Ford Digugat Konsumen AS, Diminta Kembalikan Biaya Tarif Impor Trump
Ford menghadapi gugatan class action di AS. Konsumen menuntut pengembalian dana atas biaya tambahan tarif impor yang dibebankan pada Mustang Mach-E.
Foto ilustrasi platform X dibuat dengan artificial intelligence.
Harianjogja.com, JAKARTA—Platform media sosial X milik Elon Musk mengubah skema bagi hasil bagi para pembuat konten atau creators. Mulai 8 September 2026, X akan mengganti program Revenue Sharing dengan Original Content Rewards, yang menempatkan orisinalitas sebagai salah satu syarat utama bagi kreator untuk mendapatkan penghasilan.
Perubahan tersebut membuat peserta baru tidak lagi dapat mendaftar ke program Revenue Sharing lama. Sementara itu, kreator yang sudah terdaftar masih dapat menerima penghasilan melalui skema tersebut hingga 7 September 2026.
Dikutip dari TechCrunch, Minggu (9/8/2026), X akan membuka pendaftaran Original Content Rewards mulai 8 September 2026. Program baru tersebut dirancang untuk memperketat standar kualitas sekaligus memberikan penghargaan kepada kreator yang menghadirkan karya asli di platform.
Syarat Monetisasi X bagi Kreator
Meski program monetisasinya berubah, sejumlah persyaratan dasar tetap diberlakukan bagi kreator yang ingin mengikuti program baru tersebut.
Kreator wajib berlangganan layanan X Premium. Selain itu, mereka harus memiliki sedikitnya 500 pengikut terverifikasi (verified followers).
Persyaratan lainnya adalah memperoleh 500.000 impresi Home Timeline dari pengguna terverifikasi dalam periode 90 hari terakhir. Ketentuan tersebut menjadi salah satu ukuran yang harus dipenuhi sebelum kreator dapat berpartisipasi dalam program Original Content Rewards.
Namun, aspek yang paling ditekankan X dalam kebijakan baru ini adalah orisinalitas konten.
X Perketat Aturan Konten Orisinal
Manajemen X menjelaskan sejumlah kategori yang dapat dikategorikan sebagai konten orisinal. Di antaranya adalah pelaporan dan analisis mandiri, foto serta video yang dibuat sendiri, hingga meme dan grafis hasil desain pribadi.
Ulasan atau komentar juga masih termasuk dalam jenis konten yang dapat diperhitungkan. Meski demikian, kreator yang menggunakan materi milik pihak lain harus memberikan nilai tambah orisinal yang signifikan.
"Jika konten Anda secara rutin menyertakan materi buatan pihak lain, Anda wajib memberikan nilai tambah orisinal yang signifikan agar memenuhi kualifikasi pedoman konten orisinal kami," tulis pihak X.
Sebaliknya, platform tersebut akan menyaring sejumlah jenis unggahan yang dianggap tidak memenuhi standar. Konten hasil salinan dari akun lain menjadi salah satu kategori yang tidak memenuhi kriteria tersebut.
Materi yang diunduh kemudian diunggah kembali tanpa izin juga masuk dalam kategori yang disaring. Demikian pula dengan repost yang tidak memberikan transformasi atau nilai tambah.
X Tinggalkan Skema Lama
Perubahan sistem monetisasi tersebut melanjutkan serangkaian langkah X untuk memperbaiki ekosistem platform. Salah satu kebijakan sebelumnya adalah pemangkasan pembayaran untuk akun aggregator maupun penyebar clickbait pada April lalu.
Kebijakan tersebut sempat memicu protes dari sejumlah akun populer yang selama ini terbiasa memperoleh keuntungan melalui sistem lama.
Perwakilan X, Allegra Jacchia, mengatakan program Revenue Sharing lama telah mencapai kondisi ketika insentif yang diberikan tidak lagi sejalan dengan tujuan platform. Menurut dia, kreator semestinya berfokus menghadirkan konten baru, bukan hanya mengejar besarnya pembayaran.
"Kami bisa saja terus menambah aturan dan pengecualian baru. Namun, keputusan terbaik adalah memulai dari awal dan membangun program yang sejak hari pertama dirancang untuk menghargai orisinalitas," ungkap Jacchia.
Menurut Jacchia, X juga akan terus melakukan penyempurnaan terhadap sistem yang baru. Perusahaan berjanji memoles model pemrosesan data sekaligus meningkatkan standar kualitas platform secara bertahap dari waktu ke waktu.
Dengan perubahan tersebut, kreator X yang ingin mempertahankan akses terhadap monetisasi perlu memperhatikan bukan hanya jumlah pengikut dan impresi, tetapi juga bagaimana konten mereka diproduksi dan seberapa besar unsur orisinal yang diberikan.
Peralihan dari Revenue Sharing menuju Original Content Rewards akan mulai berlaku setelah periode program lama berakhir pada 7 September 2026, sedangkan pendaftaran program baru dibuka pada 8 September 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ford menghadapi gugatan class action di AS. Konsumen menuntut pengembalian dana atas biaya tambahan tarif impor yang dibebankan pada Mustang Mach-E.
Iran menyatakan Selat Hormuz belum akan dibuka sebelum AS menghentikan ancaman, operasi militer, sanksi, dan blokade laut.
Komisi B DPRD Kota Jogja Soroti Penurunan Pendapatan Taman Budaya, Target 2027 Diminta Realistis
Peta kuno karya MD Roy tahun 1695 mengungkap nama Terboyo telah tercatat sebelum era Bupati Suryadi Menggolo V.
BPBD Banjarnegara telah menyalurkan 3,19 juta liter air bersih untuk 18.172 jiwa terdampak kekeringan di 21 desa dan enam kelurahan.
Pemkab Grobogan bersama Bank Jateng memperluas e-retribusi dari satu pasar menjadi tujuh pasar untuk meningkatkan transparansi dan PAD.