Kalahkan London! Seoul Jadi Kota Kuliah Terbaik Dunia Versi QS 2027
QS Best Student Cities 2027: Seoul jadi kota kuliah terbaik dunia, kalahkan London. Jakarta dan Yogyakarta wakili Indonesia di peringkat global. Simak daftar le
Logo Apple - ist/apple inc
Harianjogja.com, JOGJA—Apple kembali menunjukkan dominasinya di pasar smartphone global. Di tengah perlambatan industri ponsel dunia dan krisis pasokan chip memori yang masih menghantui rantai pasok teknologi, perusahaan asal Cupertino, Amerika Serikat, itu berhasil membukukan rekor penjualan iPhone pada kuartal III tahun fiskal 2026.
Namun di balik capaian tersebut, Apple justru memberikan sinyal peringatan kepada investor. Perusahaan memperkirakan pertumbuhan pendapatan pada kuartal berikutnya akan melambat karena keterbatasan pasokan komponen penting, khususnya chip memori yang saat ini mengalami kelangkaan global.
Laporan Counterpoint menunjukkan pangsa pasar iPhone naik menjadi 20% atau tumbuh sekitar 3% secara tahunan. Capaian ini cukup kontras dibandingkan industri smartphone global yang justru mengalami penurunan sekitar 11% pada periode yang sama.
Meski demikian, pasar tidak sepenuhnya merespons positif. Setelah Apple memaparkan proyeksi bisnis terbaru dalam konferensi bersama analis, saham perusahaan langsung terkoreksi sekitar 5,5% pada perdagangan setelah bursa.
CEO Apple Tim Cook menegaskan perlambatan proyeksi tersebut bukan disebabkan menurunnya minat konsumen terhadap produk Apple.
"Kami melihat adanya kendala pasokan yang sangat signifikan saat ini dengan fleksibilitas rantai pasokan yang sangat terbatas untuk mengatasinya," kata Tim Cook seperti dikutip Reuters, Jumat (31/7/2026).
Menurut Cook, Apple kini tengah mencari alternatif pemasok chip memori guna mengurangi tekanan pasokan yang berpotensi mengganggu produksi perangkat pada paruh kedua tahun ini.
Kekhawatiran investor muncul karena keterbatasan pasokan tersebut berpotensi menghambat momentum penjualan menjelang peluncuran generasi iPhone terbaru yang biasanya berlangsung pada September.
Di sisi lain, kinerja keuangan Apple sebenarnya masih tergolong sangat kuat. Pada kuartal III tahun fiskal 2026, perusahaan membukukan pendapatan sebesar US$109,42 miliar atau tumbuh 16,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Angka tersebut melampaui ekspektasi analis yang sebelumnya memperkirakan pendapatan sekitar US$105,5 miliar.
Laba per saham (EPS) juga tercatat mencapai US$2,02. Bahkan tanpa memasukkan komponen pengembalian tarif sebesar US$0,11 per saham, Apple masih mampu mencetak EPS US$1,89, lebih tinggi dari perkiraan pasar.
Kontributor terbesar tetap berasal dari lini iPhone. Pendapatan segmen ini melonjak 21,7% menjadi US$54,25 miliar, sekaligus menjadi rekor tertinggi untuk periode kuartal III.
Sejumlah analis menilai lonjakan tersebut dipicu fenomena panic buying. Banyak konsumen memilih membeli iPhone lebih awal karena khawatir Apple akan menaikkan harga perangkat pada peluncuran produk berikutnya.
Fenomena itu memang membantu mendongkrak penjualan dalam jangka pendek. Namun pasar khawatir pembelian yang dipercepat tersebut justru akan mengurangi permintaan pada kuartal-kuartal berikutnya.
Kekhawatiran lain datang dari bisnis layanan digital atau Services yang selama ini menjadi mesin pertumbuhan kedua Apple setelah iPhone.
Pendapatan segmen Services tercatat sebesar US$30,74 miliar. Meski masih tumbuh, angka tersebut berada di bawah proyeksi analis yang memperkirakan pendapatan mencapai US$31,22 miliar.
Analis D.A. Davidson, Gil Luria, menilai perlambatan di sektor layanan patut menjadi perhatian serius.
Menurutnya, apabila bisnis Services mulai melambat ketika penjualan iPhone sedang sangat tinggi, maka tekanan terhadap segmen tersebut bisa semakin besar ketika penjualan perangkat kembali normal.
Tekanan pada bisnis layanan Apple juga datang dari perubahan regulasi di sejumlah negara. Uni Eropa kini mewajibkan Apple membuka akses bagi toko aplikasi pihak ketiga. Selain itu, perusahaan juga menghadapi dampak putusan hukum terkait sengketa dengan Epic Games di Amerika Serikat.
Kedua faktor tersebut berpotensi mengurangi pendapatan komisi yang selama ini diperoleh Apple dari transaksi dalam aplikasi melalui App Store.
Menghadapi tantangan tersebut, Apple mulai mengarahkan strategi pertumbuhan berikutnya pada teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Tim Cook mengisyaratkan perusahaan akan memperluas integrasi fitur AI yang dikembangkan bersama Google ke berbagai layanan Apple. Fitur-fitur tersebut nantinya berpotensi menjadi bagian dari layanan berbayar melalui paket langganan iCloud Plus.
Strategi tersebut dipandang sebagai upaya Apple mencari sumber pertumbuhan baru di tengah tekanan bisnis layanan digital dan ketidakpastian pasokan chip memori global.
Dengan peluncuran iPhone generasi terbaru yang tinggal menghitung pekan, kemampuan Apple mengatasi krisis pasokan akan menjadi faktor penting yang menentukan apakah perusahaan mampu mempertahankan momentum pertumbuhan hingga akhir tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
QS Best Student Cities 2027: Seoul jadi kota kuliah terbaik dunia, kalahkan London. Jakarta dan Yogyakarta wakili Indonesia di peringkat global. Simak daftar le
Lima film horor Indonesia mendominasi box office 2026. Danur: The Last Chapter memimpin dengan 3,6 juta penonton, disusul Ghost In The Cell dan Alas Roban.
Dua pemuda asal Prambanan, Sleman, ditangkap polisi setelah video mereka mengacungkan celurit di jalan umum viral di media sosial. Motifnya untuk konten dan pen
Indonesia tercatat memiliki biaya naturalisasi tertinggi di Asia Tenggara mencapai Rp75,71 juta. Simak perbandingannya dengan Filipina, Thailand, Singapura, dan
MoonPay meluncurkan PayBox yang memungkinkan ChatGPT dan Claude membantu transaksi kripto, belanja online, hingga pemesanan tiket dengan sistem keamanan berlapi
Petani bawang merah lahan pasir di Bantul mulai panen raya. Namun harga jual anjlok hingga Rp15 ribu per kilogram akibat melimpahnya pasokan dari berbagai daera