Penjualan Mobil RI Diprediksi Tembus 850.000 Unit pada 2026

Newswire
Newswire Sabtu, 29 Agustus 2026 12:17 WIB
Penjualan Mobil RI Diprediksi Tembus 850.000 Unit pada 2026

Pabrik mobil - Ilustrasi Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA—Penjualan mobil nasional sepanjang 2026 diproyeksikan mampu menembus 850.000 unit. Pemerintah melihat pemulihan pasar otomotif, peningkatan ekspor, hingga pertumbuhan kendaraan elektrifikasi menjadi penopang kinerja industri tahun ini.

Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza mengatakan perkembangan industri otomotif nasional menunjukkan tren positif. Perbaikan tersebut terlihat dari penjualan kendaraan secara wholesales maupun ritel, kinerja ekspor, serta pertumbuhan kendaraan berteknologi ramah lingkungan.

"Kami optimistis target penjualan domestik dapat melampaui 850.000 unit tahun ini. Pemerintah tentu akan terus menjadi mitra strategis yang selalu mendengar, membantu, mencarikan solusi atas tantangan yang ada, dan bersama-sama membangun keekonomian nasional," ujar Faisol di ajang GIIAS Surabaya, dikutip Sabtu (29/8/2026).

Optimisme pemerintah tersebut sejalan dengan perkembangan penjualan kendaraan nasional hingga pertengahan tahun. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penjualan mobil secara wholesales pada Januari-Juli 2026 mencapai 517.742 unit.

Angka tersebut meningkat 18,3% secara tahunan dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 437.544 unit.

Sementara itu, penjualan secara ritel pada periode yang sama tercatat 511.514 unit atau tumbuh 12,3% secara tahunan.

Jawa Timur Jadi Pasar Penting

Ketua Umum Gaikindo Putu Juli Ardika mengatakan penyelenggaraan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Surabaya 2026 dapat menjadi salah satu pendorong penguatan pasar otomotif nasional.

GIIAS Surabaya 2026 berlangsung di Grand City Convex sejak Rabu (26/8/2026). Menurut Putu, Jawa Timur merupakan salah satu pasar penting bagi industri otomotif nasional.

Hingga April 2026, Jawa Timur konsisten berada di posisi ketiga penjualan kendaraan nasional dengan kontribusi sekitar 9,1% terhadap total pasar.

“GIIAS Surabaya tidak hanya menjadi ajang pamer kendaraan terbaru, tetapi juga sebagai platform strategis untuk memperluas pasar otomotif nasional sekaligus memanfaatkan potensi besar Jawa Timur,” ujar Putu.

Pameran otomotif tersebut juga menjadi penyelenggaraan GIIAS Surabaya dengan skala terbesar sepanjang sejarahnya. Perluasan area melalui penambahan satu hall membuat luas pameran mencapai 15.000 meter persegi.

Sebanyak 37 merek kendaraan bermotor dan 25 merek industri pendukung turut berpartisipasi dalam GIIAS Surabaya 2026.

“Penyelenggaraan GIIAS Surabaya 2026 kembali mencatatkan rekor terbesar dan terlengkap sepanjang sejarah penyelenggaraannya. Yang juga sangat membanggakan dan menjadi bukti kuatnya daya tarik pasar Jawa Timur adalah hadirnya 14 merek baru serta merek yang kembali bergabung di GIIAS Surabaya tahun ini,” tambah Putu.

Dari 37 merek kendaraan yang berpartisipasi, produk yang ditampilkan mencakup kendaraan penumpang, kendaraan komersial, hingga sepeda motor.

Sejumlah merek kendaraan penumpang yang hadir di antaranya BYD Group, Changan, Chery, Honda, Hyundai, Mitsubishi Motors, Suzuki, Toyota, VinFast, Wuling, dan Xpeng.

GIIAS Berlanjut ke Sejumlah Kota

GIIAS Surabaya 2026 menjadi bagian dari rangkaian GIIAS The Series. Setelah Surabaya, pameran otomotif tersebut akan digelar di Bandung pada 9-13 September 2026.

Selanjutnya, GIIAS dijadwalkan berlangsung di Semarang pada 30 September-4 Oktober 2026 dan Makassar pada 28 Oktober-1 November 2026.

Gaikindo juga berencana memperluas jangkauan pameran dengan menggelar GIIAS Bali pada 27-31 Januari 2027.

Dengan tren penjualan yang tumbuh hingga Juli 2026 dan semakin berkembangnya pasar kendaraan elektrifikasi, pemerintah optimistis industri otomotif masih memiliki ruang untuk meningkatkan penjualan hingga akhir tahun.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online