Inggris Larang Poster Film The Mummy karena Berpotensi Trauma Anak
Poster The Mummy di London Underground dilarang ASA karena visual dinilai terlalu realistis dan picu ketakutan anak-anak. Warner Bros. diperintahkan tarik iklan
Gratis ongkir - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Ongkos kirim makanan online berpotensi anjlok drastis hingga hanya sekitar Rp16 ribu per pesanan. Namun di balik kabar baik bagi konsumen, muncul ancaman nyata bagi para kurir yang selama ini menggantungkan hidup dari layanan antar makanan.
Lonjakan efisiensi ini didorong oleh kehadiran robot dan drone pengantar makanan otonom yang mulai diuji di berbagai negara. Teknologi ini digadang-gadang mampu mengubah total cara industri food delivery beroperasi dalam beberapa tahun ke depan.
Berdasarkan laporan terbaru Barclays yang dikutip Reuters, Kamis (16/4/2026), penggunaan sistem pengiriman otomatis berpotensi memangkas biaya hingga US$8–US$9 per pengantaran dibandingkan metode konvensional. Dengan efisiensi tersebut, ongkos kirim diprediksi bisa ditekan hingga hanya sekitar US$1 atau setara Rp16 ribuan.
Saat ini, biaya pengiriman menggunakan robot dan drone masih berada di kisaran US$5–US$7 per pesanan. Meski belum mencapai titik paling efisien, angka tersebut sudah lebih murah US$3–US$4 dibandingkan jasa kurir manusia.
Artinya, tren penurunan ongkir bukan lagi sekadar wacana, melainkan sudah mulai terjadi di pasar awal.
Di sisi lain, potensi keuntungan yang ditawarkan teknologi ini sangat besar. Barclays memperkirakan industri pengantaran makanan global bisa meraup tambahan profit hingga US$16 miliar per tahun jika otomatisasi diadopsi secara luas.
Sejumlah perusahaan besar sudah mulai bergerak cepat. DoorDash menggandeng operator robot trotoar dan drone untuk mempercepat implementasi teknologi ini. Sementara Meituan di China dan Uber juga dinilai berada dalam posisi strategis untuk memanfaatkan tren otomatisasi.
Meski begitu, penetrasi pengiriman otonom saat ini masih sangat kecil, bahkan belum mencapai 1% dari total pesanan global. Barclays memproyeksikan angka tersebut baru akan naik menjadi sekitar 2% pada akhir dekade ini, sebelum melonjak ke kisaran 10% pada 2035.
Kondisi ini menunjukkan bahwa transformasi industri masih berada pada tahap awal, meskipun arahnya sudah jelas menuju otomatisasi.
Bagi konsumen, perubahan ini jelas menguntungkan karena membuka peluang ongkir yang jauh lebih murah dan layanan yang lebih cepat. Namun bagi para kurir online, perkembangan ini menjadi sinyal peringatan serius.
Beberapa pemain lain seperti Delivery Hero, Talabat, hingga Grab masih berada pada tahap uji coba, dengan potensi dampak yang diperkirakan baru terasa dalam jangka menengah hingga panjang.
Dengan arah industri yang semakin mengandalkan teknologi, peran manusia dalam layanan pengantaran diprediksi akan mengalami pergeseran, bukan hilang seketika. Adaptasi menjadi kunci agar para pelaku di sektor ini tetap bertahan di tengah perubahan besar yang tak terhindarkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Poster The Mummy di London Underground dilarang ASA karena visual dinilai terlalu realistis dan picu ketakutan anak-anak. Warner Bros. diperintahkan tarik iklan
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 10 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan, stasiun tujuan, dan tarif Rp8.000.
Temuan beras fortifikasi tak sesuai standar mendorong Bapanas memperluas pengawasan terhadap 40 merek di 11 provinsi.
Simak harga dan spesifikasi Samsung Galaxy Z Fold8, Z Flip8, dan Z Fold8 Ultra, termasuk layar, kamera, chipset, baterai, dan memori.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengapresiasi 35.936 peserta E-Sports Kapolri Cup 2026 dan menargetkan kenaikan 10 kali lipat.
Kota Magelang dinilai punya potensi menjadi contoh toleransi beragama melalui keberagaman, dialog lintas iman, dan gotong royong.