Apple dan Samsung Diprediksi Tangguh Hadapi Krisis Chip AI

Jumali
Jumali Selasa, 02 Juni 2026 10:17 WIB
Apple dan Samsung Diprediksi Tangguh Hadapi Krisis Chip AI

Kantor Samsung di Seoul Korea Selatan - Bisnis.com

Harianjogja.com, JOGJA—Industri smartphone global menghadapi tekanan berat sepanjang 2026. Krisis pasokan cip memori yang dipicu lonjakan kebutuhan teknologi kecerdasan buatan (AI) diperkirakan menyebabkan pengiriman smartphone dunia merosot hingga 13,9%, menjadi penurunan tahunan terdalam dalam sejarah industri.

Lembaga riset Counterpoint Research dalam proyeksi terbaru yang dirilis pada 1 Juni 2026 menyebutkan angka tersebut lebih buruk dibandingkan perkiraan sebelumnya yang berada di level 12,4%.

Menurut Counterpoint, persoalan utama kali ini bukan berasal dari melemahnya permintaan konsumen, melainkan keterbatasan pasokan komponen. Produsen semikonduktor global saat ini lebih banyak mengalokasikan kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan chip AI, terutama High Bandwidth Memory (HBM) dan server DRAM yang digunakan pusat data dan sistem kecerdasan buatan.

Kondisi tersebut membuat pasokan cip memori untuk perangkat konsumen, termasuk smartphone, menjadi semakin terbatas. Akibatnya, harga komponen memori LPDDR4 dan LPDDR5 mengalami lonjakan signifikan sepanjang 2026.

“Ini adalah peristiwa sisi pasokan paling disruptif yang pernah dihadapi industri smartphone,” ujar Analis Utama Counterpoint Research, Wang Yang dikutip dari Reuters, Selasa (2/6/2026).

Ia menjelaskan, industri smartphone sebelumnya lebih sering menghadapi perlambatan dari sisi permintaan, seperti yang terjadi saat pandemi Covid-19. Namun kali ini, tantangan terbesar justru berasal dari keterbatasan kemampuan produksi komponen utama.

Apple dan Samsung Diprediksi Paling Tangguh

Di tengah tekanan industri, Apple dan Samsung diperkirakan menjadi dua produsen yang paling mampu bertahan.

Apple mencatatkan pendapatan kuartalan tertinggi dalam sejarah perusahaan pada kuartal pertama 2026, didorong tingginya permintaan konsumen yang melakukan pembaruan perangkat ke seri iPhone 17.

Dengan rantai pasok yang terintegrasi dan margin keuntungan yang besar, Apple diprediksi mampu menjaga stabilitas pengiriman perangkat sepanjang tahun ini sebelum kembali mencatat pertumbuhan pada 2027.

Samsung juga diperkirakan mengalami dampak yang relatif lebih ringan dibandingkan rata-rata pasar. Pengiriman smartphone perusahaan asal Korea Selatan tersebut diperkirakan hanya turun sekitar 4%, jauh lebih baik dibandingkan penurunan industri secara keseluruhan.

Stabilitas pasokan komponen dan portofolio produk yang kuat dinilai menjadi faktor utama yang membantu Samsung menghadapi tekanan pasar.

Produsen Ponsel Murah Hadapi Tekanan Berat

Dampak paling besar justru diperkirakan dirasakan produsen yang mengandalkan segmen smartphone murah.

Transsion Holdings, yang dikenal kuat di pasar Afrika dan sejumlah negara berkembang di Asia, diperkirakan mengalami penurunan pengiriman hingga 32% sepanjang 2026.

Produsen asal Tiongkok lainnya seperti Xiaomi dan Honor juga diprediksi menghadapi tekanan serupa. Pengiriman Xiaomi diperkirakan turun sekitar 28%, sedangkan Honor berpotensi mengalami penurunan hingga 20%.

Lonjakan harga komponen membuat biaya produksi smartphone meningkat tajam. Pada kuartal pertama 2026, harga grosir smartphone global tercatat naik sekitar 14%, sementara volume pengiriman turun lebih dari 3%.

Kondisi tersebut membuat segmen smartphone murah dengan harga di bawah US$150 atau sekitar Rp2,6 juta semakin sulit dipertahankan. Di sejumlah negara, kategori tersebut bahkan diperkirakan mulai menghilang karena tidak lagi memberikan keuntungan bagi produsen.

Menurut Wang Yang, banyak perusahaan kini menghadapi dilema antara menyerap kenaikan biaya produksi atau menaikkan harga jual di tengah daya beli konsumen yang terbatas.

“Pertanyaannya bukan lagi bagaimana meningkatkan pengiriman atau pangsa pasar, tetapi apakah mereka tetap dapat bertahan di pasar,” ujarnya.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana ledakan investasi AI mulai mengubah struktur industri teknologi global. Jika sebelumnya smartphone menjadi prioritas utama bagi produsen cip, kini perhatian industri bergeser ke sektor pusat data, cloud computing, dan infrastruktur AI yang menawarkan pertumbuhan lebih tinggi.

Akibatnya, produsen smartphone harus bersaing mendapatkan pasokan komponen dengan perusahaan teknologi yang mengembangkan layanan AI generatif.

Situasi tersebut diperkirakan masih akan berlanjut dalam beberapa tahun ke depan, seiring meningkatnya kebutuhan komputasi AI di berbagai sektor industri.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online