Anak Gajah Yuna Mati Diduga Terinfeksi Virus EEHV di Aceh
Anak gajah Yuna mati di PLG Saree Aceh diduga terinfeksi EEHV. BKSDA Aceh melakukan deteksi dini terhadap gajah anakan lainnya.
Ilustrasi ponsel pintar Xiaomi Ultra. Dalam foto ini Xiaomi 17 Ultra. (ANTARA/situs web Xiaomi Global)
Harianjogja.com, JAKARTA—Raksasa teknologi Xiaomi kembali menjadi sorotan setelah muncul kabar pengembangan ponsel flagship baru dengan chipset buatan sendiri generasi terbaru, Xring O3. Perangkat ini disebut-sebut akan masuk dalam lini “Ultra”, namun bukan bagian dari seri utama seperti Xiaomi 18 Ultra yang direncanakan meluncur akhir 2026.
Informasi ini pertama kali diungkap oleh pembocor teknologi Yogesh Brar, yang menyebut bahwa Xiaomi tengah menyiapkan dua jalur flagship berbeda: satu berbasis chipset pihak ketiga, dan satu lagi dengan chip internal mereka sendiri.
Langkah ini menandai ambisi besar Xiaomi untuk mengurangi ketergantungan pada produsen chipset eksternal serta memperkuat ekosistem perangkatnya. Sebelumnya, Xiaomi telah memperkenalkan chip Xring O1 yang debut lewat Xiaomi 15s Pro, meski peluncurannya terbatas hanya di pasar China.
Kini, Xring O3 disebut akan membawa peningkatan signifikan, baik dari sisi performa maupun efisiensi. Chip ini dirumorkan mengusung arsitektur octa-core (delapan inti), berbeda dari generasi sebelumnya yang menggunakan desain 10-core.
Konfigurasi prosesor diperkirakan mencakup inti performa tinggi dengan kecepatan hingga 4,05 GHz, inti menengah sekitar 3,42 GHz, serta inti hemat daya di kisaran 3,02 GHz. Kombinasi ini dirancang untuk menghadirkan performa optimal dalam berbagai skenario penggunaan, mulai dari multitasking hingga pemrosesan aplikasi berat.
Tak hanya CPU, sektor grafis juga diprediksi mendapat peningkatan. GPU pada Xring O3 dikabarkan mampu mencapai frekuensi mendekati 1,5 GHz, yang berpotensi meningkatkan pengalaman gaming dan pengolahan grafis secara signifikan.
Meski begitu, kecepatan memori disebut masih berada di level 9600 MT/s, yang menunjukkan Xiaomi lebih fokus pada optimalisasi efisiensi dan stabilitas performa jangka panjang.
Menariknya, perangkat Ultra dengan chip Xring O3 ini disebut akan menjadi produk terpisah dari lini utama, sehingga memunculkan spekulasi bahwa Xiaomi tengah menyiapkan kategori flagship baru sebagai ajang uji coba teknologi internalnya.
Ada pula kemungkinan bahwa perangkat ini, seperti pendahulunya, hanya akan dirilis terbatas di pasar domestik China. Strategi ini memungkinkan Xiaomi menguji performa dan penerimaan pasar sebelum memperluas distribusi secara global.
Selain ponsel flagship konvensional, Xring O3 juga dirumorkan akan digunakan pada generasi terbaru ponsel lipat Xiaomi, yang semakin mempertegas arah inovasi perusahaan di segmen premium.
Jika kabar ini benar, maka Xiaomi semakin serius menantang dominasi produsen chipset besar dengan menghadirkan solusi mandiri yang terintegrasi penuh dengan perangkatnya.
Meski semua informasi ini masih bersifat rumor, kehadiran Xring O3 berpotensi menjadi langkah besar Xiaomi dalam peta persaingan teknologi global, terutama di pasar smartphone kelas atas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Anak gajah Yuna mati di PLG Saree Aceh diduga terinfeksi EEHV. BKSDA Aceh melakukan deteksi dini terhadap gajah anakan lainnya.
Wacana pembatasan BBM subsidi untuk desil 9-10 berpotensi berdampak pada 51 juta warga kelas menengah dan calon kelas menengah.
Kejagung memastikan kasus transfer pricing PT Toba Pulp Lestari berbeda dari laporan Purbaya Yudhi Sadewa dan rugikan negara Rp2 triliun.
DPRD DIY mengingatkan warga tidak mudah percaya isu kerusuhan Agustus dan meminta masyarakat lebih cermat memilah informasi.
Prabowo meresmikan 3.395 jembatan TNI-Polri dan 3.000 sumber air bersih TNI AD di seluruh Indonesia pada 13 Agustus 2026.
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.