat diamati dengan jelas dari wilayah Indonesia, didukung oleh kondisi cuaca yang mulai memasuki masa transisi menuju langit cerah.
Salah satu bintang tamu yang paling dinantikan adalah kemunculan Komet C/2026 A1 (MAPS). Kehadiran benda langit ini menjadi momen langka yang memicu rasa penasaran astronom profesional maupun amatir. Seusai mendekati matahari, komet ini berpotensi menyuguhkan pertunjukan cahaya yang luar biasa di ufuk timur.
Melansir data dari National Geographic, berikut adalah daftar fenomena astronomi yang akan menghiasi langit malam sepanjang April 2026:
1. Pesona Pink Moon (1 April)
Bulan April dibuka dengan purnama Pink Moon. Penamaan ini merujuk pada tradisi musim semi di Amerika Utara, bukan perubahan warna bulan menjadi merah jambu. Seusai matahari terbenam, bulan akan tampak sangat terang dan besar di ufuk timur.
2. Elongasi Barat Merkurius (3 April)
Ini adalah waktu terbaik melihat Merkurius karena planet ini mencapai jarak pandang terjauh dari silau matahari. Anda dapat mencarinya di cakrawala timur sesaat sebelum fajar menyingsing.
3. Perihelion Komet MAPS (4 April)
Komet MAPS akan mencapai jarak terdekatnya dengan matahari. Pengamat di belahan bumi selatan, termasuk Indonesia, diprediksi mendapatkan pandangan terbaik seusai komet ini selamat dari radiasi panas matahari.
4. Konjungsi Tiga Planet (16-23 April)
Merkurius, Mars, dan Saturnus akan tampil bersama dalam kelompok rapat di ufuk timur sebelum matahari terbit. Formasi paling dramatis diperkirakan terjadi pada tanggal 18 hingga 20 April.
5. Malam Puncak Pengamatan Bintang (17 April)
Bertepatan dengan fase Bulan Baru, langit akan menjadi sangat gelap. Ini adalah waktu sempurna untuk berburu galaksi Bima Sakti tanpa gangguan cahaya bulan.
6. Pertemuan Bulan, Venus, dan Pleiades (18-19 April)
Seusai senja, Anda dapat menyaksikan bulan sabit tipis berbaris bersama planet Venus dan gugus bintang Pleiades di langit barat yang menawan.
7. Hujan Meteor Lyrid (22-23 April)
Fenomena Lyrid akan mencapai puncaknya dengan frekuensi 10-15 meteor per jam. Kondisi tahun ini sangat mendukung karena cahaya bulan tidak akan mengganggu pengamatan di tengah malam.
8. Galaksi Pusaran Air (Sepanjang April)
Galaksi spiral M51 atau Galaksi Pusaran Air berada pada posisi tinggi di langit sekitar tengah malam, tepat di dekat rasi bintang Biduk Besar (Big Dipper).
Seusai menyimak berbagai jadwal di atas, pastikan Anda mencari lokasi yang jauh dari polusi cahaya untuk mendapatkan pengalaman visual terbaik. Fenomena alam ini bukan sekadar pemandangan cantik, melainkan sarana edukasi berharga untuk mengenal lebih dalam dinamika tata surya kita.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kenapa tiket pesawat domestik bisa lebih mahal dari luar negeri? Ini faktor avtur, pajak, persaingan, kapasitas, dan jarak penerbangan.
Jadwal KA Bandara YIA Minggu 27 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta waktu tempuhnya.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 27 September 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal dari Jogja dan Kutoarjo selengkapnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 27 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 27 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
DPRD Gunungkidul menegaskan Perubahan APBD 2026 harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar besarnya anggaran.