Fardhan Rainanda Joe ke Final BAJC 2026!
Fardhan Rainanda Joe ke final BAJC 2026! Kalahkan wakil China dalam tiga gim sengit. Indonesia masih punya asa meraih gelar juara Asia.
Galaxy Z Fold5 dan Z Flip5 (Samsung)
Harianjogja.com, JOGJA—Perubahan besar sedang menanti Anda pengguna ponsel Samsung. Aplikasi bawaan Samsung Messages yang selama ini menjadi sarana utama berkirim pesan di perangkat Galaxy dipastikan akan dihentikan secara bertahap setelah 17 tahun beroperasi sejak 2009. Keputusan ini menandai pergeseran penting dalam ekosistem komunikasi Samsung menuju standar perpesanan yang lebih modern.
Kebijakan ini tidak hanya sekadar mengganti aplikasi bawaan, tetapi juga menjadi bagian dari transisi global industri ponsel Android menuju sistem komunikasi berbasis Rich Communication Services (RCS) yang lebih aman dan seragam. Dampaknya langsung terasa bagi Anda yang masih aktif menggunakan Samsung Messages dalam aktivitas harian.
Samsung secara resmi mengarahkan pengguna untuk beralih ke Google Messages sebagai aplikasi utama. Ada tiga alasan utama di balik langkah ini. Pertama, dukungan penuh terhadap RCS yang memungkinkan fitur pesan lebih canggih dan aman. Kedua, peningkatan standar keamanan melalui enkripsi end-to-end. Ketiga, penyederhanaan ekosistem Android agar pembaruan fitur lebih cepat dan konsisten di semua perangkat.
Bagi Anda yang mengutamakan privasi, perubahan ini justru dinilai membawa peningkatan perlindungan data dalam komunikasi digital.
Namun, ada hal penting yang perlu diperhatikan. Penghentian layanan Samsung Messages akan dilakukan bertahap mulai Juli 2026, diawali di Amerika Serikat sebelum diperluas ke negara lain, termasuk Indonesia. Artinya, Anda masih memiliki waktu terbatas untuk melakukan persiapan agar tidak kehilangan riwayat percakapan penting.
Langkah paling krusial yang harus Anda lakukan adalah mencadangkan data pesan. Tanpa backup, risiko kehilangan chat lama bisa terjadi selama proses migrasi.
Untuk itu, tersedia beberapa opsi pencadangan yang bisa Anda pilih. Pertama, Google Drive yang paling praktis karena terhubung langsung dengan akun Android. Kedua, Samsung Cloud bagi Anda yang masih berada dalam ekosistem Samsung. Ketiga, penyimpanan eksternal seperti SSD atau perangkat USB yang lebih aman untuk data sensitif dan penting.
Setelah beralih ke Google Messages, Anda akan mendapatkan sejumlah fitur baru. Keunggulannya meliputi enkripsi end-to-end, dukungan pengiriman media berkualitas tinggi, indikator mengetik, serta reaksi emoji yang lebih modern. Aplikasi ini juga mendukung sinkronisasi lintas perangkat melalui web dan tablet.
Meski demikian, ada beberapa penyesuaian yang perlu Anda perhatikan. Proses sinkronisasi pesan lama bisa memakan waktu hingga 48 jam, dan tampilan antarmuka Google Messages berbeda dari gaya One UI Samsung yang sudah familiar bagi sebagian pengguna.
Dengan perubahan ini, Samsung menegaskan arah baru ekosistemnya di mana komunikasi berbasis RCS menjadi standar utama. Bagi Anda pengguna Galaxy, langkah terbaik saat ini adalah segera memperbarui Google Messages ke versi terbaru dan melakukan backup sebelum migrasi penuh diterapkan secara global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Fardhan Rainanda Joe ke final BAJC 2026! Kalahkan wakil China dalam tiga gim sengit. Indonesia masih punya asa meraih gelar juara Asia.
Pemerintah menargetkan 40 ribu Kopdes Merah Putih mulai beroperasi Oktober 2026 untuk memperkuat ekonomi desa dan layanan masyarakat.
MTA Pakem dan RSA UGM gelar donor darah di Sleman. Diikuti 150 peserta, bantu penuhi kebutuhan stok darah.
Jadwal KRL Jogja–Solo Minggu 5 Juli 2026 lengkap dari Jogja hingga Palur. Tarif Rp8.000, cek jam keberangkatan terbaru.
Pemerintah targetkan 40.000 Kopdes Merah Putih beroperasi Oktober 2026 untuk dorong ekonomi desa dan distribusi bantuan.
Jadwal KRL Jogja–Solo Minggu 5 Juli 2026 lengkap dari Jogja hingga Palur. Tarif Rp8.000, cek jam keberangkatan terbaru.