Jangan Langsung Nyalakan! Begini Cara Menangani HP Kemasukan Air

Jumali
Jumali Sabtu, 31 Oktober 2026 21:37 WIB
Jangan Langsung Nyalakan! Begini Cara Menangani HP Kemasukan Air

Foto ilustrasi pabrik ponsel pintar. - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Ponsel yang terkena air atau kehujanan perlu segera ditangani dengan cara yang tepat. Kesalahan dalam beberapa menit pertama, seperti langsung menyalakan perangkat atau mengeringkannya menggunakan udara panas, justru berisiko memperparah kerusakan.

Karena itu, pengguna sebaiknya tidak terburu-buru memeriksa apakah ponsel masih berfungsi. Ada beberapa langkah awal yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko kerusakan pada komponen di dalam perangkat.

Berikut cara menangani HP yang terkena air.

1. Segera Matikan Ponsel

Langkah pertama adalah mematikan ponsel sesegera mungkin. Air yang masuk ke dalam perangkat berisiko menyebabkan gangguan pada komponen elektronik ketika masih dialiri listrik.

Jika ponsel belum mati secara otomatis, tekan tombol daya dan pilih opsi untuk mematikannya. Setelah itu, hindari menekan tombol lain atau mencoba mengoperasikan layar untuk memeriksa kondisinya.

Semakin sedikit interaksi dengan perangkat dalam kondisi basah, semakin kecil risiko kerusakan tambahan akibat aliran listrik.

2. Lepaskan Casing dan Keringkan Permukaannya

Setelah ponsel dimatikan, lepaskan casing pelindung agar bagian luar perangkat lebih mudah dikeringkan. Gunakan kain bersih yang kering atau tisu untuk menyerap air pada permukaan ponsel.

Perhatikan bagian yang berpotensi menjadi tempat berkumpulnya air, seperti port pengisian daya dan jack audio jika tersedia.

Posisikan port menghadap ke bawah agar air lebih mudah keluar. Hindari mengguncang ponsel terlalu keras atau meniup lubang perangkat karena tindakan tersebut berisiko mendorong air masuk lebih jauh.

Pengguna juga sebaiknya tidak menggunakan pengering rambut atau hair dryer. Panas berlebih dapat merusak komponen internal ponsel.

3. Keringkan di Tempat dengan Sirkulasi Udara Baik

Berikutnya, letakkan ponsel di tempat yang kering dan memiliki sirkulasi udara baik. Perangkat bisa diletakkan di atas meja atau di dekat kipas angin dengan posisi port menghadap ke bawah.

Hindari menjemur ponsel langsung di bawah sinar matahari atau meletakkannya di dekat sumber panas.

Proses pengeringan membutuhkan waktu. Jangan terburu-buru menyalakan perangkat sebelum kondisinya benar-benar kering.

4. Jangan Langsung Menyalakan Ponsel

Keinginan untuk segera memeriksa kondisi HP setelah terkena air sebaiknya ditahan. Menyalakan perangkat ketika masih ada kelembapan di bagian dalam dapat meningkatkan risiko korsleting dan kerusakan komponen.

Naskah sumber menyarankan pengguna menunggu sekitar 24–48 jam sebelum mencoba menyalakan ponsel kembali.

Namun, waktu pengeringan tersebut bukan jaminan bahwa seluruh bagian internal sudah bebas dari air. Jika ponsel terendam atau air masuk cukup banyak, sebaiknya jangan mengandalkan pengeringan dari luar saja.

5. Hindari Kantong Plastik dan Jangan Mengandalkan Kantong Kertas

Sebagian pengguna mungkin memasukkan ponsel ke dalam kantong untuk mengingatkan diri agar tidak buru-buru menyalakannya. Namun, kantong kertas bukan metode utama untuk mengeringkan perangkat.

Kertas hanya berpotensi menyerap sedikit kelembapan di sekitarnya. Sementara itu, kantong plastik tertutup dapat memerangkap kelembapan sehingga tidak membantu proses pengeringan.

Lebih baik letakkan ponsel di tempat terbuka dengan sirkulasi udara yang baik dan hindari penggunaan perangkat sampai kondisinya dipastikan aman.

Jika setelah proses pengeringan ponsel tidak menyala atau menunjukkan gangguan, segera bawa ke teknisi tepercaya. Kerusakan akibat air, termasuk korosi pada papan sirkuit, tidak selalu dapat diatasi hanya dengan mengeringkan bagian luar perangkat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online