Liburan ke Nepal Kini Lebih Mudah, e-Visa Berlaku Pekan Depan
Nepal akan menerapkan sistem e-Visa mulai 17 Agustus 2026. Wisatawan dapat mengurus visa secara online sebelum keberangkatan dengan tarif mulai US$30.
Logo Volkswagen/Ist-Car Logos
Harianjogja.com, JOGJA—Produsen otomotif asal Jerman, Volkswagen, melaporkan penurunan pengiriman kendaraan secara global sebesar 4% pada kuartal pertama 2026. Penurunan ini terutama dipicu oleh melemahnya permintaan di dua pasar utama, yakni China dan Amerika Serikat, yang selama ini menjadi penopang utama penjualan perusahaan.
Berdasarkan laporan yang dikutip dari Reuters, pengiriman Volkswagen di China turun hingga 15%, sementara di Amerika Serikat anjlok sebesar 20,5% pada periode yang sama. Kondisi ini mencerminkan tekanan besar yang tengah dihadapi industri otomotif global di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik.
Kepala Penjualan Volkswagen, Marco Schubert, menyatakan bahwa kuartal pertama 2026 diwarnai tantangan berat. "Kuartal pertama tahun 2026 sekali lagi ditandai dengan kondisi ekonomi dan geopolitik yang sangat menantang," ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa pasar otomotif global saat ini sedang mengalami perlambatan signifikan.
Dampak penurunan permintaan ini tidak hanya dirasakan oleh Volkswagen, tetapi juga oleh merek premium di bawah naungan grup tersebut. Porsche mencatat penurunan pengiriman sebesar 21% di China, sementara Audi mengalami penurunan hingga 12% di pasar yang sama.
Persaingan di China semakin ketat dengan kehadiran produsen lokal seperti BYD yang agresif di segmen kendaraan listrik. Selain itu, berakhirnya subsidi kendaraan listrik di Amerika Serikat serta tekanan tarif turut memperburuk kondisi bagi produsen otomotif global.
Tidak hanya Volkswagen, produsen mobil Jerman lainnya seperti Mercedes-Benz dan BMW juga menghadapi tekanan serupa. Perang harga dengan produsen lokal China yang terus berkembang membuat margin keuntungan semakin tergerus.
Meski demikian, Volkswagen masih mencatat pertumbuhan di pasar Eropa. Pengiriman kendaraan meningkat 4% di Eropa Barat dan 8% di kawasan Eropa Tengah dan Timur pada kuartal pertama 2026. Hal ini menjadi salah satu titik terang di tengah tekanan global yang terjadi.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, Volkswagen berencana meluncurkan sejumlah kendaraan listrik baru yang dikembangkan bersama mitra lokal di China. Strategi ini diharapkan dapat membantu perusahaan merebut kembali pangsa pasar yang mulai tergerus dalam beberapa waktu terakhir.
Dengan dinamika tersebut, penurunan penjualan Volkswagen pada awal 2026 menjadi sinyal kuat bahwa persaingan industri otomotif global semakin ketat, sekaligus menunjukkan perlunya adaptasi cepat terhadap perubahan pasar di China dan Amerika Serikat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nepal akan menerapkan sistem e-Visa mulai 17 Agustus 2026. Wisatawan dapat mengurus visa secara online sebelum keberangkatan dengan tarif mulai US$30.
Klasemen Moto3 2026 terbaru setelah Moto3 Inggris di Silverstone. Veda Ega Pratama turun ke posisi keenam dengan 97 poin, sementara Maximo Quiles masih memimpin
Raul Fernandez juara MotoGP Inggris 2026 di Silverstone, perpanjang rekor 12 pemenang berbeda. Jorge Martin runner-up makin kokoh di puncak klasemen, Marc Marqu
Harga emas Antam di Pegadaian pada Senin 10 Agustus 2026 naik Rp42.000. Emas 1 gram kini dijual Rp2,798 juta dengan buyback Rp2,49 juta.
Jadwal pelayanan SIM Satlantas Polresta Sleman Agustus 2026 di Satpas, MPP Sleman, Bus SIM Keliling SCH, hingga SIMMADE Cangkringan dan Pakem.
Polres Gunungkidul kembali membuka layanan SIM Keliling pada Senin (10/8/2026).