Telat Ganti Oli Mobil Bisa Picu 5 Masalah Serius, Ini Risikonya

Rizqi Rajendra
Rizqi Rajendra Sabtu, 29 Agustus 2026 13:27 WIB
Telat Ganti Oli Mobil Bisa Picu 5 Masalah Serius, Ini Risikonya

Oli mesin. - Ilustrasi Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA—Mengganti oli secara berkala menjadi salah satu bagian penting dalam perawatan mobil. Pelumas berfungsi mengurangi gesekan antarkomponen sekaligus membantu menjaga kinerja mesin tetap optimal.

Sebaliknya, menunda penggantian oli dapat membuat kualitas pelumas menurun. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi performa kendaraan dan dalam jangka panjang bisa memicu kerusakan pada sejumlah komponen mesin.

Mobil yang masih terasa normal ketika dikendarai bukan berarti kondisi olinya masih baik. Karena itu, pemilik kendaraan perlu memperhatikan jadwal penggantian oli berdasarkan jarak tempuh, lama penggunaan, jenis oli, serta kondisi kendaraan.

Melansir laman resmi Daihatsu, terdapat sejumlah risiko yang dapat muncul apabila penggantian oli mobil dilakukan terlalu lama.

1. Komponen Mesin Lebih Cepat Rusak

Oli yang digunakan terlalu lama dapat mengalami kontaminasi oleh serpihan logam, karbon, dan kotoran lainnya. Kondisi tersebut membuat kemampuan pelumas dalam mengurangi gesekan antarkomponen menurun.

Jika dibiarkan, gesekan yang terjadi terus-menerus dapat mempercepat keausan komponen mesin. Dalam kondisi yang lebih parah, bagian seperti piston dan crankshaft bisa mengalami kerusakan.

Biaya perbaikan komponen mesin yang rusak juga dapat jauh lebih besar dibandingkan biaya perawatan rutin berupa penggantian oli.

2. Performa Mesin Menurun

Oli yang sudah kotor tidak lagi bekerja secara optimal untuk melumasi sekaligus membantu membersihkan bagian dalam mesin.

Kotoran yang menumpuk juga berpotensi menghambat saluran oli sehingga sirkulasi pelumas tidak berjalan maksimal. Akibatnya, mesin harus bekerja lebih berat.

Pengemudi dapat merasakan perubahan seperti tarikan mobil yang lebih berat hingga munculnya getaran ketika kendaraan digunakan.

3. Suhu Mesin Bisa Meningkat

Oli tidak hanya berfungsi mengurangi gesekan, tetapi juga membantu menyerap dan mengendalikan panas yang dihasilkan mesin.

Seiring pemakaian, kekentalan dan kualitas oli dapat berubah. Kemampuannya dalam menjalankan fungsi tersebut pun ikut berkurang.

Kondisi ini dapat meningkatkan risiko overheating. Jika temperatur mesin terlalu tinggi terjadi berulang kali, komponen seperti kepala silinder dan gasket berpotensi mengalami kerusakan.

Dalam kondisi tertentu, panas berlebih bahkan dapat menyebabkan gangguan serius pada mesin.

4. Konsumsi BBM Berpotensi Lebih Boros

Kualitas oli yang menurun dapat membuat kerja mesin menjadi lebih berat. Mesin membutuhkan tenaga lebih besar untuk menjalankan fungsinya sehingga konsumsi bahan bakar berpotensi meningkat.

Karena itu, mengganti oli sesuai jadwal bukan hanya penting untuk menjaga kesehatan mesin, tetapi juga membantu mempertahankan efisiensi penggunaan bahan bakar.

5. Biaya Perbaikan Bisa Membengkak

Menunda penggantian oli karena mobil masih bisa digunakan secara normal justru dapat berujung pada biaya perbaikan yang lebih besar.

Pelumasan yang tidak optimal dalam waktu lama berpotensi menyebabkan kerusakan pada berbagai komponen mesin. Apabila kerusakan sudah meluas dan membutuhkan perbaikan besar, biaya yang dikeluarkan bisa jauh melebihi biaya perawatan rutin.

Penggantian oli secara berkala menjadi salah satu langkah untuk mencegah kerusakan sekaligus mengendalikan biaya perawatan kendaraan.

Kapan Waktu yang Tepat Mengganti Oli Mobil?

Interval penggantian oli dapat ditentukan berdasarkan jarak tempuh maupun periode penggunaan. Patokannya juga dapat berbeda sesuai jenis oli dan kondisi kendaraan.

Untuk kendaraan yang sering digunakan dalam kemacetan, melalui jalan ekstrem, atau menggunakan oli mineral, penggantian oli dapat dilakukan setiap sekitar 5.000 kilometer.

Sementara itu, mobil dengan oli semi-sintetis yang digunakan dalam kondisi berkendara normal dapat menggunakan interval sekitar 7.500 kilometer.

Adapun oli full synthetic dalam kondisi berkendara normal dapat digunakan hingga sekitar 10.000 kilometer sebelum dilakukan penggantian.

Patokan Berdasarkan Waktu

Mobil yang jarang digunakan dapat menggunakan patokan penggantian oli sekitar enam bulan.

Sementara kendaraan yang telah berusia lebih dari 10 tahun dan cukup sering digunakan dapat menggunakan patokan sekitar tiga bulan.

Meski demikian, interval tersebut tetap perlu disesuaikan dengan rekomendasi pabrikan serta kondisi masing-masing kendaraan. Pemilik mobil sebaiknya mengikuti panduan perawatan yang tercantum dalam buku manual kendaraan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online