Uber Buka Pendaftaran Robotaxi di London, Siap Uji Taksi Tanpa Sopir

Jumali
Jumali Rabu, 10 Juni 2026 16:47 WIB
Uber Buka Pendaftaran Robotaxi di London, Siap Uji Taksi Tanpa Sopir

Robotaxi/Arena EV

Harianjogja.com, JOGJA—Perusahaan transportasi daring Uber mulai membuka pendaftaran bagi calon pengguna layanan robotaxi di London, Inggris. Layanan taksi otonom tersebut dikembangkan bersama perusahaan teknologi kendaraan tanpa pengemudi Wayve dan ditargetkan mulai beroperasi setelah mendapatkan persetujuan regulator setempat.

Pada tahap awal peluncuran, kendaraan tetap akan diawasi oleh operator terlatih yang berada di balik kemudi untuk memantau kinerja sistem selama perjalanan berlangsung.

Gunakan Ford Mustang Mach-E

Robotaxi yang akan digunakan merupakan Ford Mustang Mach-E dengan identitas layanan Uber x Wayve. Kendaraan listrik tersebut dibekali kamera 360 derajat dan radar yang berfungsi mengumpulkan data lingkungan sekitar secara real-time.

Seluruh data kemudian diproses oleh sistem kecerdasan buatan (AI) yang memungkinkan kendaraan mengambil keputusan secara mandiri saat berkendara.

Wakil Presiden Komersial dan Operasional Wayve, Kaity Fischer, menjelaskan teknologi perusahaan telah diuji di jalanan London sejak 2018.

Dalam sejumlah pengujian, kendaraan mampu beroperasi di tengah kepadatan lalu lintas ibu kota Inggris yang dikenal kompleks, termasuk saat berinteraksi dengan bus, pesepeda, maupun pejalan kaki.

Tarif Tidak Lebih Mahal

Kepala Global Operasi Mobilitas Otonom Uber, Annie Duvnjak, mengatakan pelanggan nantinya dapat memilih menggunakan kendaraan otonom atau tetap memakai layanan Uber konvensional.

Menurutnya, Uber tidak berencana membebankan biaya tambahan kepada pengguna robotaxi.

"Pelanggan dapat memilih kendaraan otonom atau layanan biasa, dan tarifnya tidak akan lebih mahal dibanding layanan Uber konvensional," ujarnya, dikutip dari Reuters.

Eropa Mulai Mengejar Amerika Serikat

Layanan robotaxi sebenarnya telah lebih dahulu beroperasi di sejumlah kota di Amerika Serikat, seperti San Francisco, Phoenix, dan Los Angeles. Teknologi serupa juga mulai berkembang di sejumlah kota besar di Tiongkok.

Namun, implementasi kendaraan otonom di Eropa berjalan lebih lambat karena regulasi yang lebih ketat serta karakteristik jalan yang dinilai lebih kompleks.

Pemerintah Inggris sebelumnya mengumumkan percepatan program uji coba kendaraan tanpa pengemudi pada 2026 sebelum penerapan yang lebih luas pada tahun berikutnya.

Menteri Transportasi Inggris, Heidi Alexander, menilai teknologi kendaraan otonom berpotensi meningkatkan keselamatan lalu lintas sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

"Wayve merupakan salah satu kisah sukses perusahaan teknologi Inggris dan kemitraannya dengan Uber menunjukkan kepercayaan terhadap teknologi yang mereka kembangkan," katanya.

Persaingan Robotaxi Makin Ketat

London diperkirakan akan menjadi salah satu pusat persaingan layanan kendaraan otonom dunia.

Selain Uber dan Wayve, perusahaan kendaraan tanpa pengemudi milik Alphabet, Waymo, juga tengah menguji armadanya di London dan berencana meluncurkan layanan komersial dalam waktu dekat.

Di sisi lain, Uber dan pesaingnya, Lyft, juga telah mengumumkan rencana pengujian kendaraan otonom Apollo Go milik Baidu di London pada 2026.

Wayve sendiri telah bermitra dengan Uber sejak 2024. Perusahaan itu menyatakan teknologi yang dikembangkan dapat diterapkan pada berbagai platform kendaraan sehingga mempercepat ekspansi komersial.

Pada Februari lalu, Wayve berhasil menghimpun pendanaan sebesar US$1,5 miliar dengan valuasi mencapai US$8,6 miliar. Pendanaan tersebut melibatkan sejumlah investor besar seperti Uber, Mercedes-Benz, Stellantis, dan Nissan.

Menuju Era Transportasi Tanpa Sopir

Kehadiran robotaxi di London menjadi sinyal bahwa teknologi kendaraan otonom semakin mendekati penggunaan massal. Dukungan regulator, investasi besar, serta kemajuan AI membuat layanan taksi tanpa sopir yang dulu hanya konsep futuristis kini mulai menjadi kenyataan.

Jika seluruh proses perizinan berjalan lancar, warga London berpeluang menjadi salah satu masyarakat Eropa pertama yang dapat memesan taksi tanpa sopir langsung dari aplikasi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online