Messi Didenda MLS Usai Tampar Leher Pemain Philadelphia Union
Lionel Messi didenda MLS setelah menampar bagian belakang leher Quinn Sullivan dalam laga Inter Miami vs Philadelphia Union.
Samsung Galaxy XCover7 Pro/Samsung
Harianjogja.com, JOGJA— Smartphone bagi pemadam kebakaran bukan sekadar perangkat untuk berkomunikasi. Di tengah pekerjaan lapangan yang penuh risiko, HP dapat digunakan untuk menerima informasi lokasi, membuka peta, berkoordinasi dengan tim, mendokumentasikan kondisi, hingga menjalankan aplikasi pendukung.
Namun, lingkungan kerja pemadam kebakaran memiliki tantangan yang jauh berbeda dari penggunaan smartphone sehari-hari. Perangkat dapat terpapar air, debu, asap, benturan, getaran, kelembapan, hingga suhu tinggi.
Kondisi itu membuat smartphone konvensional lebih berisiko mengalami kerusakan. Karena itu, perangkat rugged atau smartphone tangguh dapat menjadi salah satu pilihan bagi pekerja lapangan yang membutuhkan perangkat dengan perlindungan lebih tinggi.
Sejumlah HP rugged menawarkan sertifikasi seperti IP68, IP69K, dan MIL-STD-810H. Meski demikian, sertifikasi tersebut bukan berarti smartphone dapat digunakan secara bebas di tengah kebakaran.
Pengujian sertifikasi dilakukan dalam kondisi tertentu dan tidak otomatis membuat perangkat aman dari paparan panas ekstrem maupun api secara langsung.
Berikut tiga HP rugged yang dapat menjadi pertimbangan untuk kebutuhan kerja lapangan, termasuk bagi pemadam kebakaran.
1. Samsung Galaxy XCover7 Pro
Samsung Galaxy XCover7 Pro menjadi salah satu pilihan bagi pekerja lapangan yang membutuhkan smartphone tangguh sekaligus tetap ingin mendapatkan dukungan ekosistem perangkat modern.
Perangkat ini dibekali sertifikasi IP68 dan MIL-STD-810H. IP68 memberikan perlindungan terhadap debu dan air, sedangkan MIL-STD-810H mencakup pengujian terhadap sejumlah kondisi lingkungan, termasuk jatuh, getaran, kelembapan, debu, serta suhu tertentu.
Samsung juga membekali Galaxy XCover7 Pro dengan Corning Gorilla Glass Victus+ yang dirancang membantu melindungi layar dari goresan dan benturan.
Karakter tersebut membuat XCover7 Pro relevan untuk pekerja garis depan yang membutuhkan perangkat dengan ketahanan lebih tinggi dibandingkan smartphone biasa.
Untuk pemadam kebakaran, keunggulan lainnya terletak pada pendekatan yang lebih seimbang antara ketahanan perangkat dan fungsi smartphone untuk mendukung aktivitas profesional.
2. Ulefone Armor 34
Jika kebutuhan utama adalah daya tahan baterai, Ulefone Armor 34 menjadi salah satu perangkat yang menarik untuk dipertimbangkan.
Ulefone menyebut Armor 34 memiliki sertifikasi IP68, IP69K, dan MIL-STD-810H. IP68 memberikan perlindungan terhadap debu dan air, sedangkan IP69K ditujukan untuk perlindungan terhadap paparan air bertekanan tinggi dalam kondisi pengujian tertentu.
Daya tarik terbesar perangkat ini adalah baterainya yang mencapai 25.500 mAh. Ulefone juga menyebut Armor 34 mendukung pengisian cepat 66W.
Kapasitas tersebut jauh lebih besar dibandingkan kebanyakan smartphone konvensional. Bagi pekerja yang menjalani shift panjang, baterai jumbo dapat memberikan cadangan daya lebih banyak untuk kebutuhan komunikasi, navigasi, dokumentasi, maupun penggunaan aplikasi.
