Produksi Pixel Keluar China, Google Andalkan India dan Vietnam

Jumali
Jumali Selasa, 01 September 2026 13:37 WIB
Produksi Pixel Keluar China, Google Andalkan India dan Vietnam

Foto ilustrasi pabrik ponsel pintar. - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA— Google dikabarkan bersiap mengakhiri produksi seluruh perangkat Pixel di China mulai 2027. Rencana tersebut mencakup bukan hanya ponsel Pixel, tetapi juga smartwatch dan earbud.

Jika terealisasi, produksi perangkat Google akan dipusatkan di luar China, terutama Vietnam dan India. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mengurangi ketergantungan terhadap satu basis manufaktur di tengah ketegangan hubungan Amerika Serikat dan China.

Laporan Nikkei Asia menyebut Google telah memberi tahu para pemasok mengenai rencana memindahkan produksi seluruh perangkat Pixel dari China mulai tahun depan. Perusahaan disebut semakin yakin dengan rencana tersebut setelah berhasil mengembangkan sekaligus memproduksi ponsel Pixel kelas atas di Vietnam pada 2026.

Pixel Mulai Tinggalkan China

Google sebenarnya sudah bertahun-tahun berupaya mengurangi ketergantungannya terhadap fasilitas produksi di China.

Vietnam dan India secara bertahap mendapatkan porsi lebih besar dalam rantai pasok Pixel. Bahkan, produksi Pixel kelas atas di Vietnam telah berjalan tahun ini setelah Google melakukan investasi pada peralatan pengujian dan mesin produksi untuk membangun proses manufaktur dari awal.

Keberhasilan tersebut menjadi salah satu alasan Google kini lebih percaya diri untuk memindahkan produk lainnya.

Menariknya, produksi smartphone memiliki tingkat kerumitan yang lebih tinggi dibandingkan perangkat seperti smartwatch dan earbud. Karena proses pembuatan ponsel kelas atas di Vietnam telah berhasil dilakukan, Google dinilai memiliki dasar yang cukup untuk memindahkan produksi perangkat lainnya.

India juga telah menjadi bagian penting dari strategi manufaktur Google.

Foxconn merakit ponsel Pixel di Tamil Nadu, sementara Dixon Technologies melalui Padget Electronics memproduksi perangkat Pixel di Noida bersama mitra Taiwan, Compal Electronics.

Google Bisa Jadi Merek Smartphone Besar Kedua

Apabila rencana tersebut terealisasi, Google akan menjadi salah satu merek smartphone global besar yang sepenuhnya memindahkan produksi ponselnya keluar dari China setelah Samsung.

Situasi Google relatif berbeda dibandingkan Apple.

Pixel tidak dipasarkan di China sehingga Google tidak memiliki basis konsumen domestik yang harus dipertimbangkan ketika mengubah rantai pasok. Kondisi tersebut membuat proses pemindahan produksi berpotensi lebih sederhana dibandingkan perusahaan yang masih memiliki ketergantungan besar terhadap pasar China.

Namun, perpindahan tersebut bukan berarti Google langsung meninggalkan seluruh rantai pasok China. Rencana yang diberitakan berkaitan dengan produksi perangkat Pixel, sementara perusahaan tetap bergantung pada ekosistem pemasok global yang kompleks.

Karena itu, istilah “hengkang dari China” perlu dipahami secara spesifik sebagai pemindahan lokasi manufaktur Pixel, bukan berarti seluruh aktivitas bisnis Google di China berakhir.

Target Penjualan Pixel Justru Naik

Perpindahan produksi tersebut dilakukan ketika Google justru ingin meningkatkan penjualan perangkat Pixel.

Menurut laporan yang dikutip dari Nikkei Asia, Google menargetkan pengiriman Pixel tumbuh 8% hingga 10% pada 2026 dibandingkan sekitar 12 juta unit pada tahun sebelumnya. Dengan pertumbuhan tersebut, pengiriman Pixel berpotensi mencapai sekitar 13 juta unit tahun ini.

Pertumbuhan tersebut penting bagi Google karena Pixel tidak hanya diposisikan sebagai produk perangkat keras.

Ponsel tersebut juga menjadi salah satu kendaraan Google untuk memperluas penggunaan layanan berbasis kecerdasan buatan, termasuk Gemini.

Dengan demikian, pemindahan produksi tidak dilakukan karena Google sedang mengurangi ambisi di pasar smartphone. Sebaliknya, perusahaan sedang berusaha memperluas bisnis Pixel sambil membangun rantai pasok yang dinilai lebih fleksibel.

Masalah Baru dari Harga Chip Memori

Strategi tersebut datang ketika produsen smartphone menghadapi tekanan dari meningkatnya harga komponen memori.

Lonjakan permintaan untuk kebutuhan pusat data dan kecerdasan buatan ikut memperketat pasokan chip memori yang juga digunakan perangkat konsumen. Samsung, SK Hynix dan Micron menjadi tiga pemasok utama yang diperhitungkan dalam rantai pasok memori global.

Untuk mengurangi tekanan biaya, Google dilaporkan menggabungkan pemesanan chip memori untuk bisnis cloud dan smartphone. Strategi tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi tawar Google ketika bernegosiasi dengan pemasok.

Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan rantai pasok Pixel tidak hanya berkaitan dengan lokasi pabrik.

Google juga harus memastikan ketersediaan komponen dengan harga kompetitif ketika permintaan chip memori meningkat akibat ekspansi industri AI.

Vietnam dan India Makin Penting

Perpindahan produksi Pixel memperlihatkan semakin pentingnya Vietnam dan India dalam peta manufaktur elektronik global.

Vietnam sudah memiliki ekosistem manufaktur smartphone yang kuat, salah satunya karena investasi Samsung selama bertahun-tahun. Google dapat memanfaatkan ekosistem pemasok dan tenaga kerja yang telah terbentuk di negara tersebut.

Sementara itu, India berkembang sebagai basis produksi sekaligus ekspor perangkat elektronik.

Google telah meningkatkan produksi Pixel di India dan sejumlah unit yang dibuat di negara tersebut ditujukan untuk pasar internasional. Data yang dikutip Moneycontrol menunjukkan ekspor Pixel dari India meningkat tajam pada awal 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Jika rencana Google berjalan sesuai target, pembagian produksi antara Vietnam dan India akan membuat perusahaan memiliki basis manufaktur yang lebih beragam.

Bagi industri smartphone, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa strategi China+1 atau diversifikasi produksi semakin mendapat tempat di kalangan perusahaan teknologi global.

Namun, terlalu dini menyimpulkan bahwa China akan kehilangan statusnya sebagai pusat manufaktur elektronik dunia.

China masih memiliki ekosistem pemasok komponen, tenaga kerja, infrastruktur dan kapasitas produksi yang sangat besar. Yang berubah adalah strategi perusahaan multinasional yang semakin berusaha menghindari ketergantungan pada satu negara.

Bagi Google, pilihan tersebut menjadi semakin penting karena perusahaan ingin meningkatkan penjualan Pixel sekaligus menghadapi ketidakpastian geopolitik dan biaya komponen.

Jika laporan ini terealisasi, mulai 2027 Pixel akan memasuki babak baru dengan produksi yang sepenuhnya berada di luar China. Vietnam dan India akan menjadi dua negara yang semakin menentukan perjalanan bisnis perangkat keras Google.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online