Daftar HP Android yang Berisiko Tak Bisa Pakai WhatsApp Lagi Mulai 8 September 2026

Jumali
Jumali Sabtu, 05 September 2026 21:17 WIB
Daftar HP Android yang Berisiko Tak Bisa Pakai WhatsApp Lagi Mulai 8 September 2026

Ponsel Android - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Pengguna ponsel Android lawas perlu segera memeriksa versi sistem operasi perangkatnya. Mulai 8 September 2026, WhatsApp hanya akan mendukung perangkat yang menjalankan Android 6.0 Marshmallow atau versi yang lebih baru.

Kebijakan tersebut membuat sejumlah ponsel yang masih menggunakan Android 5.0 maupun Android 5.1 berpotensi tidak lagi dapat menjalankan aplikasi pesan instan milik Meta tersebut. Risiko itu berlaku bagi perangkat yang tidak memperoleh pembaruan sistem operasi ke Android 6 atau versi lebih tinggi.

WhatsApp menjelaskan bahwa penghentian dukungan terhadap sistem operasi lama merupakan langkah rutin yang dilakukan untuk menjaga keamanan dan kompatibilitas aplikasi. Perusahaan secara berkala mengevaluasi perangkat yang sudah berusia tua dan memiliki jumlah pengguna yang semakin sedikit.

Selain faktor jumlah pengguna, perangkat lawas umumnya sudah tidak lagi menerima pembaruan keamanan dari produsen. Kondisi tersebut membuat perangkat sulit mendukung fitur-fitur baru yang terus dikembangkan WhatsApp.

Sebelum dukungan dihentikan, WhatsApp biasanya memberikan pemberitahuan kepada pengguna agar segera memperbarui perangkat atau beralih ke ponsel yang lebih baru.

Bagi pengguna Android, hal terpenting yang perlu diperiksa bukan merek atau tipe ponsel, melainkan versi Android yang saat ini digunakan. Jika perangkat sudah menjalankan Android 6.0 atau versi yang lebih baru, pengguna masih dapat memakai WhatsApp secara normal setelah 8 September 2026.

Sebaliknya, pengguna yang masih menggunakan Android 5.x perlu segera mengecek apakah perangkat mereka masih mendapatkan pembaruan sistem resmi.

Sejumlah model ponsel lawas yang berpotensi terdampak antara lain Samsung Galaxy S3, Galaxy S4, Galaxy Note 2, LG G2, Sony Xperia Z, HTC One M7, Moto G generasi pertama, hingga beberapa perangkat Xiaomi, Oppo, Huawei, dan Asus keluaran lama. Namun, daftar tersebut tidak bersifat mutlak karena setiap negara dan varian perangkat bisa memiliki versi Android yang berbeda.

Karena itu, pengguna tidak perlu langsung mengganti ponsel hanya karena model perangkatnya termasuk dalam daftar perangkat lawas. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengecek versi Android yang terpasang.

Caranya cukup mudah. Pengguna dapat membuka menu Pengaturan, kemudian memilih Tentang Ponsel atau Informasi Perangkat. Setelah itu, cari bagian Versi Android untuk melihat sistem operasi yang digunakan.

Jika perangkat masih berada di Android 5.0 atau Android 5.1, pengguna disarankan membuka menu Pembaruan Sistem atau Software Update untuk memastikan apakah masih tersedia pembaruan resmi dari produsen.

Selain mengecek versi Android, pengguna juga sebaiknya segera mencadangkan percakapan WhatsApp. Langkah ini penting untuk menghindari kehilangan data apabila nantinya harus berpindah ke perangkat baru.

Proses pencadangan dapat dilakukan melalui menu WhatsApp, kemudian masuk ke Pengaturan, pilih Chat, lalu Cadangan Chat. Setelah proses selesai, riwayat percakapan dapat dipulihkan saat pengguna masuk ke perangkat baru.

Menggunakan file APK WhatsApp versi lama tidak disarankan sebagai solusi. Selain berisiko menimbulkan masalah keamanan, aplikasi versi lama juga tidak mendapatkan pembaruan fitur maupun perlindungan terbaru dari pengembang.

Sementara itu, perubahan kebijakan yang berlaku pada 8 September 2026 hanya ditujukan untuk perangkat Android lawas. Pengguna iPhone tidak terdampak karena WhatsApp memiliki persyaratan sistem operasi yang berbeda untuk perangkat iOS.

Dengan demikian, pengguna Android perlu memastikan perangkat mereka sudah menjalankan Android 6.0 atau versi yang lebih baru. Jika tidak memungkinkan untuk melakukan pembaruan sistem, beralih ke perangkat yang lebih modern menjadi langkah paling aman agar tetap dapat menggunakan WhatsApp tanpa gangguan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online