FIFA ASEAN Cup 2026, Herdman Tegaskan Tim Garuda Siap Beri Segalanya
John Herdman berjanji Timnas Indonesia memberikan seluruh kemampuan di FIFA ASEAN Cup 2026 setelah gagal di Piala AFF 2026.
Ilustrasi - Seorang pengguna aplikasi Waze melalui gawainya. ANTARA/HO-Shutterstock
Harianjogja.com, JAKARTA—Aplikasi navigasi berbasis komunitas, Waze, mulai menguji fitur terbaru yang cukup dinantikan pengguna, yakni tampilan lampu lalu lintas secara langsung di peta. Fitur ini diyakini bakal meningkatkan kenyamanan dan akurasi berkendara, terutama di kota-kota besar dengan tingkat kemacetan tinggi.
Peluncuran fitur ini dilakukan secara bertahap dan masih terbatas. Sejumlah pengguna di berbagai wilayah melaporkan sudah bisa mengakses fitur tersebut, sementara sebagian lainnya belum mendapatkannya. Hal ini memicu perbincangan luas di kalangan warganet, terutama di forum seperti Reddit.
Banyak pengguna mengaku antusias karena kehadiran lampu lalu lintas di peta dinilai membantu pengambilan keputusan saat berkendara, seperti memperkirakan waktu berhenti atau memilih jalur alternatif.
Meski demikian, fitur ini sejatinya bukan hal baru di dunia aplikasi navigasi. Kompetitor utama Waze, seperti Google Maps, telah lebih dulu menghadirkan tampilan lampu lalu lintas sejak beberapa tahun terakhir. Namun, kehadiran fitur serupa di Waze tetap menarik perhatian karena karakter unik platform ini yang mengandalkan kontribusi pengguna.
Sebagai aplikasi berbasis crowdsource, Waze memungkinkan penggunanya untuk melaporkan berbagai kondisi lalu lintas secara real-time. Mulai dari kemacetan, kecelakaan, penutupan jalan, hingga keberadaan petugas di lapangan.
Data yang dikumpulkan dari jutaan pengguna ini kemudian diolah untuk memberikan rekomendasi rute tercepat dan paling efisien. Inilah yang membuat Waze tetap memiliki basis pengguna loyal di tengah persaingan ketat aplikasi navigasi global.
Tak hanya itu, pengguna juga dapat berbagi informasi lain seperti tarif tol, perubahan aturan lalu lintas, hingga kebijakan ganjil-genap yang kerap diterapkan di kota besar seperti Jakarta.
Dengan hadirnya fitur lampu lalu lintas, Waze berupaya memperkaya pengalaman berkendara pengguna sekaligus mengejar ketertinggalan dari pesaingnya. Jika uji coba ini berhasil, bukan tidak mungkin fitur tersebut akan segera dirilis secara global dalam waktu dekat.
Bagi pengguna di Indonesia, kehadiran fitur ini tentu sangat relevan, mengingat kondisi lalu lintas yang dinamis dan padat, terutama di kawasan perkotaan. Integrasi informasi visual seperti lampu lalu lintas diharapkan mampu membantu pengemudi lebih waspada dan efisien saat berada di jalan.
Langkah Waze ini juga menegaskan bahwa inovasi di sektor navigasi digital terus berkembang, seiring kebutuhan mobilitas masyarakat modern yang semakin kompleks dan cepat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
John Herdman berjanji Timnas Indonesia memberikan seluruh kemampuan di FIFA ASEAN Cup 2026 setelah gagal di Piala AFF 2026.
KPK menyita uang tunai yang diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah dan menangkap 17 orang dalam OTT ATR BPN.
Jadwal KA Bandara YIA Selasa 15 September 2026 tersedia 24 perjalanan, dengan keberangkatan YIA mulai 04.20 WIB dan Tugu 05.16 WIB.
ETLE Hub mendeteksi 46.034 kendaraan angkutan barang dengan total 72.236 deteksi selama pengawasan 10 Agustus hingga 10 September 2026.
KRI Canopus dikerahkan mencari korban KM Virgo Transport 8 dengan teknologi bawah laut setelah cuaca buruk menghambat penyelam.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 15 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur, mulai pukul 05.00 hingga 20.42 WIB.