Google Discover Kini Bisa Diatur dengan Prompt, Pengguna Lebih Kuasa

Jumali
Jumali Jum'at, 21 Agustus 2026 13:37 WIB
Google Discover Kini Bisa Diatur dengan Prompt, Pengguna Lebih Kuasa

Google

Harianjogja.com, JOGJA— Google menghadirkan pembaruan baru pada Google Discover yang memberi pengguna kendali lebih besar terhadap konten yang muncul di umpan rekomendasi mereka. Melalui fitur berbasis bahasa alami atau prompt, pengguna kini dapat menyampaikan secara langsung jenis informasi yang ingin lebih sering ataupun lebih jarang ditampilkan.

Langkah ini menjadi perubahan penting dalam cara kerja Google Discover. Selama ini, sistem rekomendasi tersebut mengandalkan berbagai sinyal perilaku pengguna, mulai dari artikel yang dibaca, kata kunci yang dicari, topik yang diikuti, hingga konten yang disembunyikan atau ditandai tidak menarik.

Kini, pengguna tidak lagi harus "mengajari" algoritma melalui serangkaian aktivitas tersebut. Mereka cukup menuliskan instruksi menggunakan bahasa sehari-hari agar sistem memahami preferensi yang diinginkan.

Pengguna Bisa Mengatur Discover Lewat Prompt

Berdasarkan laporan 9to5Google, fitur baru ini memungkinkan pengguna memasukkan perintah secara langsung melalui antarmuka berbasis prompt. Pengguna dapat menjelaskan topik, tema, atau jenis konten yang ingin lebih banyak ditampilkan maupun dikurangi dari beranda Discover.

Sebagai contoh, seseorang dapat meminta agar lebih banyak berita teknologi, kecerdasan buatan, atau olahraga tertentu muncul dalam rekomendasi harian. Sebaliknya, pengguna juga dapat mengurangi kemunculan topik yang dianggap kurang relevan.

Google bahkan disebut dapat mengajukan pertanyaan lanjutan untuk memperjelas preferensi yang dimasukkan pengguna. Setelah instruksi diberikan, sistem akan menyesuaikan rekomendasi secara lebih cepat dibandingkan pendekatan berbasis perilaku yang selama ini digunakan.

Keunggulan lain dari fitur tersebut adalah kemampuan sistem untuk mengingat preferensi yang telah diberikan sehingga personalisasi dapat dipertahankan pada rekomendasi berikutnya.

Dari Prediksi Menjadi Percakapan

Sejak diperkenalkan, Google Discover dirancang sebagai layanan yang secara proaktif menyajikan konten kepada pengguna tanpa harus menunggu pencarian dilakukan.

Berbeda dengan mesin pencari yang membutuhkan kata kunci, Discover bekerja dengan memprediksi topik yang berpotensi menarik berdasarkan aktivitas digital pengguna.

Namun, pendekatan berbasis prediksi tidak selalu menghasilkan rekomendasi yang sesuai. Dalam beberapa kasus, pengguna merasa konten yang muncul tidak lagi relevan dengan minat mereka.

Kehadiran kontrol berbasis bahasa alami menjadi solusi atas persoalan tersebut. Pengguna kini dapat berkomunikasi secara langsung dengan sistem untuk menjelaskan preferensi mereka.

Perubahan ini membuat pengalaman menggunakan Discover semakin menyerupai percakapan dua arah. Google tidak hanya menebak apa yang ingin dibaca pengguna, tetapi juga menerima masukan secara eksplisit untuk menyempurnakan rekomendasi.

Google News Hadirkan Pengaturan Audio Briefing

Selain pembaruan pada Discover, Google juga memperkenalkan fitur personalisasi baru untuk layanan audio briefing di Google News.

Melalui fitur tersebut, pengguna dapat memilih kategori berita yang ingin dimasukkan dalam rangkuman audio harian. Pilihannya mencakup berita utama, bisnis, hiburan dan gaya hidup, olahraga, sains dan teknologi, hingga kategori lain yang tersedia.

Pengaturan dapat dibuat lebih rinci. Pada kategori hiburan misalnya, pengguna dapat menentukan minat yang lebih spesifik seperti film, musik, televisi, seni, atau desain.

Dengan sistem tersebut, rangkuman audio harian dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pengguna sehingga informasi yang diterima menjadi lebih relevan.

Google Siapkan Tombol Sumber Pilihan untuk Penerbit

Google juga meluncurkan fitur baru yang ditujukan bagi penerbit media dan pemilik situs web.

Fitur tersebut berupa tombol interaktif bernama Sumber Pilihan yang dapat disematkan pada halaman situs. Ketika pembaca menekan tombol tersebut, publikasi terkait akan ditambahkan sebagai sumber favorit pengguna.

Setelah memilih sumber, pembaca akan diarahkan kembali ke bagian terakhir yang mereka baca di situs tersebut. Fitur ini akan tersedia pada korsel Top Stories, AI Overview, hingga AI Mode di layanan Google.

Kehadiran tombol tersebut membuka peluang baru bagi media untuk membangun hubungan langsung dengan audiens dan meningkatkan loyalitas pembaca.

Dampak bagi Strategi Konten dan SEO

Pembaruan Google Discover diperkirakan akan membawa perubahan dalam strategi distribusi konten digital. Jika sebelumnya algoritma sangat bergantung pada sinyal perilaku seperti klik dan waktu baca, kini preferensi yang disampaikan secara langsung oleh pengguna berpotensi memiliki pengaruh lebih besar.

Bagi penerbit dan kreator konten, kondisi ini menuntut pemahaman yang lebih mendalam terhadap kebutuhan audiens. Konten yang relevan dengan minat spesifik pembaca akan memiliki peluang lebih besar untuk muncul dalam rekomendasi Discover.

Perubahan tersebut juga sejalan dengan arah pengembangan produk Google yang semakin mengandalkan kecerdasan buatan dan interaksi berbasis bahasa alami. Pengguna kini tidak hanya menjadi penerima rekomendasi, tetapi juga dapat secara aktif mengarahkan algoritma sesuai kebutuhan mereka.

Dengan fitur berbasis prompt ini, Google Discover memasuki fase baru sebagai platform rekomendasi yang lebih personal, interaktif, dan memberi kontrol lebih besar kepada pengguna.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online