AI Grok Tangani 15.000 Panggilan Starlink Setiap Hari

Asa An Yahdiani
Asa An Yahdiani Rabu, 26 Agustus 2026 07:37 WIB
AI Grok Tangani 15.000 Panggilan Starlink Setiap Hari

Ilustrasi Artificial Intelligence - Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA — SpaceX mengungkap penggunaan chatbot kecerdasan buatan (AI) Grok untuk menangani layanan pelanggan Starlink. Setiap hari, Grok disebut menangani lebih dari 15.000 panggilan yang berkaitan dengan dukungan pelanggan dan penjualan.

Teknologi AI tersebut tidak hanya digunakan untuk menjawab pertanyaan pelanggan. Grok juga mampu mendiagnosis persoalan perangkat keras, mengirimkan perangkat pengganti, hingga memproses ribuan pesanan setiap pekan.

Divisi bisnis AI SpaceX, SpaceXAI, menyampaikan data tersebut melalui unggahan di platform X pada Senin. Grok saat ini digunakan untuk melayani pelanggan Starlink melalui tiga saluran, yakni aplikasi Starlink, situs web resmi, dan layanan hotline telepon.

"Di Starlink, kami menggunakan Grok Voice untuk menyelesaikan lebih dari 15.000 panggilan masuk terkait dukungan pelanggan dan penjualan setiap harinya. Grok mendiagnosis masalah perangkat keras, mengirimkan penggantinya, dan memenuhi lebih dari 3.000 pesanan per minggu," tulis SpaceXAI, dilansir dari PCMag, Rabu (26/8/2026).

Grok Gantikan Sebagian Layanan Pelanggan Starlink

Pemanfaatan Grok dalam layanan pelanggan Starlink sebenarnya bukan hal baru. Teknologi tersebut pertama kali diintegrasikan ke aplikasi Starlink pada tahun lalu sebelum diperluas ke situs resmi perusahaan.

Pada April 2026, Grok juga mulai terpantau digunakan untuk menjawab panggilan telepon pelanggan melalui hotline resmi Starlink.

Kehadiran AI dalam layanan pelanggan menjadi bagian dari upaya Starlink meningkatkan respons terhadap pelanggan. Sebelumnya, perusahaan yang didirikan Elon Musk tersebut lebih banyak mengandalkan sistem tiket daring.

Starlink baru menyediakan hotline telepon resmi di Amerika Serikat dan Kanada pada 2024.

Meski mampu menangani puluhan ribu interaksi setiap hari, penggunaan AI belum sepenuhnya bebas dari kendala. Sejumlah pelanggan masih menemukan kasus ketika Grok kesulitan memahami persoalan yang membutuhkan konteks lebih kompleks.

Bulan lalu, misalnya, seorang pelanggan mengeluhkan Grok karena gagal memenuhi janji bonus perangkat Dishy Mini gratis untuk paket Residential Max. Masalah tersebut berkaitan dengan perubahan kebijakan yang tidak dipahami oleh AI.

Kanal YouTube DISHYtech juga melaporkan Grok mengalami kesulitan ketika membantu pengguna router Starlink Gen 2 lama yang mengalami kerusakan permanen. AI tersebut disebut melewatkan persoalan kompatibilitas yang penting.

Kasus-kasus tersebut menunjukkan bahwa kemampuan AI dalam menangani layanan pelanggan masih memiliki batas, terutama ketika persoalan membutuhkan penilaian berdasarkan kondisi perangkat, riwayat pelanggan, atau kebijakan yang berubah.

Grok Voice Mulai Ditawarkan untuk Bisnis

Di tengah perluasan penggunaan AI untuk layanan pelanggan Starlink, SpaceX juga mulai menawarkan teknologi serupa kepada perusahaan lain.

Versi terbaru asisten suara tersebut, Grok Voice Think Fast 2.0, dipasarkan dengan tarif 0,08 dolar AS per menit untuk penggunaan audio.

Dengan kemampuan menangani lebih dari 15.000 panggilan masuk setiap hari dan memproses lebih dari 3.000 pesanan setiap pekan, Grok kini menjadi salah satu bagian penting dalam operasional layanan pelanggan Starlink.

Namun, tingginya volume interaksi yang mampu ditangani AI belum berarti seluruh persoalan pelanggan dapat diselesaikan secara otomatis. Kasus yang membutuhkan pemahaman konteks lebih mendalam masih menunjukkan pentingnya keterlibatan manusia dalam layanan pelanggan Starlink.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online