Dengan demikian, Armor 34 lebih menarik bagi pengguna yang menempatkan ketahanan baterai sebagai pertimbangan utama ketika memilih perangkat kerja lapangan.
3. Blackview BV9300 Pro
Alternatif lainnya adalah Blackview BV9300 Pro, smartphone rugged yang menggabungkan perlindungan perangkat dengan baterai berkapasitas besar.
Blackview mencantumkan sertifikasi IP68, IP69K, dan MIL-STD-810H pada perangkat tersebut. Perusahaan menyebut pengujian perangkat mencakup sejumlah kondisi seperti hujan, debu, getaran, guncangan, suhu tinggi, suhu rendah, kelembapan, hingga perendaman.
BV9300 Pro dibekali baterai 15.080 mAh dengan dukungan pengisian 33W.
Kapasitas tersebut tergolong besar dibandingkan sebagian besar smartphone konvensional. Hal ini membuatnya menarik untuk penggunaan lapangan yang membutuhkan perangkat dengan daya tahan lebih panjang.
Perangkat ini juga menawarkan Glove Mode, fitur yang relevan untuk pengguna yang bekerja menggunakan sarung tangan dan membutuhkan interaksi dengan layar.
Mana yang Cocok untuk Pemadam Kebakaran?
Ketiga perangkat memiliki keunggulan yang berbeda. Samsung Galaxy XCover7 Pro lebih menarik bagi pengguna yang mencari keseimbangan antara ketangguhan, fitur produktivitas, keamanan, dan dukungan ekosistem smartphone.
Sementara itu, Ulefone Armor 34 lebih menonjolkan kapasitas baterai 25.500 mAh. Perangkat ini dapat dipertimbangkan bagi pekerja lapangan yang membutuhkan cadangan daya besar untuk aktivitas dalam waktu panjang.
Adapun Blackview BV9300 Pro menawarkan kombinasi bodi rugged, baterai 15.080 mAh, Glove Mode, serta sertifikasi IP68, IP69K, dan MIL-STD-810H.
Namun, pemilihan smartphone untuk pemadam kebakaran tidak seharusnya hanya didasarkan pada spesifikasi di atas kertas.
HP Rugged Bukan Perlengkapan Keselamatan
Hal yang perlu diperhatikan adalah smartphone rugged tetap merupakan perangkat pendukung, bukan pengganti alat komunikasi khusus maupun perlengkapan keselamatan pemadam kebakaran.
Sertifikasi ketahanan air, debu, benturan, dan kondisi lingkungan tertentu juga tidak berarti perangkat dirancang untuk berada di dalam kobaran api atau menghadapi panas ekstrem secara langsung.
Karena itu, penggunaan HP rugged di lingkungan berisiko tinggi harus tetap disesuaikan dengan prosedur operasional yang berlaku.
Perlengkapan yang memang dirancang untuk menghadapi panas dan api serta prosedur keselamatan tetap harus menjadi prioritas utama. Smartphone hanya membantu mendukung komunikasi, navigasi, dokumentasi, dan kebutuhan digital lainnya ketika kondisi memungkinkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lionel Messi didenda MLS setelah menampar bagian belakang leher Quinn Sullivan dalam laga Inter Miami vs Philadelphia Union.
Gus Rozin merintis BPRS di Pati sejak 2005 untuk memperluas akses modal UMKM dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah pesantren.
Guru Besar UGM Prof. Priyono Suryanto mendorong tiga transformasi penanganan karhutla, dari respons krisis menuju penjagaan hutan berkelanjutan.
BMKG mencatat 11.869 titik panas di Kaltim pada 1-21 Agustus 2026 dan meminta penguatan mitigasi karhutla menjelang puncak panas.
DPRD Sleman menyoroti pencairan dana JPS yang dinilai perlu dipercepat. Dinsos Sleman mulai menyederhanakan tahapan permohonan bantuan
Iran mengubah doktrin militer dari defensif menjadi ofensif setelah konflik dengan AS dan Israel, dengan respons serangan berskala besar.