Presiden FFF Kecam Chilavert Usai Sebut Prancis Tim Afrika
Presiden Federasi Sepak Bola Prancis mengecam komentar Jose Luis Chilavert yang menyebut Timnas Prancis sebagai tim Afrika menjelang Piala Dunia 2026.
Foto ilustrasi mengisi daya ponsel di Kereta Api. - Foto dibuat menggunakan Artificial Intelligence
Harianjogja.com, JOGJA—Ponsel yang awalnya terasa cepat sering kali berubah lambat setelah digunakan dalam waktu lama. Kondisi ini menjadi keluhan umum pengguna smartphone, terutama ketika aplikasi mulai berat dibuka, perpindahan menu tersendat, hingga kamera terasa tidak responsif seperti saat pertama dibeli.
Fenomena tersebut sebenarnya dipengaruhi meningkatnya beban kerja perangkat, sementara kemampuan hardware tetap sama sejak awal pembelian.
Seiring waktu, smartphone harus menjalankan sistem operasi dan aplikasi yang terus berkembang dengan kebutuhan memori serta daya pemrosesan lebih besar.
Dilansir dari Sammobile, salah satu penyebab utama performa ponsel menurun adalah pembaruan sistem operasi dan aplikasi. Update terbaru biasanya membawa fitur tambahan, efek visual baru, hingga peningkatan layanan yang membuat kebutuhan RAM dan prosesor semakin tinggi.
Akibatnya, perangkat dengan spesifikasi lama mulai kewalahan menjalankan sistem terbaru sehingga performa terasa melambat.
Selain itu, penumpukan aplikasi juga menjadi faktor yang sering tidak disadari pengguna. Banyak aplikasi tetap berjalan di latar belakang meski tidak sedang digunakan.
Aplikasi media sosial, pesan instan, layanan lokasi, hingga notifikasi otomatis terus memakan memori dan daya pemrosesan perangkat.
Semakin banyak aplikasi aktif, semakin berat pula kerja smartphone dalam menjaga semua layanan tetap berjalan secara bersamaan.
Masalah lain yang sering memicu smartphone lemot adalah kapasitas penyimpanan yang hampir penuh. Foto, video, dokumen, dan data aplikasi yang terus menumpuk membuat ruang internal semakin sempit.
Ketika ruang kosong menipis, sistem operasi kesulitan membuat file sementara atau cache yang dibutuhkan agar proses berjalan lancar.
Akibatnya, aplikasi menjadi lebih lambat dibuka dan respons perangkat menurun secara keseluruhan.
Untuk mengatasi masalah tersebut, pengguna disarankan rutin membersihkan penyimpanan internal dengan menghapus aplikasi yang jarang dipakai serta memindahkan file berukuran besar ke cloud atau penyimpanan eksternal.
Idealnya, smartphone tetap memiliki ruang kosong sekitar 10 hingga 15 persen agar sistem dapat bekerja optimal.
Selain membersihkan penyimpanan, pengaturan aplikasi latar belakang juga penting dilakukan. Pengguna dapat mematikan pembaruan otomatis aplikasi yang tidak penting serta membatasi akses lokasi dan notifikasi tertentu agar tidak terus membebani prosesor.
Langkah sederhana lain yang sering diabaikan adalah melakukan restart ponsel secara berkala. Restart membantu membersihkan file sementara, menghentikan proses yang macet, dan menyegarkan sistem operasi.
Melakukan restart minimal satu kali dalam seminggu dapat membantu menjaga performa perangkat tetap stabil.
Pengguna juga bisa mengurangi beban visual dengan mematikan animasi berlebihan, live wallpaper, maupun efek transisi yang memakan sumber daya perangkat.
Selain membuat ponsel lebih ringan, cara tersebut juga membantu menghemat konsumsi baterai sehari-hari.
Meski performa smartphone secara alami akan menurun seiring usia pemakaian, perawatan sederhana dan kebiasaan penggunaan yang tepat dapat memperpanjang umur perangkat serta menjaga pengalaman penggunaan tetap nyaman dalam jangka panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Presiden Federasi Sepak Bola Prancis mengecam komentar Jose Luis Chilavert yang menyebut Timnas Prancis sebagai tim Afrika menjelang Piala Dunia 2026.
FBI sita 600+ drone ilegal di Piala Dunia 2026. Miami terbanyak, pelanggar ancam denda Rp1,6 M. Regulasi drone AS terancam diperketat.
Bansos PKH & BPNT tahap 3 (Juli-September) belum cair. Status penerima bisa berubah. Cek jadwal, nominal, dan cara cek NIK secara resmi di sini.
Prediksi Argentina vs Mesir di 16 besar Piala Dunia 2026: Messi vs Salah. Statistik tunjukkan Argentina lebih produktif, Mesir lebih kolektif.
Disdikpora Kota Jogja menegaskan SD dan SMP negeri dilarang memungut biaya serta menjual seragam. Siswa baru boleh memakai seragam SD hingga tiga bulan.
Pakar UII Teduh Dirgahayu menegaskan AI membantu kerja jurnalistik, tetapi tidak dapat menggantikan peran wartawan dalam verifikasi dan keputusan editorial.