Komisi TikTok Shop Turun Jadi Rp60.000, Seller Punya Pilihan
TikTok Shop menetapkan batas komisi dinamis maksimal Rp60.000 per item mulai 16 September 2026.
Ilustrasi Artificial Intelligence - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA — Perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan otomatisasi diprediksi akan mengubah besar-besaran peta dunia kerja dalam beberapa tahun ke depan. Profesi yang bersifat rutin, berulang, dan mudah diprediksi menjadi kelompok paling rentan tergantikan oleh teknologi.
Laporan Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum (WEF) memperkirakan sekitar 92 juta pekerjaan akan hilang secara global hingga 2030. Namun di sisi lain, kemajuan teknologi juga diproyeksikan menciptakan sekitar 170 juta pekerjaan baru. Artinya, perubahan ini bukan sekadar pengurangan tenaga kerja, tetapi transformasi kebutuhan keterampilan.
WEF juga mencatat sekitar 39% keterampilan inti pekerja akan berubah sebelum 2030. Kondisi ini menuntut tenaga kerja untuk terus meningkatkan kompetensi (upskilling) dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar tetap relevan.
Mengutip berbagai sumber, setidaknya ada delapan pekerjaan yang diperkirakan paling terdampak oleh AI dan otomatisasi:
Pekerjaan ini menjadi yang paling cepat tergantikan karena AI kini mampu membaca dokumen, mengenali teks, hingga menginput data secara otomatis dengan akurasi tinggi. Kebutuhan tenaga manusia di bidang ini diprediksi terus menurun signifikan.
AI memungkinkan perusahaan melakukan panggilan otomatis, menawarkan produk, hingga menjawab pertanyaan pelanggan tanpa operator manusia. Efisiensi biaya membuat profesi ini semakin tergerus.
Chatbot dan virtual assistant kini mampu melayani pelanggan 24 jam dengan respons instan. Meski begitu, peran manusia masih dibutuhkan untuk menangani kasus kompleks yang membutuhkan empati.
Pengujian perangkat lunak kini banyak dilakukan oleh sistem otomatis berbasis AI yang mampu menjalankan ribuan skenario sekaligus, lebih cepat dibandingkan metode manual.
AI mulai digunakan untuk menyusun dokumen, mengelola arsip, hingga meninjau kontrak sederhana. Namun, analisis hukum tetap membutuhkan keahlian manusia.
Pendekatan awal ke pelanggan kini bisa dilakukan AI melalui telepon atau platform digital. Meski demikian, negosiasi dan relasi jangka panjang tetap membutuhkan sentuhan manusia.
Mesin pemesanan mandiri dan robot dapur mulai menggantikan peran kasir dan staf dapur. Otomatisasi ini membuat operasional menjadi lebih efisien.
Perkembangan kendaraan otonom dan teknologi pengiriman berbasis drone berpotensi mengubah profesi ini. Namun, transisi diperkirakan berlangsung bertahap.
Adaptasi Jadi Kunci
Meski banyak pekerjaan terancam hilang, peluang baru justru terbuka lebar di bidang teknologi, data, dan kreativitas. Profesi seperti analis data, spesialis AI, hingga pekerjaan berbasis kreativitas diprediksi akan terus meningkat.
Karena itu, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, literasi digital, serta kemampuan beradaptasi menjadi keterampilan penting di era AI. Dunia kerja masa depan tidak hanya membutuhkan tenaga kerja yang terampil, tetapi juga fleksibel dalam menghadapi perubahan.
Transformasi ini menjadi sinyal bahwa manusia dan teknologi bukan untuk saling menggantikan sepenuhnya, melainkan untuk saling melengkapi dalam menciptakan produktivitas yang lebih tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
TikTok Shop menetapkan batas komisi dinamis maksimal Rp60.000 per item mulai 16 September 2026.
AS mengerahkan sekitar 9.000 personel tambahan ke Timur Tengah dan berpotensi menempatkan tiga kapal induk di kawasan tersebut.
Sleman memborong dua juara pertama Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman 2026 lewat KWT Teratai Mekar dan Kelompok Tani Manunggal Makmur.
Pemkab Temanggung memastikan Sekolah Rakyat di Karanggedong tetap dibangun. Total lahan yang disiapkan mencapai 7,8 hektare.
Menpora Cup 2026 menjadi ajang mengukur hasil pembinaan atlet boling sekaligus mencari peboling potensial untuk persaingan nasional dan internasional.
Skrining psikososial pekerja perlu memakai instrumen tervalidasi dan disesuaikan dengan tujuan pemeriksaan serta karakteristik pekerja.