Rafale Ikut Manuver HUT Ke-81 RI, Punya Kecepatan Mach 1,8

Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari Selasa, 18 Agustus 2026 22:17 WIB
Rafale Ikut Manuver HUT Ke-81 RI, Punya Kecepatan Mach 1,8

Pesawat Tempur Dassault Rafale/Antara

Harianjogja.com, JAKARTA— Sebanyak 81 pesawat diterbangkan untuk melakukan manuver di atas langit Jakarta dalam peringatan HUT Ke-81 RI. Salah satu pesawat yang turut ambil bagian dalam manuver tersebut adalah jet tempur Dassault Rafale.

Rafale merupakan jet tempur andalan Prancis yang dirancang sebagai pesawat multiperan atau omnirole. Pesawat tersebut dikembangkan agar dapat menjalankan berbagai jenis misi dengan satu platform, mulai dari pertahanan udara hingga serangan presisi.

Rafale juga mencerminkan kedaulatan industri pertahanan Prancis. Ketika Prancis memutuskan keluar dari program multinasional yang kemudian menghasilkan Eurofighter Typhoon pada pertengahan 1980-an, negara tersebut memilih mengembangkan desain yang lebih ringkas, mampu beroperasi dari kapal induk, dan sepenuhnya merupakan karya Prancis.

Pilihan tersebut kemudian membentuk karakter Rafale sebagai pesawat tempur serbaguna. Prototipe demonstrator Rafale A melakukan penerbangan perdana pada 4 Juli 1986, sedangkan versi operasional penuh mulai digunakan Angkatan Laut Prancis pada 2004 dan Angkatan Udara Prancis pada 2006.

Rafale Bisa Jalankan Beragam Misi

Kemampuan omnirole membuat satu unit Rafale dapat menjalankan sejumlah misi berbeda. Untuk pertahanan udara, pesawat ini dapat membawa rudal Meteor dan MICA.

Dalam misi serangan presisi, Rafale dapat menggunakan rudal jelajah SCALP dan bom AASM Hammer. Pesawat tersebut juga dapat menjalankan misi antikapal dengan rudal Exocet serta misi pengintaian taktis.

Rafale memiliki kemampuan lain yang unik di antara jet tempur Eropa saat ini, yakni melaksanakan serangan nuklir melalui udara menggunakan rudal ASMP-A.

Pesawat ini dapat dioperasikan dari pangkalan darat maupun kapal induk Charles de Gaulle. Rafale memiliki tiga varian dengan tingkat kesamaan komponen sekitar 80 persen, yaitu Rafale C untuk kursi tunggal, Rafale B untuk kursi ganda, dan Rafale M yang dirancang dapat beroperasi dari kapal induk.

Spesifikasi Dassault Rafale

Melansir laman Dassault Aviation, Dassault Rafale merupakan pesawat tempur multiperan bermesin ganda asal Prancis dengan konfigurasi sayap delta dan canard. Pesawat tersebut dirancang serta diproduksi oleh Dassault Aviation.

Berikut spesifikasi utama Rafale:

Dimensi

  • Panjang: 15,30 meter (50 kaki 2 inci)
  • Bentang sayap: 10,90 meter (35 kaki 9 inci)
  • Tinggi: 5,30 meter (17 kaki 5 inci)
  • Awak: 1 orang untuk Rafale C dan Rafale M atau 2 orang untuk Rafale B
  • Berat dan Kapasitas Bahan Bakar
  • Berat kosong: kelas 10 ton atau sekitar 22.000 pon
  • Berat lepas landas maksimum: 24,5 ton atau 54.000 pon
  • Kapasitas bahan bakar internal: 4,7 ton atau 10.300 pon
  • Kapasitas bahan bakar eksternal: hingga 6,7 ton atau 14.700 pon


Performa

Rafale memiliki kecepatan maksimum Mach 1,8, dengan 750 knot pada ketinggian jelajah. Pesawat ini mempunyai batas ketinggian operasional atau service ceiling hingga 50.000 kaki.

Untuk kemampuan manuver, batas gaya yang dapat ditanggung Rafale mencapai +9,0g/-3,2g. Jarak ground run atau jarak pendaratannya mencapai 450 meter (1.500 kaki) tanpa menggunakan parasut pengerem.

Mengandalkan Dua Mesin Safran M88

Daya jelajah dan performa Rafale ditopang dua mesin turbofan Safran M88. Masing-masing mesin menghasilkan daya dorong 50 kN tanpa afterburner dan meningkat menjadi 75 kN dengan afterburner.

Konfigurasi mesin ganda tersebut menjadi salah satu bagian dari rancangan Rafale sebagai pesawat tempur multiperan yang dapat digunakan untuk berbagai jenis operasi.

Membawa Muatan Eksternal Lebih dari 9 Ton

Dari sisi persenjataan dan muatan, Rafale mempunyai 14 titik cantel (hardpoint), sedangkan Rafale M memiliki 13 titik cantel.

Total kapasitas muatan eksternalnya mencapai lebih dari 9 ton atau 20.900 pon. Pesawat ini juga dilengkapi satu meriam otomatis GIAT/Nexter 30M791 kaliber 30 mm.

Persenjataan Rafale mencakup sejumlah rudal dan amunisi, antara lain:

  • MBDA Meteor
  • MICA IR dan EM
  • Rudal jelajah SCALP-EG
  • AM39 Exocet
  • Bom berpemandu GPS/laser AASM Hammer


Rafale Makin Banyak Dipesan Negara Lain

Setelah bertahun-tahun tidak mendapatkan pembeli dari luar negeri, Rafale kemudian mengalami peningkatan penjualan pada dekade 2020-an.

Pesawat tempur tersebut dipesan oleh India, Mesir, Qatar, Yunani, Kroasia, UEA, Indonesia, dan Serbia. Rafale juga telah teruji dalam pertempuran di empat benua.

Dassault menyerahkan unit Rafale ke-300 pada Oktober 2025. Saat itu, lebih dari 500 pesawat tercatat dalam daftar pesanan pasti, sementara tingkat produksi terus meningkat hingga mencapai tiga sampai empat jet per bulan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online