BMKG: Sejumlah Wilayah Indonesia Berpotensi Hujan Ringan
BMKG memprakirakan cuaca berawan hingga hujan ringan di sejumlah wilayah Indonesia serta mengingatkan potensi awan cumulonimbus.
Foto ilustrasi mengisi daya ponsel di Kereta Api. - Foto dibuat menggunakan Artificial Intelligence
Harianjogja.com, JAKARTA—Tren pasar smartphone mengalami perubahan dalam beberapa tahun terakhir. Jika sebelumnya konsumen lebih banyak mempertimbangkan desain tipis dan kualitas kamera, kini daya tahan baterai menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi keputusan pembelian perangkat baru.
Meningkatnya mobilitas masyarakat serta tingginya aktivitas digital membuat ponsel dengan kapasitas baterai besar semakin diminati. Tak sedikit konsumen yang kini menjadikan baterai jumbo sebagai pertimbangan utama karena mampu mendukung aktivitas harian tanpa harus sering mengisi ulang daya.
Perubahan kebutuhan tersebut terlihat dari semakin banyaknya produsen yang menghadirkan smartphone dengan kapasitas baterai di atas 6.000 mAh hingga 7.000 mAh.
Kapasitas baterai yang lebih besar dinilai mampu memberikan ketenangan bagi pengguna, terutama mereka yang memiliki aktivitas padat di luar rumah. Dengan daya tahan yang lebih panjang, pengguna tidak perlu terlalu sering mencari colokan listrik atau membawa powerbank saat beraktivitas.
Fenomena ini juga didorong oleh meningkatnya konsumsi konten digital melalui media sosial, layanan streaming video, hingga aktivitas bermain gim yang membutuhkan daya besar dalam waktu lama.
Pengguna kini tidak hanya menginginkan fitur pengisian cepat, tetapi juga mengharapkan perangkat yang mampu bertahan lebih lama dalam sekali pengisian daya. Ketahanan baterai menjadi aspek yang dianggap lebih relevan dibandingkan sekadar kecepatan pengisian ulang.
Selain mengandalkan kapasitas baterai yang besar, produsen smartphone juga mulai mengembangkan berbagai teknologi untuk meningkatkan efisiensi penggunaan daya.
Salah satu inovasi yang banyak diterapkan adalah pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mengelola konsumsi energi perangkat. Teknologi ini memungkinkan sistem mempelajari pola penggunaan pengguna sehingga aplikasi yang berjalan di latar belakang dapat dikendalikan secara otomatis agar tidak menguras baterai secara berlebihan.
Dengan dukungan AI, perangkat dapat mengoptimalkan penggunaan energi sesuai kebutuhan sehingga masa pakai baterai menjadi lebih panjang.
Di tengah persaingan industri smartphone, kapasitas baterai besar juga mengubah preferensi konsumen terhadap desain perangkat. Jika sebelumnya bodi tipis menjadi daya tarik utama, kini banyak pengguna bersedia menerima ukuran perangkat yang sedikit lebih tebal demi mendapatkan daya tahan baterai yang lebih lama.
Bagi sebagian konsumen, manfaat yang diperoleh dari baterai berkapasitas besar dianggap lebih penting dibandingkan aspek estetika perangkat.
Kemampuan menggunakan smartphone sepanjang hari tanpa khawatir kehabisan daya dinilai memberikan nilai tambah yang lebih besar dibandingkan desain yang tipis tetapi membutuhkan pengisian daya lebih sering.
Perubahan perilaku tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan akan efisiensi dan kenyamanan semakin mendominasi pasar smartphone. Seiring meningkatnya aktivitas digital masyarakat, tren HP baterai jumbo diperkirakan akan terus berkembang dan menjadi salah satu fitur yang paling diperhatikan konsumen saat memilih perangkat baru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BMKG memprakirakan cuaca berawan hingga hujan ringan di sejumlah wilayah Indonesia serta mengingatkan potensi awan cumulonimbus.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 23 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Dana pendidikan gratis Rp93,7 triliun masih berupa hitungan awal. Mendiktisaintek akan membahasnya bersama Kemenkeu dan Danantara.
Harga iPhone 2027 berpotensi naik akibat biaya memori meningkat. Apple disebut sudah menyepakati harga RAM dan NAND Samsung untuk awal 2027.
Sleman Creative Weeks 2026 menghadirkan empat agenda seni dan budaya mulai 27 September hingga Oktober, termasuk festival film dan layang-layang.
Danantara membuka opsi mengembangkan perusahaan tekstil yang sudah ada, dengan mempertimbangkan mesin, teknologi, lapangan kerja, dan return investasi.