Stok Beras Bulog Semarang 81.600 Ton, Aman hingga 5 Bulan
Bulog Semarang memastikan stok beras 81.600 ton cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga lima bulan, termasuk saat Natal dan Tahun Baru.
Ilustrasi - Seorang pengguna aplikasi Waze melalui gawainya. ANTARA/HO-Shutterstock
Harianjogja.com, JAKARTA—Aplikasi navigasi berbasis komunitas, Waze, mulai menguji fitur terbaru yang cukup dinantikan pengguna, yakni tampilan lampu lalu lintas secara langsung di peta. Fitur ini diyakini bakal meningkatkan kenyamanan dan akurasi berkendara, terutama di kota-kota besar dengan tingkat kemacetan tinggi.
Peluncuran fitur ini dilakukan secara bertahap dan masih terbatas. Sejumlah pengguna di berbagai wilayah melaporkan sudah bisa mengakses fitur tersebut, sementara sebagian lainnya belum mendapatkannya. Hal ini memicu perbincangan luas di kalangan warganet, terutama di forum seperti Reddit.
Banyak pengguna mengaku antusias karena kehadiran lampu lalu lintas di peta dinilai membantu pengambilan keputusan saat berkendara, seperti memperkirakan waktu berhenti atau memilih jalur alternatif.
Meski demikian, fitur ini sejatinya bukan hal baru di dunia aplikasi navigasi. Kompetitor utama Waze, seperti Google Maps, telah lebih dulu menghadirkan tampilan lampu lalu lintas sejak beberapa tahun terakhir. Namun, kehadiran fitur serupa di Waze tetap menarik perhatian karena karakter unik platform ini yang mengandalkan kontribusi pengguna.
Sebagai aplikasi berbasis crowdsource, Waze memungkinkan penggunanya untuk melaporkan berbagai kondisi lalu lintas secara real-time. Mulai dari kemacetan, kecelakaan, penutupan jalan, hingga keberadaan petugas di lapangan.
Data yang dikumpulkan dari jutaan pengguna ini kemudian diolah untuk memberikan rekomendasi rute tercepat dan paling efisien. Inilah yang membuat Waze tetap memiliki basis pengguna loyal di tengah persaingan ketat aplikasi navigasi global.
Tak hanya itu, pengguna juga dapat berbagi informasi lain seperti tarif tol, perubahan aturan lalu lintas, hingga kebijakan ganjil-genap yang kerap diterapkan di kota besar seperti Jakarta.
Dengan hadirnya fitur lampu lalu lintas, Waze berupaya memperkaya pengalaman berkendara pengguna sekaligus mengejar ketertinggalan dari pesaingnya. Jika uji coba ini berhasil, bukan tidak mungkin fitur tersebut akan segera dirilis secara global dalam waktu dekat.
Bagi pengguna di Indonesia, kehadiran fitur ini tentu sangat relevan, mengingat kondisi lalu lintas yang dinamis dan padat, terutama di kawasan perkotaan. Integrasi informasi visual seperti lampu lalu lintas diharapkan mampu membantu pengemudi lebih waspada dan efisien saat berada di jalan.
Langkah Waze ini juga menegaskan bahwa inovasi di sektor navigasi digital terus berkembang, seiring kebutuhan mobilitas masyarakat modern yang semakin kompleks dan cepat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Bulog Semarang memastikan stok beras 81.600 ton cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga lima bulan, termasuk saat Natal dan Tahun Baru.
Kelurahan Gowongan mengedukasi orang tua tentang TBC pada anak sebagai upaya mencegah penularan dan mendukung pencegahan stunting.
Menag Nasaruddin Umar mendorong pesantren menghidupkan tradisi keilmuan Baitul Hikmah dan melahirkan ilmuwan lintas disiplin.
SIM Keliling Jogja Sabtu 31 Oktober 2026 melayani malam hari di Alun-Alun Kidul. Simak jadwal, lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.
Cek jadwal perpanjangan SIM A dan C di Kulonprogo, Sabtu 31 Oktober 2026, termasuk layanan SIM Keliling di Kapanewon Nanggulan.
Menkeu Suahasil Nazara menyebut belanja negara naik sekitar Rp300 triliun akibat penanganan bencana dan kenaikan harga energi dunia.