WhatsApp Punya Celah, Foto di HP Android Bisa Diintip

Jumali
Jumali Jum'at, 04 September 2026 13:27 WIB
WhatsApp Punya Celah, Foto di HP Android Bisa Diintip

Foto ilustrasi Whatssapp. - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA— Pengguna WhatsApp di sejumlah ponsel Android perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap privasi foto di perangkat. Sebuah celah yang ditemukan peneliti keamanan independen Jose Rodriguez memungkinkan galeri foto diakses ketika smartphone masih dalam kondisi terkunci.

Temuan tersebut menjadi perhatian karena prosesnya tidak membutuhkan aplikasi tambahan, perangkat khusus, atau kemampuan teknis tingkat lanjut. Celah memanfaatkan sejumlah fitur yang memang tersedia dalam antarmuka panggilan video WhatsApp.

Meski demikian, pengguna tidak perlu langsung menganggap seluruh ponsel Android terdampak. Pengujian terhadap sejumlah perangkat menunjukkan hasil yang berbeda-beda.

Notebookcheck, misalnya, berhasil mereproduksi celah tersebut pada Google Pixel 6 Pro yang menjalankan Android 17 dengan pembaruan keamanan terbaru. Pengujian serupa juga berhasil dilakukan pada OPPO K13 dengan ColorOS 16.

Sebaliknya, celah tersebut tidak berhasil dieksploitasi pada Samsung Galaxy S25 Ultra yang menggunakan Android 16 dan One UI 8.5. Perangkat Samsung tersebut justru kembali meminta kode atau autentikasi biometrik ketika proses diarahkan menuju galeri.

Perbedaan hasil itu menjadi salah satu poin penting dalam temuan ini. Masalahnya belum bisa disebut sebagai celah yang berlaku secara universal pada sistem operasi Android.

Galeri bisa terbuka dari panggilan video

Rodriguez memperlihatkan cara kerja celah tersebut melalui video yang diunggah ke platform X pada 1 September 2026.

Skenarionya dimulai ketika sebuah ponsel Android dalam keadaan terkunci menerima panggilan video WhatsApp. Orang yang memegang perangkat masih dapat menjawab panggilan tersebut dari layar kunci.

Setelah panggilan tersambung, tersedia sejumlah kontrol untuk mengatur tampilan video. Dari sana, pengguna dapat membuka menu efek dan mengakses pilihan untuk mengubah latar belakang.

Jalur berikutnya mengarah ke fitur "Create with Meta AI". Fitur tersebut menyediakan pilihan untuk membuat gambar baru maupun mengedit foto yang sudah ada.

Masalah muncul ketika opsi "Edit photo" dipilih. Pada perangkat yang terdampak, langkah tersebut dapat membuka galeri foto meskipun perangkat belum melewati proses autentikasi layar kunci.

Artinya, orang yang sedang memegang ponsel dapat melihat foto yang tersimpan di perangkat tanpa harus mengetahui PIN, kata sandi, pola, atau menggunakan sidik jari pemilik.

Temuan tersebut tentu menjadi persoalan privasi, terutama ketika ponsel sedang dipinjamkan, tertinggal di suatu tempat, atau berada di tangan orang lain dalam kondisi terkunci.

Namun, ada batasan yang perlu diperhatikan. Celah ini tidak dapat dimanfaatkan dari jarak jauh hanya dengan mengetahui nomor WhatsApp korban.

Pelaku harus memiliki akses fisik ke smartphone. Dengan kata lain, seseorang tetap harus memegang perangkat untuk menerima panggilan video dan menjalankan rangkaian menu yang menjadi jalur menuju galeri.

Cara mengurangi risiko

Sambil menunggu kejelasan atau perbaikan resmi, pengguna Android yang khawatir dapat membatasi izin WhatsApp terhadap foto dan video melalui pengaturan perangkat.

Umumnya, pengguna dapat membuka Settings > Apps > WhatsApp > Permissions, kemudian mengubah izin foto dan video dari akses penuh menjadi akses terbatas, atau mencabut izin tersebut.

Opsi pembatasan akses dapat mengurangi kemampuan WhatsApp untuk menjangkau seluruh koleksi foto. Namun, konsekuensinya adalah beberapa fungsi aplikasi yang membutuhkan akses foto dan video juga dapat menjadi lebih terbatas.

Cara lain adalah mencabut izin kamera WhatsApp. Langkah ini memang dapat mengurangi fungsi panggilan video, sehingga kurang praktis bagi pengguna yang sering menggunakan fitur tersebut.

Karena itu, pembatasan izin foto dan video dapat menjadi pilihan yang lebih masuk akal bagi pengguna yang ingin tetap menggunakan sebagian besar fungsi WhatsApp.

Tidak semua Android terdampak

Hasil pengujian sejauh ini menunjukkan bahwa respons perangkat terhadap celah tersebut berbeda-beda.

Google Pixel 6 Pro dengan Android 17 dilaporkan dapat membuka koleksi foto melalui rangkaian menu tersebut. OPPO K13 dengan ColorOS 16 juga menunjukkan perilaku serupa.

Sementara itu, Samsung Galaxy S25 Ultra dengan One UI 8.5 menghentikan proses tersebut dan mengarahkan pengguna kembali ke layar autentikasi.

Perbedaan ini mengindikasikan bahwa implementasi antarmuka dan pengelolaan izin pada masing-masing produsen dapat berperan dalam menentukan apakah celah tersebut bisa dieksploitasi.

Hingga laporan mengenai temuan ini diterbitkan, belum tersedia daftar lengkap smartphone Android yang rentan. Karena itu, pengguna sebaiknya tidak menyimpulkan bahwa perangkat tertentu aman atau rentan hanya berdasarkan merek Android yang digunakan.

Rodriguez menyebut temuannya telah dilaporkan kepada Meta dan Google. Namun, belum ada konfirmasi resmi yang menjelaskan cakupan masalah maupun perbaikan yang telah dirilis.

Bagaimana dengan iPhone?

Pengguna iPhone tidak dilaporkan terdampak oleh celah dengan mekanisme yang sama.

Hal tersebut berkaitan dengan cara iOS menangani panggilan dari aplikasi komunikasi seperti WhatsApp melalui CallKit. Ketika perangkat terkunci, panggilan menggunakan antarmuka panggilan bawaan iOS sehingga pengguna tidak mendapatkan akses ke rangkaian kontrol video WhatsApp yang menjadi jalur menuju fitur pengeditan foto tersebut.

Bagi pengguna Android, langkah paling aman untuk sementara adalah memastikan perangkat tidak mudah berpindah tangan ketika sedang terkunci serta meninjau kembali izin foto dan video yang diberikan kepada WhatsApp.

Perlu diingat, temuan ini bukan berarti seseorang dari jarak jauh dapat membuka galeri hanya dengan mengetahui nomor WhatsApp. Risiko utamanya muncul ketika perangkat secara fisik berada di tangan orang lain dan menggunakan kombinasi fitur yang dapat diakses dari panggilan video.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online