Pengiriman Chip HP Turun 15 Persen, Qualcomm & MediaTek Tersungkur

Jumali
Jumali Kamis, 30 Juli 2026 09:17 WIB
Pengiriman Chip HP Turun 15 Persen, Qualcomm & MediaTek Tersungkur

Foto ilustrasi pabrik ponsel pintar. - Freepik


Harianjoja.com.JOGJA— Industri semikonduktor global tengah menghadapi tantangan berat. Berdasarkan laporan terbaru dari firma riset pasar Counterpoint Research, pengiriman System-on-Chip (SoC) alias chipset untuk smartphone secara global tercatat turun 15 persen pada semester I-2026. Penurunan ini dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari lonjakan harga memori hingga siklus penggantian perangkat yang semakin panjang.

MediaTek dan Qualcomm Paling Tertekan

MediaTek dan Qualcomm menjadi dua produsen chip yang paling merasakan dampak penurunan ini, dengan masing-masing mencatat penurunan pengiriman lebih dari 25 persen secara tahunan (Year-on-Year/YoY) . Pangsa pasar MediaTek turun dari 37 persen menjadi 32 persen, sementara Qualcomm turun dari 26 persen menjadi 22 persen .

Analis Senior Counterpoint Research, Shivani Parashar, menjelaskan bahwa Qualcomm kehilangan pangsa pasar premium karena seri Samsung Galaxy S26 tidak lagi sepenuhnya memakai Snapdragon, melainkan juga mengusung Exynos 2600. Selain itu, penjualan Xiaomi 17 yang lebih lemah juga turut menekan pengiriman chip Qualcomm . Sementara itu, MediaTek terdampak krisis memori di segmen chipset entry-level dan 5G kelas bawah, meskipun lini Dimensity 9500 masih mencatat kinerja positif berkat dipakai di ponsel Vivo, Oppo, Poco, dan Redmi.

Apple, Unisoc, dan Samsung Justru Naik

Berbeda dengan MediaTek dan Qualcomm, tiga produsen chip lainnya—Apple, Unisoc, dan Samsung—justru berhasil meningkatkan pengiriman SoC mereka di semester I-2026 . Pangsa pasar ketiganya masing-masing mencapai 19 persen, 13 persen, dan 8 persen, naik dari 15 persen, 11 persen, dan 5 persen di periode yang sama tahun sebelumnya .

Apple diuntungkan oleh penjualan seri iPhone 17 yang kuat, sementara Samsung meningkat karena Galaxy S26 Series kini ada yang memakai chip Exynos. Sementara itu, Unisoc mencatat pertumbuhan karena semakin banyak produsen yang beralih ke platform 4G-nya untuk menekan biaya produksi. Perusahaan ini juga memperluas adopsi chipset 5G melalui kerja sama dengan Poco dan Redmi .

Chip AI Tumbuh, Proyeksi Penurunan Berlanjut
Meskipun pengiriman chip secara keseluruhan menurun, Counterpoint mencatat bahwa pengiriman SoC untuk smartphone berbasis AI (GenAI) justru tumbuh 24 persen YoY. Pertumbuhan ini didorong oleh tingginya permintaan fitur AI di segmen menengah hingga premium.

Counterpoint memproyeksikan bahwa pengiriman SoC smartphone global secara keseluruhan di sepanjang 2026 masih akan turun 14 persen YoY, diiringi dengan penurunan chip di segmen entry-level hingga lebih dari 30 persen . Adapun salah satu faktor penyebab utama penurunan ini, yaitu krisis pasokan memori, diperkirakan baru akan mereda pada paruh kedua 2027.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online