Penembakan di Islamic Center San Diego Tewaskan 5 Orang
Penembakan di Islamic Center San Diego menewaskan lima orang. KJRI San Francisco memastikan tidak ada WNI menjadi korban.
Media sosial X - ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, JAKARTA— Platform media sosial X kian agresif mendorong pengguna untuk berlangganan layanan premium dengan menghadirkan pembatasan baru bagi akun yang belum terverifikasi. Kebijakan ini memicu pro dan kontra karena dinilai membatasi kebebasan pengguna dalam berinteraksi.
Berdasarkan laporan terbaru, pengguna tanpa centang biru kini hanya dapat membuat maksimal 50 unggahan per hari. Selain itu, jumlah balasan juga dibatasi hingga 200 respons dalam sehari. Aturan ini jauh lebih ketat dibandingkan kebijakan sebelumnya yang masih memberikan ruang hingga ribuan unggahan per hari.
Informasi pembatasan tersebut terungkap melalui pembaruan di halaman pusat bantuan X. Dalam penjelasannya, perusahaan menyebutkan bahwa pembatasan ini berlaku khusus untuk akun yang belum terverifikasi, sementara pengguna berbayar mendapatkan fleksibilitas lebih besar.
Langkah ini disebut-sebut sebagai strategi untuk menekan aktivitas spam dan akun bot yang selama ini menjadi masalah klasik di platform tersebut. Dengan membatasi jumlah interaksi, X berharap kualitas percakapan menjadi lebih sehat dan relevan.
Tak hanya itu, kebijakan ini juga memperkuat arah bisnis X yang semakin berfokus pada model langganan. Sejak perubahan besar yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir, platform ini terus menambahkan fitur eksklusif bagi pengguna berbayar, termasuk prioritas visibilitas, fitur edit unggahan, hingga monetisasi konten.
Namun demikian, pembatasan ini memunculkan kekhawatiran di kalangan pengguna aktif. Bagi mereka yang terbiasa mencuit dalam jumlah besar—seperti kreator konten, pegiat komunitas, maupun pelaku bisnis digital—aturan baru ini dinilai dapat menghambat produktivitas.
Di sisi lain, tidak sedikit pengguna yang menilai kebijakan ini sebagai langkah realistis untuk menjaga ekosistem platform tetap sehat. Pembatasan dinilai bisa mengurangi banjir konten tidak berkualitas yang kerap mengganggu pengalaman pengguna.
Adapun untuk menikmati fitur tanpa batasan ketat, pengguna dapat berlangganan layanan premium dengan biaya mulai dari sekitar 3 dolar AS per bulan atau setara Rp50 ribuan. Paket tahunan juga tersedia dengan harga yang lebih hemat.
Ke depan, kebijakan ini berpotensi memicu pergeseran perilaku pengguna. Sebagian mungkin memilih berlangganan, sementara lainnya bisa saja beralih ke platform alternatif yang menawarkan kebebasan lebih besar tanpa batasan unggahan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Penembakan di Islamic Center San Diego menewaskan lima orang. KJRI San Francisco memastikan tidak ada WNI menjadi korban.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.