Honda Bawa Super-One ke Indonesia, Kuota GIIAS 2026 Cuma 100 Unit
Honda Super-One debut di GIIAS 2026 dengan kuota 100 unit untuk Indonesia. Mobil listrik ini mampu menempuh jarak hingga 274 kilometer.
Oli mesin. - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Mengganti oli secara berkala menjadi salah satu bagian penting dalam perawatan mobil. Pelumas berfungsi mengurangi gesekan antarkomponen sekaligus membantu menjaga kinerja mesin tetap optimal.
Sebaliknya, menunda penggantian oli dapat membuat kualitas pelumas menurun. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi performa kendaraan dan dalam jangka panjang bisa memicu kerusakan pada sejumlah komponen mesin.
Mobil yang masih terasa normal ketika dikendarai bukan berarti kondisi olinya masih baik. Karena itu, pemilik kendaraan perlu memperhatikan jadwal penggantian oli berdasarkan jarak tempuh, lama penggunaan, jenis oli, serta kondisi kendaraan.
Melansir laman resmi Daihatsu, terdapat sejumlah risiko yang dapat muncul apabila penggantian oli mobil dilakukan terlalu lama.
1. Komponen Mesin Lebih Cepat Rusak
Oli yang digunakan terlalu lama dapat mengalami kontaminasi oleh serpihan logam, karbon, dan kotoran lainnya. Kondisi tersebut membuat kemampuan pelumas dalam mengurangi gesekan antarkomponen menurun.
Jika dibiarkan, gesekan yang terjadi terus-menerus dapat mempercepat keausan komponen mesin. Dalam kondisi yang lebih parah, bagian seperti piston dan crankshaft bisa mengalami kerusakan.
Biaya perbaikan komponen mesin yang rusak juga dapat jauh lebih besar dibandingkan biaya perawatan rutin berupa penggantian oli.
2. Performa Mesin Menurun
Oli yang sudah kotor tidak lagi bekerja secara optimal untuk melumasi sekaligus membantu membersihkan bagian dalam mesin.
Kotoran yang menumpuk juga berpotensi menghambat saluran oli sehingga sirkulasi pelumas tidak berjalan maksimal. Akibatnya, mesin harus bekerja lebih berat.
Pengemudi dapat merasakan perubahan seperti tarikan mobil yang lebih berat hingga munculnya getaran ketika kendaraan digunakan.
3. Suhu Mesin Bisa Meningkat
Oli tidak hanya berfungsi mengurangi gesekan, tetapi juga membantu menyerap dan mengendalikan panas yang dihasilkan mesin.
Seiring pemakaian, kekentalan dan kualitas oli dapat berubah. Kemampuannya dalam menjalankan fungsi tersebut pun ikut berkurang.
Kondisi ini dapat meningkatkan risiko overheating. Jika temperatur mesin terlalu tinggi terjadi berulang kali, komponen seperti kepala silinder dan gasket berpotensi mengalami kerusakan.
Dalam kondisi tertentu, panas berlebih bahkan dapat menyebabkan gangguan serius pada mesin.
4. Konsumsi BBM Berpotensi Lebih Boros
Kualitas oli yang menurun dapat membuat kerja mesin menjadi lebih berat. Mesin membutuhkan tenaga lebih besar untuk menjalankan fungsinya sehingga konsumsi bahan bakar berpotensi meningkat.
Karena itu, mengganti oli sesuai jadwal bukan hanya penting untuk menjaga kesehatan mesin, tetapi juga membantu mempertahankan efisiensi penggunaan bahan bakar.
5. Biaya Perbaikan Bisa Membengkak
Menunda penggantian oli karena mobil masih bisa digunakan secara normal justru dapat berujung pada biaya perbaikan yang lebih besar.
Pelumasan yang tidak optimal dalam waktu lama berpotensi menyebabkan kerusakan pada berbagai komponen mesin. Apabila kerusakan sudah meluas dan membutuhkan perbaikan besar, biaya yang dikeluarkan bisa jauh melebihi biaya perawatan rutin.
Penggantian oli secara berkala menjadi salah satu langkah untuk mencegah kerusakan sekaligus mengendalikan biaya perawatan kendaraan.
Kapan Waktu yang Tepat Mengganti Oli Mobil?
Interval penggantian oli dapat ditentukan berdasarkan jarak tempuh maupun periode penggunaan. Patokannya juga dapat berbeda sesuai jenis oli dan kondisi kendaraan.
Untuk kendaraan yang sering digunakan dalam kemacetan, melalui jalan ekstrem, atau menggunakan oli mineral, penggantian oli dapat dilakukan setiap sekitar 5.000 kilometer.
Sementara itu, mobil dengan oli semi-sintetis yang digunakan dalam kondisi berkendara normal dapat menggunakan interval sekitar 7.500 kilometer.
Adapun oli full synthetic dalam kondisi berkendara normal dapat digunakan hingga sekitar 10.000 kilometer sebelum dilakukan penggantian.
Patokan Berdasarkan Waktu
Mobil yang jarang digunakan dapat menggunakan patokan penggantian oli sekitar enam bulan.
Sementara kendaraan yang telah berusia lebih dari 10 tahun dan cukup sering digunakan dapat menggunakan patokan sekitar tiga bulan.
Meski demikian, interval tersebut tetap perlu disesuaikan dengan rekomendasi pabrikan serta kondisi masing-masing kendaraan. Pemilik mobil sebaiknya mengikuti panduan perawatan yang tercantum dalam buku manual kendaraan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Honda Super-One debut di GIIAS 2026 dengan kuota 100 unit untuk Indonesia. Mobil listrik ini mampu menempuh jarak hingga 274 kilometer.
Taylor Swift menyumbang Rp887 juta untuk membantu Ashley Taunton, ibu yang tertabrak mobil saat menolong korban kecelakaan di tengah hujan deras.
Sekolah Vokasi (SV) UGM merayakan ulang tahun ke-17 lewat pembukaan rangkaian Dies Natalis pada Sabtu (29/8/2026). Usia ini menjadi momentum Sekolah Vokasi UGM
Cara melacak HP Android yang hilang menggunakan email Gmail melalui Find My Device. Simak langkah-langkah menemukan lokasi HP serta fitur pengamanan yang tersed
Veda Ega Pratama menjalani Q1 Moto3 Aragon 2026 pada Sabtu sore. Pebalap asal Gunungkidul wajib masuk empat besar untuk lolos ke Q2 dan memperbaiki posisi start
Jepang resmi memasuki musim flu 2026 lebih awal. Sebanyak 4.094 kasus terdeteksi dalam sepekan, menjadikannya awal musim flu tercepat kedua sejak 1999.