Jadwal Bus DAMRI Jogja-YIA, 26 Agustus 2026, Cukup Rp80.000
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Ilustrasi Artificial Intelligence - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Cara menikmati serial digital berpotensi berubah total. Character.ai resmi memperluas bisnisnya ke industri micro-drama dengan menghadirkan karakter kecerdasan buatan yang tidak hanya muncul di layar, tetapi juga dapat diajak berbincang langsung oleh penonton melalui chatbot terintegrasi.
Ekspansi yang diumumkan pada Kamis (9/7/2026) tersebut menjadi langkah baru di tengah pesatnya perkembangan industri AI global. Berbeda dengan layanan streaming konvensional yang menempatkan penonton sebagai penerima cerita, konsep yang dibangun Character.ai membuka ruang interaksi dua arah antara pengguna dan karakter di dalam serial.
Perusahaan yang didirikan mantan insinyur Google itu menggandeng sejumlah penulis berpengalaman dari industri hiburan Amerika Serikat untuk mengembangkan proyek tersebut. Mereka disebut pernah terlibat dalam produksi untuk Nickelodeon, Netflix, DreamWorks, hingga Blumhouse.
Meski tidak mengungkap identitas para penulis secara rinci, Character.ai memastikan seluruh kreator yang dilibatkan memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan cerita dan produksi hiburan global.
Pada tahap awal, perusahaan meluncurkan tiga serial micro-drama dengan tema yang berbeda. Serial pertama berjudul "Last Summer" yang mengangkat kisah romansa musim panas. Serial kedua, "The Nighttime Game", menyasar penggemar horor dengan nuansa misteri dan ketegangan. Sementara serial ketiga, "Edenfall", menggabungkan konsep kompetisi dan dunia virtual yang mengingatkan pada tema populer seperti The Hunger Games dan Ready Player One.
Dalam cerita "Edenfall", sekelompok pemain berperan sebagai penguji beta sebuah gim baru yang menghadirkan tantangan dan dinamika sosial di dunia digital. Ketiga serial tersebut saat ini hanya dapat diakses oleh pengguna berusia 18 tahun ke atas.
Daya tarik utama layanan ini bukan hanya terletak pada alur cerita, melainkan pada kemampuan karakter AI untuk merespons pengguna secara langsung. Penonton dapat mengajukan pertanyaan kepada tokoh dalam cerita, menggali alasan di balik keputusan mereka, hingga melakukan percakapan yang memperluas pengalaman menonton.
Model interaktif tersebut menciptakan pengalaman yang lebih personal dibandingkan platform streaming tradisional. Penonton tidak lagi hanya mengikuti cerita yang sudah ditentukan, tetapi memiliki kesempatan membangun hubungan dengan karakter yang mereka sukai.
Selain berinteraksi, pengguna juga dapat membuat cerita turunan atau fan fiction menggunakan karakter yang tersedia di platform. Fitur ini membuka peluang bagi komunitas kreator untuk menghasilkan karya baru yang terhubung dengan serial utama.
CEO Character.ai, Karandeep Anand, mengatakan teknologi AI memungkinkan proses produksi berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan metode animasi konvensional. Menurutnya, satu serial micro-drama dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 40 hari.
"Sebagai pembanding, produksi animasi tradisional biasanya memakan waktu hingga enam bulan," ujarnya.
Anand menilai format micro-drama menjadi salah satu jenis konten yang paling sesuai untuk dikembangkan menggunakan AI karena memiliki siklus produksi singkat dan kebutuhan episode yang relatif tinggi.
Meski demikian, ia menegaskan perusahaan tidak berupaya menciptakan konten dalam jumlah besar tanpa mempertimbangkan kualitas.
"Tujuan kami bukan menciptakan mesin pembuat konten AI sembarangan untuk Gen Z," tegasnya.
Juru bicara Character.ai menjelaskan bahwa pengembangan awal serial masih mengandalkan model AI internal perusahaan. Langkah tersebut dilakukan untuk menyempurnakan format produksi sekaligus memahami jenis cerita yang paling diminati pengguna.
"Seiring waktu, kami bertujuan mengubah pembelajaran dan workflow tools tersebut menjadi alat bagi kreator, sehingga memungkinkan mereka membuat serial sendiri dan membagikannya ke audiens global," kata juru bicara Character.ai, dikutip dari TechCrunch.*
Pernyataan tersebut menunjukkan ambisi Character.ai untuk membangun ekosistem yang tidak hanya berisi penonton dan konten, tetapi juga kreator independen yang dapat memanfaatkan teknologi AI dalam proses produksi.
Ke depan, perusahaan juga menyiapkan model bisnis baru yang memanfaatkan interaksi chatbot dan aktivitas fan fiction sebagai sumber pendapatan tambahan. Berdasarkan laporan Hollywood Reporter, strategi tersebut diharapkan mampu menciptakan aliran pendapatan berkelanjutan di tengah persaingan industri AI yang semakin ketat. Bagi pengguna, perkembangan ini membuka peluang untuk berperan lebih aktif dalam dunia hiburan digital, dari sekadar penonton menjadi bagian dari proses kreatif yang membentuk cerita dan karakter di dalamnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Presiden Prabowo Subianto mengungkap alasan tak langsung datang ke NTT usai gempa M7,7. Ia tak ingin pejabat daerah sibuk menjemput dan fokus warga terganggu.
KPK menggeledah Rektorat Unsoed dan sejumlah rumah tersangka kasus dugaan korupsi PMB jalur Mandiri. Penyidik menyita dokumen dan bukti elektronik.
DPRD) Klaten menggelar rapat paripurna dengan agenda pemungutan dan penghitungan suara calon Wakil Bupati (Wabup) Klaten sisa masa jabatan 2025-2030
Pemkot Jogja memadukan CKG dengan skrining TB untuk menemukan kasus secara dini, menyasar anak kelompok rentan, kontak erat pasien, dan warga berisiko.
Kemenkes mengungkap kualitas udara sejumlah wilayah Indonesia masuk kategori berbahaya akibat karhutla. Palangka Raya mencatat ISPU 573.