Google Punya Senjata Baru Lawan Penipu yang Meniru Suara Keluarga

Jumali
Jumali Kamis, 04 Juni 2026 10:37 WIB
Google Punya Senjata Baru Lawan Penipu yang Meniru Suara Keluarga

Menggunakan ponsel saat mengisi daya. - Ilustrasi/Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Ancaman penipuan berbasis AI semakin berkembang seiring kemajuan teknologi pemalsuan suara atau voice cloning. Modus ini memungkinkan pelaku meniru suara seseorang secara sangat meyakinkan untuk memperdaya korban melalui panggilan telepon.

Fenomena tersebut menjadi perhatian serius karena kerugian akibat penipuan digital terus meningkat di berbagai negara. Beragam laporan internasional menunjukkan bahwa penipuan berbasis identitas palsu dan rekayasa sosial menjadi salah satu ancaman terbesar di era digital.

Melihat tren tersebut, Google menghadirkan fitur Fake Call Detection sebagai lapisan perlindungan tambahan bagi pengguna Android. Fitur ini dirancang untuk mendeteksi ketika seseorang berusaha menyamar sebagai kontak yang tersimpan di ponsel pengguna.

Tech Crunch melaporkan, cara kerjanya berbeda dari fitur pendeteksi spam atau penipuan yang sudah ada sebelumnya. Saat sebuah panggilan masuk dari seseorang yang mengaku sebagai kontak pengguna, sistem akan melakukan proses verifikasi diam-diam melalui mekanisme yang disebut digital handshake.

Proses tersebut memanfaatkan teknologi Rich Communication Services (RCS) untuk memastikan bahwa pihak yang menelepon benar-benar berasal dari perangkat dan identitas yang sesuai. Jika verifikasi gagal atau ditemukan indikasi penyamaran, pengguna akan mendapatkan peringatan bahwa panggilan tersebut berpotensi palsu.

Google menegaskan bahwa proses pemeriksaan dilakukan secara lokal di perangkat sehingga rekaman audio percakapan tidak dikirim ke server perusahaan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga privasi pengguna saat fitur bekerja di latar belakang.

Fitur Fake Call Detection tersedia melalui aplikasi Phone by Google dan dapat digunakan pada perangkat yang menjalankan sistem operasi Android 12 atau versi lebih baru. Selain itu, pengguna juga perlu menggunakan aplikasi Google Contacts dan Google Messages agar proses verifikasi berjalan optimal.

Pada tahap awal, Google memprioritaskan peluncuran fitur ini untuk lini ponsel Pixel sebelum diperluas ke perangkat Android lain yang memenuhi syarat.

Selain memperkenalkan Fake Call Detection, Google juga mengumumkan sejumlah fitur baru berbasis AI lainnya. Beberapa di antaranya adalah Wardrobe untuk membantu pengguna mencoba tampilan pakaian secara virtual, Catch me up yang merangkum informasi penting secara otomatis, serta peningkatan kemampuan Circle to Search.

Bagi pengguna Android yang belum menggunakan aplikasi Phone by Google sebagai aplikasi telepon utama, Google menyarankan untuk mengunduhnya melalui Play Store guna memperoleh akses ke fitur keamanan terbaru tersebut.

Meski teknologi perlindungan semakin canggih, pengguna tetap diimbau berhati-hati saat menerima panggilan yang meminta transfer uang, data pribadi, atau kode verifikasi. Jika menerima panggilan mencurigakan yang mengatasnamakan keluarga atau kerabat dekat, lakukan konfirmasi melalui saluran komunikasi lain sebelum mengambil keputusan.

Perkembangan AI memang menghadirkan banyak kemudahan. Namun di sisi lain, teknologi yang sama juga dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk menjalankan modus penipuan yang semakin sulit dikenali. Kehadiran Fake Call Detection menjadi salah satu upaya untuk membantu pengguna tetap aman di tengah meningkatnya ancaman tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online