Anggota Parlemen Inggris Gugat xAI Milik Elon Musk
Jess Asato menggugat xAI milik Elon Musk atas dugaan deepfake seksual dari Grok. Kasus ini berpotensi menjadi preseden hukum penting bagi industri AI.
Logo Meta. Ist
Harianjogja.com, JOGJA—Meta Platforms Inc. resmi meluncurkan Meta Business Agent, sistem kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk membantu pelaku usaha mengelola interaksi pelanggan secara otomatis melalui WhatsApp, Instagram, dan Messenger.
Peluncuran yang diumumkan pada Jumat (5/6/2026) ini menjadi bagian dari upaya Meta memperluas pemanfaatan AI di sektor bisnis, khususnya bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang selama ini mengandalkan aplikasi percakapan untuk melayani pelanggan.
Dilansir dari Chanel News Asia, Meta menjelaskan bahwa Meta Business Agent dapat menjalankan berbagai tugas bisnis secara mandiri, mulai dari menjawab pertanyaan pelanggan, membuat draf pesan promosi, hingga membantu proses transaksi tanpa mengharuskan pelanggan berpindah aplikasi.
Teknologi ini memungkinkan bisnis memberikan respons selama 24 jam sehari, termasuk saat pemilik usaha atau operator layanan pelanggan tidak sedang aktif.
Fitur Utama Meta Business Agent
Meta Business Agent dibekali sejumlah kemampuan yang ditujukan untuk meningkatkan efisiensi operasional bisnis.
Beberapa fitur utama yang ditawarkan antara lain:
Meta mengklaim sistem tersebut mampu memahami konteks percakapan sehingga dapat memberikan jawaban yang lebih relevan dibandingkan balasan otomatis konvensional.
Sebagai contoh, ketika pelanggan menanyakan ukuran pakaian, agen AI dapat menampilkan tabel ukuran yang telah tersimpan dalam basis data toko.
Uji Coba Dua Tahun di India
Sebelum diluncurkan secara global, Meta Business Agent telah diuji coba selama dua tahun di India.
Negara tersebut dipilih karena memiliki lebih dari 500 juta pengguna WhatsApp dan menjadi salah satu pasar terbesar Meta di dunia.
Menurut Meta, hasil uji coba menunjukkan bisnis yang menggunakan sistem tersebut mengalami peningkatan kecepatan respons pelanggan hingga 40 persen. Selain itu, biaya operasional layanan pelanggan disebut dapat berkurang sekitar 30 persen.
Masih Gratis Selama Masa Uji Coba
Pelaku usaha yang ingin mencoba layanan ini dapat mengaksesnya melalui Meta Business Suite dan menghubungkannya dengan akun WhatsApp Business, Instagram, maupun Messenger.
Untuk tahap awal, Meta Business Agent masih tersedia secara gratis sebagai bagian dari program uji coba global.
Meski demikian, perusahaan mengindikasikan akan menerapkan skema berlangganan pada masa mendatang. Model bisnis tersebut diperkirakan disesuaikan dengan jumlah percakapan atau fitur premium yang digunakan pelaku usaha.
Peluang Besar bagi UMKM Indonesia
Kehadiran Meta Business Agent dinilai berpotensi memberikan dampak signifikan bagi ekosistem bisnis digital di Indonesia.
Sebagai salah satu negara dengan jumlah pengguna WhatsApp terbesar di dunia, banyak UMKM di Indonesia yang menjadikan aplikasi tersebut sebagai kanal utama komunikasi dan penjualan.
Dengan bantuan agen AI, pelaku usaha yang belum memiliki tim layanan pelanggan khusus dapat tetap memberikan respons cepat kepada konsumen.
Integrasi dengan berbagai platform perdagangan elektronik juga menjadi nilai tambah karena memungkinkan proses penjualan berlangsung lebih efisien dalam satu ekosistem.
Tantangan Privasi dan Akurasi
Di sisi lain, penggunaan AI dalam layanan pelanggan masih menghadapi sejumlah tantangan.
Kemampuan memahami variasi bahasa Indonesia dan beragam dialek daerah menjadi salah satu aspek yang perlu terus disempurnakan.
Selain itu, isu privasi data pelanggan dan risiko kesalahan informasi dari sistem otomatis juga menjadi perhatian.
Meta menyatakan akan terus melakukan pembaruan dan penyempurnaan sistem berdasarkan masukan dari pengguna dan pelaku usaha.
Mendorong Transformasi Bisnis Digital
Peluncuran Meta Business Agent menunjukkan semakin kuatnya peran AI dalam mendukung aktivitas bisnis sehari-hari.
Bagi UMKM, teknologi ini dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus menekan biaya operasional.
Dengan semakin ketatnya persaingan di ruang digital, pemanfaatan AI diperkirakan akan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kecepatan dan kualitas pelayanan kepada pelanggan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jess Asato menggugat xAI milik Elon Musk atas dugaan deepfake seksual dari Grok. Kasus ini berpotensi menjadi preseden hukum penting bagi industri AI.
ECDC memprediksi 80.000 kasus HIV baru dan lebih dari 9.000 kematian akibat TB di Eropa dalam tiga tahun ke depan akibat ancaman resistansi antimikroba.
Spanyol ditahan Irak 1-1 dan Prancis kalah 1-2 dari Pantai Gading dalam laga uji coba jelang Piala Dunia 2026.
Fenomena munculnya api di rumah seorang warga di Margomulyo, Seyegan belum juga usai. Api terus membakar berbagai benda hingga menimbulkan kerugian material yan
Liverpool resmi menunjuk Andoni Iraola sebagai pelatih baru musim 2026/2027 menggantikan Arne Slot dan memulai era baru di Anfield.
Polresta Banyumas menyelidiki dugaan investasi bodong oleh eks pegawai Bank Mandiri Taspen. Sebanyak 60 pensiunan mengaku rugi Rp12 miliar.