Helm Kehujanan Jangan Langsung Disimpan, Bau Apek Bisa Muncul dari Kebiasaan Ini

Jumali
Jumali Sabtu, 26 September 2026 20:07 WIB
Helm Kehujanan Jangan Langsung Disimpan, Bau Apek Bisa Muncul dari Kebiasaan Ini

Ilustrasi. /Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Musim hujan membuat pengendara motor lebih sering berhadapan dengan helm yang basah setelah perjalanan. Banyak orang hanya mengelap bagian luar helm, lalu langsung menyimpannya atau kembali menggunakannya keesokan hari.

Padahal, kelembapan yang tertinggal pada lapisan dalam helm dapat memicu munculnya bau apek. Jika kondisi tersebut berlangsung terus-menerus, keringat, minyak dari kulit kepala, serta kotoran yang menempel pada busa helm dapat menumpuk dan membuat helm terasa kurang nyaman digunakan.

Agar tetap bersih dan awet, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan setelah helm terkena hujan.

Jangan Langsung Menyimpan Helm

Salah satu kesalahan yang cukup sering dilakukan adalah menyimpan helm dalam kondisi masih lembap. Ketika dimasukkan ke tas, bagasi motor, atau ruang tertutup, sirkulasi udara menjadi terbatas sehingga bagian dalam helm membutuhkan waktu lebih lama untuk kering.

Setelah digunakan saat hujan, buka visor atau kaca helm dan lepaskan pelapis yang memang dapat dilepas sesuai desain produk. Letakkan helm di tempat yang teduh dengan sirkulasi udara yang baik agar sisa air dan kelembapan dapat berkurang secara alami.

Cara ini membantu mencegah munculnya bau tidak sedap sekaligus mengurangi risiko tumbuhnya jamur pada bagian dalam helm.

Bersihkan Padding Secara Berkala

Air hujan bukan satu-satunya penyebab bau apek pada helm. Keringat dan minyak dari rambut juga dapat menempel pada padding atau busa bagian dalam.

Ketika bercampur dengan kondisi lembap, bau yang muncul biasanya lebih sulit dihilangkan. Karena itu, bagian dalam helm perlu dibersihkan secara rutin, terutama saat musim hujan ketika frekuensi helm basah cenderung meningkat.

Untuk helm yang memiliki cheek pad atau padding yang dapat dilepas, cuci bagian tersebut menggunakan sabun lembut sesuai petunjuk produsen. Hindari menyikat terlalu keras karena dapat memengaruhi bentuk dan kenyamanan busa.

Pastikan seluruh bagian benar-benar kering sebelum dipasang kembali ke dalam helm.

Hindari Panas Berlebihan

Sebagian pengendara memilih mempercepat proses pengeringan dengan menjemur helm di bawah terik matahari atau menggunakan pengering rambut bersuhu tinggi.

Meski terlihat praktis, panas berlebihan berpotensi memengaruhi kualitas material tertentu pada helm. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat mempercepat penurunan kualitas busa maupun komponen lain yang terdapat pada bagian dalam helm.

Pilihan yang lebih aman adalah mengeringkan helm secara alami di tempat yang teduh dan memiliki aliran udara yang baik.

Jika bau apek sudah telanjur muncul, membersihkan bagian dalam helm akan lebih efektif dibandingkan hanya menyemprotkan pewangi. Pewangi biasanya hanya menutupi aroma sementara tanpa menghilangkan sumber bau yang sebenarnya.

Dengan perawatan sederhana dan rutin, helm dapat tetap nyaman digunakan meski sering terkena hujan. Selain membantu mengurangi bau apek, kebiasaan tersebut juga dapat menjaga kondisi bagian dalam helm agar tetap bersih dan lebih awet digunakan dalam jangka panjang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online