In This Ekonomi, Ini Cara Efektif Mengelola Keuangan di Tengah Inflasi
Biaya hidup yang terus meningkat menuntut pengelolaan keuangan yang lebih disiplin. Simak delapan langkah praktis agar kondisi finansial tetap aman hingga akhir
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Kebutuhan internet rumah terus meningkat seiring perubahan gaya hidup yang bergantung pada koneksi digital untuk bekerja, belajar, hingga hiburan, namun keluhan “WiFi lemot” masih menjadi persoalan yang sering dialami banyak pengguna.
Kondisi tersebut tidak selalu disebabkan oleh penyedia layanan internet, melainkan kerap dipicu oleh faktor teknis yang berada di dalam rumah dan sering tidak disadari pengguna sehari-hari.
Fenomena ini semakin terasa pada rumah tangga modern yang mengandalkan koneksi internet untuk work from home, konferensi video, pengunggahan konten digital, hingga gim daring yang membutuhkan kestabilan jaringan dan latensi rendah.
Dalam praktiknya, penurunan kualitas jaringan biasanya terjadi akibat kombinasi beberapa faktor yang saling berkaitan, mulai dari pembagian bandwidth yang tidak seimbang, posisi router yang kurang tepat, hingga penggunaan perangkat jaringan yang sudah tidak sesuai dengan kebutuhan saat ini.
1. Rebutan Bandwidth di Banyak Perangkat
Salah satu penyebab paling umum WiFi lemot adalah terlalu banyak perangkat yang terhubung dalam satu jaringan secara bersamaan. Di era rumah pintar, koneksi internet tidak hanya digunakan oleh ponsel dan laptop, tetapi juga televisi pintar, kamera pengawas, konsol gim, hingga perangkat berbasis Internet of Things.
Kondisi ini membuat kapasitas bandwidth terbagi ke banyak perangkat sekaligus, sehingga aktivitas berat seperti streaming video berkualitas tinggi atau rapat daring dapat memengaruhi kecepatan perangkat lain di jaringan yang sama.
Situasi ini dapat dianalogikan seperti aliran air dari satu pipa kecil yang harus dibagi ke banyak keran sekaligus, sehingga tekanan di masing-masing aliran menjadi berkurang.
2. Posisi Router yang Tidak Optimal
Faktor berikutnya yang sering tidak disadari adalah penempatan router yang kurang strategis di dalam rumah. Banyak pengguna meletakkan perangkat ini di sudut ruangan, di balik tembok tebal, atau di dalam lemari, yang secara tidak langsung dapat menghambat penyebaran sinyal.
Secara teknis, gelombang WiFi menyebar ke segala arah, sehingga hambatan fisik seperti dinding beton, perabot besar, dan material logam dapat mengurangi kekuatan sinyal secara signifikan.
Akibatnya, muncul area dead zone di dalam rumah, yaitu titik-titik yang hampir tidak terjangkau sinyal internet sehingga perangkat sulit terhubung atau mengalami kecepatan yang sangat lambat.
Solusi yang umum disarankan adalah menempatkan router di area tengah rumah, pada posisi yang lebih tinggi, serta menjauhkannya dari perangkat elektronik lain yang dapat menyebabkan interferensi sinyal.
3. Router yang Sudah Ketinggalan Zaman
Penyebab lain yang kerap diabaikan adalah penggunaan router lama yang sudah tidak lagi mampu mengikuti kebutuhan internet modern. Perangkat generasi lama biasanya masih menggunakan standar WiFi 4 atau versi awal WiFi 5 yang memiliki keterbatasan dalam menangani banyak perangkat secara bersamaan.
Sementara itu, teknologi terbaru seperti WiFi 5 lanjutan dan WiFi 6 menawarkan peningkatan signifikan, mulai dari kecepatan lebih tinggi, efisiensi distribusi jaringan, hingga fitur dual-band dan MU-MIMO yang memungkinkan komunikasi dengan beberapa perangkat sekaligus tanpa saling mengganggu.
Dengan semakin padatnya penggunaan perangkat digital di rumah modern, router lama dapat menjadi salah satu faktor utama yang tanpa disadari menurunkan performa jaringan secara keseluruhan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Biaya hidup yang terus meningkat menuntut pengelolaan keuangan yang lebih disiplin. Simak delapan langkah praktis agar kondisi finansial tetap aman hingga akhir
BPS mencatat Indonesia mengalami deflasi 0,14% pada Juli 2026. Inflasi tahunan tercatat 2,88% dan inflasi tahun kalender mencapai 1,65%.
Gunung Semeru mengalami lima kali erupsi pada Senin pagi dengan tinggi letusan hingga 700 meter. Status gunung masih Level III atau Siaga.
Donald Trump menyebut perundingan AS dan Iran dimulai Senin. Pembahasan mencakup Selat Hormuz dan program nuklir Teheran.
AS dan Jepang berkolaborasi mengintervensi pasar valuta asing untuk menghentikan pelemahan yen yang sempat menyentuh level terendah dalam 40 tahun.
Sebanyak 23 calon hakim agung dan ad hoc MA mengikuti wawancara tahap akhir seleksi KY pada 3-7 Agustus 2026.