Marc Marquez Tegaskan Tak Akan Gunakan Media untuk Serang Lawan
Marc Marquez menegaskan tak akan memakai media untuk menyerang lawan. Ia mengakui eksposur media bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Manusia semakin pendiam. Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Perspectives on Psychological Science pada Maret 2026 mengungkap bahwa estimasi jumlah kata yang diucapkan seseorang per hari terus menurun selama lebih dari satu dekade. Penelitian ini menemukan penurunan sekitar 338 kata per hari setiap tahunnya, dengan total penurunan dari sekitar 16.000 kata pada 2005 menjadi 12.700 kata pada 2019.
Penelitian ini berasal dari Matthias Mehl, profesor psikologi di University of Arizona, bersama Valeria Pfeifer, asisten profesor psikologi dan konseling di University of Missouri-Kansas City. Awalnya, para peneliti tidak berniat mencari tahu perubahan kebiasaan berbicara manusia. Mereka ingin mengulang penelitian Mehl pada 2007 mengenai perbedaan jumlah kata yang diucapkan laki-laki dan perempuan. Namun, analisis terhadap sekitar 2.200 peserta dari 22 studi menemukan perubahan yang tidak diperkirakan sebelumnya.
"Saya mengatakan kepadanya pasti ada kesalahan. Namun, dia memeriksa kembali semuanya dan angkanya tetap sama. Sesuatu memang benar-benar berubah," kata Mehl, dikutip dari Phys, Selasa (21/7).
Mehl mengatakan media sosial dan smartphone kemungkinan menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap perubahan tersebut. Namun, penelitian ini tidak membuktikan teknologi sebagai satu-satunya penyebab penurunan percakapan.
Ketika peserta dibagi berdasarkan usia, kelompok berusia di bawah 25 tahun menunjukkan penurunan lebih tajam, sekitar 452 kata per tahun. Sementara kelompok berusia 25 tahun ke atas mengalami penurunan sekitar 314 kata per tahun. Menurut Mehl, fakta bahwa penurunan juga terjadi pada kelompok usia lebih tua menunjukkan adanya perubahan sosial yang lebih luas.
Salah satunya adalah semakin berkurangnya percakapan kecil yang sebelumnya menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Teknologi kini memungkinkan berbagai aktivitas dilakukan tanpa banyak berbicara dengan orang lain. Mesin pembayaran mandiri, navigasi GPS, hingga kios pemesanan dengan layar sentuh dapat menggantikan interaksi seperti berbicara dengan kasir, bertanya arah kepada orang asing, atau meminta bantuan petugas.
Meski demikian, penelitian tersebut belum dapat memastikan hubungan sebab-akibat antara penggunaan teknologi dan berkurangnya jumlah kata yang diucapkan. Komunikasi melalui pesan teks dan media sosial juga mungkin menggantikan sebagian percakapan verbal. Menurut Mehl, jumlah kata yang digunakan manusia melalui seluruh saluran komunikasi bahkan mungkin tidak berkurang.
Namun, ia menilai komunikasi tertulis tidak serta-merta dapat menggantikan seluruh aspek percakapan langsung. Percakapan verbal membawa unsur seperti kehadiran, intonasi, dan spontanitas yang berbeda dari komunikasi melalui teks.
Mehl juga mengingatkan temuan tersebut tidak dapat langsung digeneralisasi secara global. Pasalnya, data penelitian berasal dari masyarakat Barat yang cenderung individualistis, terutama Amerika Serikat serta beberapa negara Eropa. Selain itu, data yang dianalisis hanya mencakup periode hingga 2019 sehingga belum menggambarkan perubahan kebiasaan komunikasi setelah pandemi Covid-19.
Menurut Mehl, berkurangnya ratusan kata bukan berarti seseorang kehilangan satu percakapan panjang setiap hari. Penurunan tersebut kemungkinan tersebar dalam berbagai interaksi singkat yang semakin jarang terjadi. Percakapan dengan kasir, berbincang dengan tetangga, hingga bertanya arah kepada orang asing mungkin terlihat sebagai interaksi kecil. Namun, hilangnya berbagai interaksi tersebut dapat terakumulasi dan memengaruhi hubungan sosial manusia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Marc Marquez menegaskan tak akan memakai media untuk menyerang lawan. Ia mengakui eksposur media bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi.
Jadwal KA Bandara YIA 29 Oktober 2026 tersedia untuk layanan reguler dan Xpress. Cek jam keberangkatan Jogja–YIA dan sebaliknya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis, 29 Oktober 2026 tersedia dalam 12 perjalanan dari Palur. Simak jam keberangkatan di setiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis, 29 Oktober 2026 tersedia dalam 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Anggaran infrastruktur Kulon Progo dalam KUA 2027 mencapai Rp425,2 miliar, dengan fokus pemeliharaan rutin dan rekonstruksi jalan.
Pemprov Jateng berkoordinasi dengan BKN, PPATK, dan OJK untuk menelusuri ASN yang diduga terlibat judi online serta menegakkan aturan disiplin.