Jogja Disiapkan Saingi Bali, Pemerintah Dorong Jadi Magnet Baru Wisman
Jogja didorong jadi destinasi unggulan selain Bali. Kunjungan wisman ke Borobudur–Prambanan meningkat signifikan.
Ilustrasi - Seorang pengguna aplikasi Waze melalui gawainya. ANTARA/HO-Shutterstock
Harianjogja.com, JAKARTA—Aplikasi navigasi berbasis komunitas, Waze, mulai menguji fitur terbaru yang cukup dinantikan pengguna, yakni tampilan lampu lalu lintas secara langsung di peta. Fitur ini diyakini bakal meningkatkan kenyamanan dan akurasi berkendara, terutama di kota-kota besar dengan tingkat kemacetan tinggi.
Peluncuran fitur ini dilakukan secara bertahap dan masih terbatas. Sejumlah pengguna di berbagai wilayah melaporkan sudah bisa mengakses fitur tersebut, sementara sebagian lainnya belum mendapatkannya. Hal ini memicu perbincangan luas di kalangan warganet, terutama di forum seperti Reddit.
Banyak pengguna mengaku antusias karena kehadiran lampu lalu lintas di peta dinilai membantu pengambilan keputusan saat berkendara, seperti memperkirakan waktu berhenti atau memilih jalur alternatif.
Meski demikian, fitur ini sejatinya bukan hal baru di dunia aplikasi navigasi. Kompetitor utama Waze, seperti Google Maps, telah lebih dulu menghadirkan tampilan lampu lalu lintas sejak beberapa tahun terakhir. Namun, kehadiran fitur serupa di Waze tetap menarik perhatian karena karakter unik platform ini yang mengandalkan kontribusi pengguna.
Sebagai aplikasi berbasis crowdsource, Waze memungkinkan penggunanya untuk melaporkan berbagai kondisi lalu lintas secara real-time. Mulai dari kemacetan, kecelakaan, penutupan jalan, hingga keberadaan petugas di lapangan.
Data yang dikumpulkan dari jutaan pengguna ini kemudian diolah untuk memberikan rekomendasi rute tercepat dan paling efisien. Inilah yang membuat Waze tetap memiliki basis pengguna loyal di tengah persaingan ketat aplikasi navigasi global.
Tak hanya itu, pengguna juga dapat berbagi informasi lain seperti tarif tol, perubahan aturan lalu lintas, hingga kebijakan ganjil-genap yang kerap diterapkan di kota besar seperti Jakarta.
Dengan hadirnya fitur lampu lalu lintas, Waze berupaya memperkaya pengalaman berkendara pengguna sekaligus mengejar ketertinggalan dari pesaingnya. Jika uji coba ini berhasil, bukan tidak mungkin fitur tersebut akan segera dirilis secara global dalam waktu dekat.
Bagi pengguna di Indonesia, kehadiran fitur ini tentu sangat relevan, mengingat kondisi lalu lintas yang dinamis dan padat, terutama di kawasan perkotaan. Integrasi informasi visual seperti lampu lalu lintas diharapkan mampu membantu pengemudi lebih waspada dan efisien saat berada di jalan.
Langkah Waze ini juga menegaskan bahwa inovasi di sektor navigasi digital terus berkembang, seiring kebutuhan mobilitas masyarakat modern yang semakin kompleks dan cepat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Jogja didorong jadi destinasi unggulan selain Bali. Kunjungan wisman ke Borobudur–Prambanan meningkat signifikan.
Kebo bule Keraton Solo geladi kirab Malam 1 Sura. Beberapa kerbau sempat ngambek karena berahi dan kerumunan warga.
Presiden Prabowo bahas lonjakan investasi asing usai lawatan luar negeri, pemerintah siap buka data ke publik.
Megawati Soekarnoputri ziarah ke makam Bung Karno di Blitar, momen refleksi nilai perjuangan dan Pancasila.
BGN bantah isu pembagian keuntungan MBG ke Prabowo. Masyarakat diminta tidak mudah percaya hoaks dan cek sumber resmi.
OJK temukan 184 usaha gadai ilegal, lakukan penindakan bersama Satgas PASTI dan imbau masyarakat waspada risiko.